Tim Indonesia Siap Meraih Kemenangan

0

Para pegolf Indonesia yang tergabung dalam Tim Indonesian Golf Tour (IGT) siap meraih kemenangan ketika bertemu dengan para pegolf terbaik dari Professional Golf of Malaysia (PGM) dalam ajang IGT-PGM Championship yang mulai dipertandingkan besok (5/9) di Riverside Golf Club, Cimanggis.

Ajang IGT-PGM Championship ini merupakan kelanjutan dari ajang PGM-IGT Championship yang dimulai pada tahun 2016 lalu. Bedanya, pada tahun ini ajang ini menggunakan format matchplay sehingga memberi ketegangan khas Ryder Cup pada ajang yang mempertemukan 12 pegolf terbaik Indonesia dan 12 pegolf terbaik Malaysia ini.

Dalam format stroke play yang dimainkan tahun lalu, Tim PGM berhasil menjadi pemenang. Tahun lalu, beberapa nama besar dari Negeri Jiran, seperti Danny Chia dan Nicholas Fung menjadi bagian dari skuad yang mengalahkan Tim Indonesia.

Ben Leong berhasil menjadi pemain terbaik untuk nomor individu dengan menorehkan 10-under 206. Dan tahun lalu Danny Masrin berhasil menjadi penantang dan nyaris memenangkan nomor individu dengan skor 207—berbagi tempat kedua dengan pegolf senior Danny Chia.

Sementara dari sisi tim, tim tuan rumah menunjukkan kekuatannya dengan mengumpulkan 26-under. Adapun Tim Indonesia bermain dengan 66-over.

Meskipun menelan kekalahan pada pertemuan pertama tersebut, para pemain Indonesia pada dasarnya tidak perlu terlalu kecewa. Alasan utamanya tentu lantaran, kala itu, PGM Tour telah berjalan selama enam tahun, sementara Indonesian Golf Tour sendiri baru berjalan tiga tahun. Dan dalam ajang tahun lalu yang mempertemukan 25 pemain terbaik dari masing-masing Tour tersebut, para pegolf Indonesia jelas menikmati pengalaman berharga.

Tahun ini, pekan ini, kita akan menyaksikan format yang jauh lebih menarik lagi. Dipimpin oleh Kapten Tim pemenang medali emas SEA Games, Jubilant ”Teddy” Arda, Tim IGT kali ini terdiri dari kombinasi delapan pegolf berperingkat teratas pada Order of Merit IGT, plus empat pemain pilihan, Kapten Tim IGT menegaskan keputusan ini ia ambil untuk memadukan para pemain yang berpengalaman dengan para pemain muda yang perlu menimba pengalaman dari ajang seperti ini.

”Saya sudah sudah mengerti karakter dan permainan ke-12 pemain ini dan sudah memikirkan beberapa simulasi secara statistik,maupun dari karakter permainan mereka,” tutur Kapten Arda. ”Banyak yang meminta untuk bermain dengan pemain tertentu, tapi tugas saya juga mesti menyeimbangkan tim. Mudah-mudahan bisa berjalan seperti yang kita bayangkan.”

Persiapan intensif pun telah dilakukan oleh 12 pemain terbaik Indonesia yang terpilih untuk turun berlaga dalam ajang ini. Selain melatih format tim, dalam persiapan yang dilakukan Tim Indonesia pun mencari kombinasi yang ideal untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

ADRIAN HALIMI EDIT2

Berangkat dari pengalaman yang kurang maksimal tahun lalu, Adrian Halimi, yang kembali menjadi bagian dari Tim IGt mengungkapkan bahwa format tim menekankan pentingnya performa seluruh anggota tim yang terpilih.

”Jadi, menurut saya tidak boleh ada pikiran kalau, ’Oh, kita serahkan saja ke pemain nomor satunya.’ Semua pemain lain, sampai pemain ke-12 sekali punb mesti berjuang karena tiap poin, bahkan setengah poin pun sangat penting untuk matchplay. Semua mesti bertarung sekuat mungkin,” ujarnya.

Ajang ini sendiri memperebutkan total 28 poin. Ini berarti setidaknya, untuk bisa memenangkan ajang ini, tiap tim butuh14½ poin.

”Kalau kita draw, kita dapat setengah poin dan setengah poin itu bisa menentukan menang atau kalah,” imbuh Kapten Arda lagi.

Bagaimanapun juga, jelas format matchplay ini akan memberikan tontonan yang sangat menarik. Ajang matchplay ini, seperti yang diungkapkan salah satu pemain yang cukup sering memainkan format ini, Cahyo Adhitomo, merupakan ajang yang sangat menguji emosi.

”Format matchplay sebenarnya seperti ulur-uluran mental. Kita memancing lawan agar emosinya naik. Tapi kita juga harus sabar dan mengambil kesempatan ketika kesempatan itu muncul,” tutur pemain yang akrab disapa Bobby ini.

Bobby melanjutkan pentingnya memperhatikan cara bermain lawan. ”Entah dia menyerang, entah dia bertahan. Kita mesti berpikir tenang sebab begitu dia melakukan kesalahan yang membuat kita unggul, dia akan lebih bernafsu untuk mencari birdie dan biasanya justru akan makin jatuh.”

Adapun Tim Malaysia, meskipun kali ini tidak diperkuat Danny Chia, Ben Leong, dan Nicholas Fung, diyakini bakal tetap memberikan perlawanan sengit untuk mempertahankan kemenangan yang mereka raih tahun lalu. Dikomandani pemain paling berpengalaman, R. Nachimutu, Tim PGM siap mengecewakan tuan rumah.

Tim Indonesian Golf Tour

  1. George Gandranata
  2. Indra Hermawan
  3. Benita Yuniarto Kasiadi
  4. Ian Andrew
  5. Danny Masrin
  6. Rinaldi Adiyandono
  7. Adrian Halimi
  8. Joshua Andrew Wirawan
  9. Rory Hie (captain’s pick)
  10. Elki Kow (captain’s pick)
  11. Clement E. Kurniawan (captain’s pick)
  12. Fajar Win Nuryanto (captain’s pick)

Tim Professional Golf of Malaysia

  1. Khor Kheng Hwai
  2. R. Nachimutu (captain)
  3. Sharifuddin Arifin
  4. Sukree Othman
  5. Sasidaran
  6. Irfan Yusoff
  7. Muhammad Wafiyuddin
  8. Kemarol Baharin
  9. Kenneth Tobuse
  10. Kim Leun Kwang
  11. Amir Nazrin
  12. Airil Rizman
Share.

Leave A Reply