Stanford Menggenapi Karier Profesionalnya

0

Pegolf asal Amerika Serikat Angela Stanford memberikan kejutan pada putaran final The Evian Championship. Kejutan yang sekaligus mengakhiri penantian panjang, sekaligus menggenapi perjalanan karier profesionalnya. Skor 3-under 68 miliknya pada putaran final hari Minggu (16/9) tersebut sudah cukup memberinya gelar Major pertama baginya.

Kemenangan di Evian Resort Golf Club tersebut praktis mengakhiri penantiannya selama enam tahun sejak terakhir meraih gelar pada HSBC Women’s Champions 2013. Dan ia butuh 18 tahun dalam perjalanan kariernya untuk memenangkan Major dalam usia 40 tahun.

Memulai putaran final dengan tertinggal lima stroke dari rekan senegaranya Amy Olson, perlahan tapi pasti, Stanford mendaki ke atas. Ia mencatatkan dua birdie dan sebuah bogey di sembilan hole pertamanya, dan memulai sembilan hole terakhir dengan birdie di hole 10.

Empat hole terakhirnya diwarnai dengan drama. Setelah membukukan eagle di hole 15, ia justru mendapat double bogey di hole berikutnya. Namun, birdie dan par di dua hole terakhir terbukti cukup baginya.

Kim Seiyoung dan Amy Olson, dua pesaing kuat untuk memenangkan ajang ini, sebenarnya masih dapat memaksakan play-off. Namun, Kim hanya membukukan par di hole terakhir setelah mencatatkan tiba birdie, dua bogey, dan satu double bogey. Sementara Olson yang membukukan dua birdie dan tiga bogey, hanya membutuhkan par di hole terakhir untuk memastikan kemenangan. Namun, ia justru menuntaskan hole 18 itu dengan double bogey.

Tangis kebahagiaan pun mengalir di pipi Stanford. Pegolf veteran ini membutuhkan 76 partisipasi pada ajang Major sampai ia akhirnya memenuhi impian seorang pegolf profesional.

”Saya sungguh bersyukur (dengan kemenangan ini). Dan saya sungguh gembira untuk semua orang di rumah, semua orang yang senantiasa menyemangati saya dan tidak pernah berhenti mendukung saya,” ujar Stanford.

”Tuhan itu memang lucu. Ia mengangkat kita ketika kita mengira perjuangan kita sudah pupus. Sungguh luar biasa.”

”Saya sangat puas. Ini finis terbaik saya dalam ajang Major, jadi ini selalu menjadi hal yang positif.” — Amy Olson

Semangat untuk terus berjuang memang menjadi bagian dari diri pegolf senior ini. Sekitar 15 tahun silam, ia berpeluang untuk memenangkan Major perdananya. Pada U.S. Women’s Open kala itu, ia kalah pada babak play-off dari Hilary Lunke dan harus puas menjadi runner-up. Hasil tersebut menjadi finis terbaiknya sampai ia meraih kemenangan di Perancis ini.

Ketika peluangnya hampir pupus lantaran mendapat double bogey di hole 16, ia masih melanjutkan perjuangannya.

”Saya memang melakukan beberapa kesalahan konyol, tapi dalam diri saya, saya adalah seorag petarung, seorang yang selalu berjuang keras, dan saya selalu demikian” ujarnya lagi. ”Saya terus mengingatkan diri agar menjadi diri sendiri. Mungkin saya tidak mahir melakukan beberapa hal, tapi kali ini saya mesti menjadi diri sendiri dan terus berjuang.”

Perjuangan yang luar biasa dan berujung pada kemenangan. Trofi The Evian Championship ini menjadi trofi LPGA yang keenam dalam kariernya. Ia juga bakal menjadi bagian dari Diamond Resorts Tournament of Champions 2019.

Tiga rekan senegara Stanford lainnya, Astin Ernst, Amy Olson, dan Mo Martin akhirnya harus berbagi tempat di peringkat kedua bersama pegolf asal Korea Kim Seiyoung. Masing-masing bermain dengan skor 68, 74, 70, dan 72 dengan skor total 11-under 273.

”Saya sangat puas. Ini finis terbaik saya dalam ajang Major, jadi ini selalu menjadi hal yang positif,” tutur Olson.

Share.

Leave A Reply