Warisan, Presisi, dan Kesempurnaan yang Tak Lekang Waktu

0

Sekali lagi mata dunia berfokus ke Georgia, Amerika Serikat, ke lapangan golf ternama Augusta National Golf Club untuk menyaksikan The Masters Tournament. Dan pada ajang Major pertama ini, Rolex telah menjadi bagian dari turnamen paling diimpikan publik golf dunia ini sejak menjadi International Partner pada 1999.

Baik golf, maupun Rolex sama-sama menghargai tradisi dan warisan selain juga menekankan etiket, respek, dan perilaku sportivitas yang tak lekang waktu. Relasi ini sendiri telah berlangsung selama lebih dari lima dekade. Namun, berkat patronase Rolex dalam ajang Major, termasuk The Masters, posisi Rolex pun berada di tempat yang terbaik dari olahraga ini.

Memasuki tahun ke-82 dan sebagai ajang Major pria pertama tahun 2018, The Masters telah mengundang para pegolf terbaik profesional dan amatir dunia, termasuk para jawara terdahulu, untuk bersaing memperebutkan Jaket Hijau.

Jaket Hijau itu menjadi hadiah paling ikonik dari Augusta National Golf Club dengan tradisi yang sangat digemari oleh penggemar global. Mantan juaranya akan mendapat undangan seumur hidup untuk mengikuti The Masters. Sementara itu, juara Asia-Pacific Amateur Championship, British Amateur Championship, Latino America Amateur Championship, US Amateur Championship, dan US Mid-Amateur Championship tak hanya diundang untuk berkompetisi, tapi juga bisa tinggal di Crow’s Nest yang terkenal, yang berada di atas clubhouse.

Selama pekan ini, serangkaian aktivitas menarik juga biasanya dihadirkan. Selain Champion’s Dinner, ada juga Par 3 Contest. Dan tentunya Honorary Starters pada Kamis pagi yang menjadi tanggung jawab Jack Nicklaus dan Gary Player, yang merupakan Rolex Testimonee. Melalui semangat kompetitif dan sportivitas di lapangan dan persahabatan di luar lapangan, kedua figur penting ini telah mengubah golf sekaligus menginspirasi para pegolf dari berbagai generasi.

Rolex telah menunjukkan komitmen mereka, baik sebagai mitra jangka panjang dari berbagai kegiatan olahraga prestisius, maupun bagi para individu tertentu yang menonjol di bidangnya. Ketertarikan Rolex terhadap pencapaian humanis bisa dilihat dari asal-usul dibangunnya perusahaan ini dan hasratnya untuk mendukung mereka yang memiliki determinasi dan keberanian untuk menginspirasi mereka melampaui batasannya masing-masing, sebagai inspirasi yang tak kunjung henti bagi semua pihak.

Ikon modern
Menyusul jejak Tiga Besar (Jack Nicklaus, Gary Player, dan mendiang Arnold Palmer), bakat-bakat baru mulai bangkit dari Amerika dan Eropa. Rolex Testimonee, seperti Tom Watson (AS), Bernhard Langer (Jerman), Fred Couples (AS), dan José Maria Olazabál (Spanyol) telah mengumpulkan tujuh gelar The Masters.

Lalu pada The Masters 1997, sebuah kemenangan monumental bagi seorang pegolf asal California berusia 21 tahun membuka era baru bagi golf modern. Tiger Woods yang kala itu memainkan Major pertama dalam karier profesionalnya menjadi juara termuda The Masters, mencatatkan 20 rekor pada ajang Major tersebut, dan menyamai 6 rekor lainnya. Dan seperti halnya Tiga Besar, Woods yang juga merupakan salah satu Rolex Testimonee telah menginspirasi jutaan amatir dan generasi golf yang baru. Dan pekan ini, kita akan kembali melihat pemegang 14 Major ini bersaing untuk memenangkan Jaket Hijau kelimanya.

Rolex New Guard
Sejak peralihan kea bad 21, ada empat Rolex Testimonee yang menjuarai The Masters. Mereka adalah Phil Mickelson (AS), Trevor Immelman (Afrika Selatan), Adam Scott (Australia), dan Jordan Spieth (AS).

Spieth merupakan bagian dari generas muda baru yang dengan penuh percaya diri melakoni profesionalitasnya dengan integritas, kedewasaan, dan respek selain menunjukkan kemampuan, presisi, dan ambisinya. Inilah Rolex New Guard, generasi pegolf baru yang menanamkan otoritas mereka pada olahraga ini dan menginspirasi generasi atlet masa depan untuk mengikui jejak mereka.

Selain Spieth, yang sejauh ini telah memenangkan tiga Major, sejumlah pegolf muda yang menjanjikan akan ikut berkompetisi pada The Masters pekan ini. Termasuklah Justin Thomas (AS) yang menjuarai Major pertamanya tahun 2017 lalu dan Jason Day (Australia) yang menorehkan prestasi serupa pada 2015.

Sementara masih ada beberapa nama lain yang berpeluang mengikuti jejak para jawara itu pada pekan ini. Thomas Pieters dari Belgia tahun lalu sukses finis di posisi T4 dalam debutnya di Augusta. Ada pula Hideki Matsuyama asal Jepang yang dua kali finis di posisi 10 besar. Dan mereka yang telah membuktikan dirinya sebagai pemenang Tour juga berpeluang untuk meraih Major pertamanya pekan ini: Daniel Berger (AS), Bryson DeChambeau (AS), Matthew Fitzpatrick (Inggris), Li Haotong (China), dan Jon Rahm (Spanyol).

Dengan sederet nama besar yang akan bersaing pekan ini, jelas The Masters 2018 akan menjadi sangat menarik dan sulit dilewatkan, terutama mengingat drama yang senantiasa terungkap dalam tiap edisinya. Dan Rolex masih akan tetap menjadi bagian dari momen sukses yang akan kita lihat bersama pada hari Minggu atau Senin pagi waktu Indonesia nanti.

Share.

Leave A Reply