Spieth Memimpin Tiga Stroke

0

Jordan Spieth memimpin tiga stroke dari Matt Kuchar dan berpeluang untuk menambah koleksi gelar Major-nya pada The Open Championship. Spieth bermain tanpa bogey dan mencatatkan 5-under 65 pada putaran ketiga kemarin (22/7) untuk total skor 11-under 199.

Performa Spieth pada putaran ketiga kemarin menyamai pencapaiannya ketika memulai putaran pertama The Open Championship edisi ke-146 di Royal Birkdale, Southport, Inggris ini. Pada sembilan pertama, ia mencatatkan 3-under, dan mengakhiri sembilan hole keduanya dengan dua birdie lagi, salah satunya di hole terakhir untuk memantapkan posisinya menuju putaran final yang mulai berlangsung hari ini (23/7).

Perjuangan Spieth jelas masih belum berakhir lantaran 18 hole terakhir bisa memberikan berbagai hal. Dan tentu saja ia tidak ingin pengalamannya pada The Masters tahun lalu terulang kembali. Ketika itu ia juga memainkan putaran final dengan peluang untuk kembali memenangkan Major, namun harus terlempar dari persaingan ketika memasuki sembilan hole terakhir.

”Target saya sebenarnya bermain 4-under hari ini supaya bisa mendapat total 10-under. Tak ada yang berubah karena permainan saya sesuai dengan yang kami pikirkan. Hari ini (kemarin) benar-benar saat ketika Anda mesti mengambil kesempatan ketika kesempatan itu ada,” ujar Spieth.

”Relatif lebih mudah melakukan putting jika angin tidak berembus. Tapi berusaha menghindari berbagai rintangan setelah dua hole pertama, saya rasa itu merupakan performa terbaik saya dalam beberapa turnamen terakhir,” sambungnya.

Sementara itu, juara tahun lalu Henrik Stenson berada delapan stroke di belakang Spieth. Meskipun peluang masih ada, rasanya akan berat bagi Stenson untuk bisa mengejar Spieth dan kembali menjuarai ajang ini.

”Jika pimpinan klasemen terus membukukan birdie, skor 63 tidak akan cukup,” aku Stenson. ”Kita lihat saja. Saya sudah puas dengan permainan saya hari ini (kemarin) dan semoga saya bisa menanjak ke papan atas.”

Sementara itu Thongchai Jaidee mencatatkan skor terbaiknya di Royal Birkdale kemarin dengan 2-under 68. Bermain dalam kondisi cuaca yang lebih baik, pegolf berusia 47 tahun ini mencatatkan 33 putt dan meraih empat birdie dan dua bogey.

”Saya memukul banyak ke green, tapi hanya tiga kali melakukan satu putt. Saya melakukan putt terlalu banyak. Kalau tidak skor saya bisa lebih rendah lagi,” ujar Thongchai yang berharap cuaca kembali ramah pada putaran terakhir.

Sementara itu, salah satu pegolf muda asal Korea Chang Yikeun menikmati debutnya pada The Open setelah berhasil lolos cut. Kenangan istimewa ia alami lantaran ia bermain dengan juara bertahan Henrik Stenson.

”Saya merasa sangat gembira bisa lolos cut, tapi setelah melihat siapa rekan main saya, saya merasa lebih gembira lagi. Saya belajar banyak dari melihat permainannya sepanjang hari. Sungguh menyenangkan, meskipun saya tidak main cukup bagus,” ujar Chang yang terus bermain 71 dalam tiga putaran.

Share.

Leave A Reply