Wallace Menaklukkan Johnston untuk Menjuarai Hero Indian Open

0

Putaran final Hero Indian Open kemarin menjadi panggung bagi dua pegolf asal Inggris, Matt Wallace dan Andrew ”Beef” Johnston. Keduanya harus melakoni babak play-off setelah mencatatkan total 11-under 277. Namun, panggung ini menjadi panggung utama Wallace menaklukkan Johnston untuk menjuarai Hero Indian Open, ajang co-sanction Asian Tour dan European Tour.

Wallace, yang unggul satu stroke dan menjadi pimpinan klasemen bersama dengan pegolf tuan rumah Shubhankar Sharma, mengawali putaran finalnya dengan empat birdie sebelum memainkan sembilan hole keduanya. Ia mendapat birdie di hole 10, namun di hole 16 mendapat bogey dan finis dengan 4-under 68.

Sementara itu, Beef justru memainkan performa yang bagus dan tanpa bogey untuk memaksa babak play-off. Ia mencatatkan 6-under 66 dan mengumpulkan total 11-under 277 sehingga ia harus memainkan hole tambahan bersama Wallace, yang dilakukan di hole 18 par 5 sepanjang 624 yard di lapangan karya Gary Player, DLF Golf and Country Club.

Pada hole tambahan itu, Wallace berhasil memukul ke green hanya dalam dua pukulan. Ia berhasil mendapat birdie di hole tersebut, sementara Beef hanya mendapat par, yang praktis membuat Wallace menjadi pegolf Inggris pertama yang menjuarai Hero Indian Open.

”Rasanya luar biasa. Ini pekan yang berat dan lapangannya juga berat. Anda tak bisa bermain biasa saja di sini. Mereka yang main bagus pasti ada di jajaran atas. Dan saya kira saya bermain bagus dan pukulan saya juga tidak banyak meleset,” tutur Wallace.

Ia menyebut permainan long iron-nya menjadi bagian terbaik dari permainanya, yang sekaligus membawanya memenangkan gelar ini.

”Begitu bola saya sampai ke fairway, saya akan memukul iron dan menyerang ke green. Saya tak pernah berpikir main aman saat play-off,” ujarnya. ”Ini salah satu lapangan tersulit yang saya mainkan. Saya belajar banyak darinya dan akan siap bermain dalam kondisi serupa lain kali.”

Sementara itu, Johnston menyebut dirinya tidak menyukai yardage di hole 18. Menurutnya, setingan di sana membuatnya hampir selalu memukul bola ke kiri ke arah jebakan di lapangan. Meski demikian ia mengaku senang dengan permainannya sejauh ini.

”Permainan saya sejauh ini sudah bagus, jadi saya akan terus berusaha dan berlatih keras,” ujarnya.

Adapun jagoan tuan rumah, Shubhankar Sharma, harus terlempar dari persaingan. Meskipun mendapat dua birdie dalam empat hole pertamanya, double bogey di hole 5 dan 7 praktis memupus harapannya. Ia harus finis dengan skor 75 pada hari terakhir kemarin (11/2). Meskipun demikian, statistik putting Sharma adalah yang terbaik pekan kemarin. Selama empat putaran, rata-rata ia membukukan 1,51 putt per hole.

”Jelas saya kecewa. Hal positifnya ialah saya melakukan birdie di hole terakhir. Kartu skor saya pun lengkap. Hal-hal seperti ini memang terjadi dan ini bukanlah lapangan yang mudah. Meskipun mengawali dengan baik, saya melakukan beberapa swing yang buruk dan pada akhirnya memang tidak mengapa. Saya menikmati turnamen ini dan menyukai dukungan yang saya dapatkan,” ujar Sharma.

Share.

Leave A Reply