Wajah Baru Cengkareng Golf Club

0

Pengalaman bermain yang lebih segar dan lebih menyenangkan akan menyambut siapa saja yang bermain di Cengkareng Golf Club. Salah satu lapangan terpopuler di Jakarta ini telah resmi dibuka kembali pada awal September setelah sekitar satu semester menjalani perombakan dan renovasi di tiga hole. Ketiga hole yang mengalami perombakan ialah hole 4, hole 5, dan hole 6.

Perombakan pada ketiga hole ini merupakan dampak dari perluasan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Ekspansi yang ditujukan untuk membangun jalur lintas pesawat itu ternyata mengambil sebagian lahan lapangan. Hole 6 dan hole 5 pun terkena dampaknya.

Sebagai bagian penting dari 18 hole, klub ini memutuskan untuk melakukan redesain yang dimaksudkan untuk memastikan kontinuitas permainan sepanjang 18 hole masih tetap terjaga. Untuk melakukan redesain yang mulai dikerjakan pada bulan Februari 2017 ini, klub inipun meminta desainer asli lapangan ini, Walter Raleigh Stewart untuk kembali memberi sentuhan berharganya pada salah satu lapangan terpopuler ini.

Stewart tidak sendirian. Ia membawa serta Kevin Ramsay, rekannya dari Golf Plan, termasuk shaper yang dulu ikut menggarap Cengkareng Golf Club. Stewart sendiri saat ini sebenarnya lebih berfokus pada bisnis perencanaan lahan. Namun ketika mengetahui lapangan karyanya ini kembali membutuhkan sentuhan arsitekturalnya, ia tak berpikir panjang untuk menjawab permintaan tersebut.

Hasil penggarapan sejak Februari 2017 itu akhirnya menghadirkan tiga hole baru yang berhasil menjaga kontinuitas permainan sepanjang 18 hole, sekaligus mencerminkan nuansa dari seluruh lapangan.

Namun, yang tak kalah pentingnya juga, redesain ini juga menciptakan keseimbangan tingkat kesulitan antara sembilan hole pertama dan sembilan hole terakhir.

”Sebelumnya, beberapa pemain menyebut sembilan hole pertama di sini terlalu mudah. Jadi, ketika kami berdiskusi dengan Walter, ia pun memutuskan untuk membuat kedua sembilan hole ini memiliki tingkat kesulitan yang seimbang,” jelas Kurt.

Bagaimanapun juga, redesain ini tak pelak lagi menghadirkan alur yang baru mengingat perubahan yang cukup signifikan terpaksa dilakukan. Hole 4 par 3 kini menjadi par 3 yang jauh lebih menantang. Kini dimainkan sejauh 170 meter dari tee belakang, par 3 ini lebih menuntut akurasi pukulan untuk menghindari posisi putting yang sulit.

Hole 5 kini menjadi par 5 untuk menggantikan hole 6, sekaligus menjadi hole yang menuntut strategi untuk mencapai green-nya yang cukup tinggi. Kita masih bisa melihat green-nya saat memainkan hole ini. Namun, posisi green kini ditinggikan melebihi sebelumnya. Agar menjadi hole par 5, tee box pun didorong ke belakang sehingga membuatnya menjadi lebih panjang dan menempatkan danau sejajar ke sisi kiri. Danau ini menjadi fitur yang menjadikannya lebih strategis dan menantang dan memberi opsi untuk menembak langsung ke green dengan mengambil risiko atau melakukan pendekatan konvensional par 5.

”Saya banyak mengobrol dengan mereka yang sudah memainkannya dan mereka masih mencari cara terbaik untuk memainkan hole ini agar bisa lebih menikmatinya. Mereka mendapati hole ini kini jadi lebih menantang daripada sebelumnya,” ujar Kurt.

Hole 6 kini harus menjadi hole par 4. Namun, di hole ini para pegolf mesti memikirkan cara memukul bola dari tee dan memikirkan peluang terbaik untuk menempatkan bola di green. Meski kini menjadi hole yang lebih padat, lebih pendek, hole ini masih memberi ujian berarti bagi para pegolf.

Kurt menjelaskan, di hole ini sebagian besar fairway dari layout terdahulu masih dipertahankan. Bunker di sisi kanan dan kiri masih tetap seperti ketika hole ini masih menjadi par 5. Tapi dengan posisi tee box yang didorong ke sisi kanan, membuat kedua bunker di sisi fairway masuk dalam permainan dan membuat pukulan tee menjadi lebih sulit.

Pukulan approach juga menjadi lebih sulit. Green yang lama juga telah diganti dengan adanya tambahan bunker di sisi kanan dan kirinya. Permukaan green yang kini menjadi lebih bergelombang menuntut penempatan bola yang lebih presisi lagi.

”Jadi, meskipun hole ini menjadi lebih pendek, Anda harus memikirkan permainan di hole ini,” ujar Kurt.

Perluasan area short game
Salah satu pengorbanan yang harus dilakukan oleh Cengkareng Golf Club ialah menggusur driving range. Lahan yang semula digunakan untuk driving range itu kini digunakan untuk hole 5.

”Kehilangan driving range adalah salah satu kehilangan besar. Tapi ketika lahan makin berkurang, kami memutuskan bahwa lebih penting bagi kami untuk mempertahankan hole-hole yang menjadi bagian dari pengalaman bermain golf di sini,” jelas Kurt.

Untuk itulah klub ini kemudian membangun fasilitas putting dan chiping yang lebih luas dan menyediakan sejumlah variasi bunker. Area berlatih ini masih bisa menjadi alternatif pemanasan yang cukup. Selain itu, kini hadir Kinetique Golf Academy yang merupakan akademi golf pertama yang diperlengkapi dengan area berlatih dalam ruangan. Diperlengkapi dengan salah satu simulator terbaik saat ini, akademi ini menyediakan fasilitas pemanasan yang komplit bagi para pegolf yang hendak bermain di Cengkareng.

Klub ini juga berencana untuk membangun jaring di sekitar area chipping dan putting untuk menjadi alternative pemasan dan peregangan.

”Pada akhirnya, kami menemukan banyak cara untuk menutupi kekurangan driving range tersebut,” sambung Kurt lagi. ”Cara-cara yang lebih inovatif itulah yang membuat golf menjadi lebih menyenangkan.”

Dengan tuntasnya redesain ketiga hole tersebut dan kembali dibukanya Cengkareng Golf Club untuk publik golf secara luas, Kurt meyakini para penikmat golf akan lebih menikmati putaran golf mereka di sini. Gambarannya, para member juga memberi sambutan yang sangat positif. Mereka menunjukkan semangat dan antusiasme memainkan layout baru ini. Tidaklah salah jika Kurt menilai bahwa pihaknya kini ”berada di jalur yang tepat.”

Cengkareng Golf Club
Soewarna Business Park Blok G Lot 1-2
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang 19110
T: 021-5591 1111
F: 021-5591 2222
W: www.cengkarenggolfclub.com

Share.

Leave A Reply