Tanpa Bogey dan Memimpin di Negeri Sendiri

0

Pegolf tuan rumah Park Sanghyun bermain tanpa bogey dan memimpin di negeri sendiri ketika edisi ke-34 Shinhan Donghae Open dimainkan pada Kamis (13/9) kemarin di Bear’s Best Cheongna Golf Club. Ia memulai putaran pertama ajang yang memperebutkan total KRW1,2 milyar (sekitar US$1 juta) ini dengan sangat mengesankan.

Bermain dari hole 10, park hanya membutuhkan 31 pukulan untuk menuntaskan sembilan hole pertamanya. Ia menambah dua birdie lagi untuk menuntaskan putaran pertama tersebut.

Pegolf berusia 35 tahun ini mengaku bahwa ia merasa akrab dengan kondisi lapangan sehingga membantunya untuk bisa membukukan hasil yang maksimal di Korea. Bulan Mei tahun lalu ia juga sukses menjuarai ajang Asian Tour, Maekyung Open dan finis sebagai runner-up pada ajang Korea Open.

”Saya merasa dalam performa bagus, walaupun lapangan ini sulit. Saya bisa mengawalinya dengan sangat baik dan tidak mendapat satu bogey sama sekali. Yang membuat lapangan ini sulit ialah rough-nya yang panjang. Fokus saya hanya akurasi dan menempatkan bola ke fairway. Itulah yang berhasil saya lakukan hari ini, dan itu juga alasan mengapa saya bisa mendapat banyak birdie,” papar Park.

Meski mengaku nyaman bermain di negeri sendiri, bagi Park, ada motivasi lain yang membuatnya selalu tampil bagus pada tiap ajang Asian Tour yang dimainkan di Korea.

”Kualitas para pegolf Asian Tour sangatlah kuat. Karena main dengan pegolf yang jago, saya jadi memiliki pemikiran yang berbeda. Ini lapangan kandang saya, jadi saya merasa harus bermain lebih baik. Saya tak mau dikalahkan oleh orang lain,” imbuhnya tegas.

Meski demikian, upaya Park masih cukup panjang. Apalagi pada akhir putaran pertama kemarin ada tujuh pegolf yang berada di belakangnya dengan jarak hanya dua stroke. Salah satunya ialah juara turnamen ini  pada edisi 2016 lalu, Gaganjeet Bhullar. Selain itu, masih ada Jbe Kruger dan Lionel Weber.

”Saya belum bermain lagi selama enam pekan. Jadi, bisa memulai turnamen dengan skor 67 jelas meningkatkan percaya diri saya.” — Lionel Weber 

Bhullar juga menunjukkan permainan dengan akurasi yang bagus. Ia hanya mendapat satu bogey dan membukukan dua birdie berturut-turut untuk mengakhiri hari pertama ini dengan skor 67.

Adapun Kruger juga mengimbangi dengan akurasi permainan yang tidak kalah. Ia hanya meleset empat kali dari fairway. Seperti halnya Bhullar, ia juga harus mendapat satu bogey.

Berbeda dengan Park, Bhullar, dan Kruger, Weber justru seperti harus memainkan seluruh bagian dari lapangan. Persentasi bola mencapai fairway hanya 50%. Ia juga hanya mencatatkan 7 dari 18 green in regulation. Tapi putting-nya kemarin memang luar biasa sehingga ia bisa membukukan skor 67.

”Saya belum bermain lagi selama enam pekan. Jadi, bisa memulai turnamen dengan skor ini jelas meningkatkan percaya diri saya,” ujar Weber. ”Saya menghabiskan waktu bersama keluarga dan bermain golf hanya untuk bersenang-senang. Saya membawa pola pikir seperti itu ke sini dan ternyata membuahkan hasil. Kalau bisa finis di lima besar pekan ini, saya bakal merasa sangat senang.”

Share.

Leave A Reply