Target Realistis Kiradech

0

Bintang golf asal Thailand Kiradech Aphibarnrat mematok target realistis pada ajang U.S. Open yang akan berlangsung mulai hari ini (14/6) di Shinnecock Hills. Pegolf berusia 28 tahun ini hanya berharap bisa bermain penuh selama empat putaran pada ajang Major kedua tahun ini. Ia juga berharap bisa f inis di zona 30 besar.

Shinnecock Hills disebut-sebut memiliki kondisi yang sangat menuntut performa brilian lantaran set up lapangannya memang sangat berat. Tak heran jika Kiradech, yang merupakan pegolf Thailand pertama yang sukses meraih keanggotaan pada PGA TOUR, hanya mematok target yang tidak muluk.

”Ini ajang U.S. Open kedua bagi saya dan kita tahu turnamen ini selalu sangat berat. Posisi berapa pun di atas batas cut, jika bisa finis di peringkat 30 besar pada hari Minggu sudah bagus buat saya,” ujarnya.

Pada debut U.S. Open-nya tahun lalu, Kiradech memang gagal menembus putaran akhir pekan. Namun, kali ini ia kembali mendapat slot bermain dengan bekal yang jauh lebih baik.

Dua penampilan mengesankan yang membawanya finis di peringkat lima besar pada World Golf Championships-Mexico Championship dan World Golf Championsips-Dell Technologies Match Play telah menempatkan dirinya sebagai pegolf Thailand pertama yang nyaris memiliki keanggotaan penuh PGA TOUR. Dia juga finis T30 pada THE PLAYERS Championship bulan lalu. Dan dua pekan silam, ia finis T13 pada ajang Memorial Tournament.

Performanya yang bagus itu telah memberinya 340 poin pada FedExCup dan keanggotaan sementara PGA TOUR yang membuatnya bisa menerima undangan sponsor tanpa batas hingga akhir musim 2017-2018. Artinya, ia pun berpeluang untuk mendapat keanggotaan penuh di Amerika kalau bisa finis di peringkat 125 atau lebih baik lagi pada peringkat FedExCup.

Meskipun keanggotaan penuh PGA TOUR menjadi targetnya, toh ia tidak ingin mengalihkan fokusnya pada misi penting pekan ini.

”Tiap hari saya main sembilan hole dalam dua hari terakhir dan lapangan ini terlihat fantastis. Semua orang mengakui lapangan ini bakal menjadi sulit dengan skor yang tinggi. Tapi kalau bisa sering memukul ke fairway, Anda berpeluang untuk memukul bola mendekati pin, tapi kalau melakukan kesalahan, jelas bakal menyulitkan,” ujar mantan pegolf No.1 Asian Tour ini.

Pekan lalu pada ajang FedEx St. Jude Classic, ia memang gagal lolos cut. Ini kedua kalinya bagi Kiradech untuk gagal lolos cut pada musim ini. Tapi ia mengaku puas dengan performanya.

”Pukulan saya sebenarnya bagus, tapi putting saya di luar standard saya. Permainan saya dalam kondisi yang juga bagus,” ujar Kiradech yang akan memainkan dua putaran awal bersama pegolf asal China Li Haotong dan pegolf Korea Kim Siwoo.

Ia mempertahankan rutinitas permainannya dan telah belajar untuk tidak bermain berlebihan pada ajang besar seperti U.S. Open ini. Terlebih permainannya dalam beberapa bulan terakhir ini memang sedang bagus.

Hari Selasa (12/6) yang lalu pegolf yang memenanggkan ajang ISPS Handa World Super 6 pada bulan Februari lalu ini menikmati undangan santap malam dari Ernie Els.

”Sungguh suatu kehormatan bisa diundang dan bertemu dengan calon anggota Tim Internasional (Presidents Cup). Kami belum tahu siapa saja yang akan menjadi bagian dari 12 pemain untuk tahun depan, tapi sangat baik untuk bisa saling mengenal dengan lebih baik, dan mendengarkan apa yang Ernie pikirkan. Saya lihat ia benar-benar melihat setiap detail sebelum menuju Presidents Cup 2019,” tutur Kiradech yang kini berperingkat 31 dunia. Peringkatnya itu sekaligus menempatkannya sebagai pegolf Tim Internasional berperingkat tertinggi setelah Jason Day, Hideki Matsuyama, dan Marc Leishman.

Jelas Kiradech berniat untuk menjadi pegolf Thailand kedua yang bisa mewakili Tim Internasional setelah seniornya Thongchai Jaidee melakukannya. Apalagi Presidents Cup tahun depan akan menjadi sangat menarik karena Tim Internasional akan berhadapan dengan Tim AS yang dipimpin Tiger Woods di Royal Melbourne pada bulan Desember 2019.

”Turnamen ini memang bukan soal memenangkan hadiah uang, tapi soal bermain bagi tim, kebanggaan, dan kehormatan untuk mewakili Tim Internasional. Kami mewakili milyaran orang, jadi buat saya sangatlah penting untuk bisa masuk tim,” tutur Kiradech lagi.

Pekan ini, beberapa pemain Asia lainnya juga akan menemani Kiradech mengusung bendera Asia. Mereka adalah pegolf No.10 dunia asal Jepang Hideki Matsuyama, pegolf India Shubhankar Sharma, pegolf Korea An Byeonghun, dan Liang Wen-chong asal China, yang juga mantan juara Order of Merit Asian Tour.

Share.

Leave A Reply