Spieth Memimpin, Thongchai Lolos Cut

0

Pemegang dua gelar Major asal Amerika Serikat Jordan Spieth berhasil memimpin pada akhir putaran kedua The Open Championship (21/7), sementara pemegang tiga gelar Order of Merit Asian Tour Thongchai Jaidee berhasil melaju ke putaran akhir pekan.

Permainan Jordan Spieth pada putaran kedua kemarin memang menunjukkan performa prima. Seakan menunjukkan kepada dunia untuk tak pernah menghapusnya dari daftar calon juara The Open, Spieth mencatat 1-under 69 dan mengumpulkan total 134 dalam dua putaran.

Tak seistimewa putaran pertama ketika ia berhasil main 5-under dan tanpa satu bogey pun, tapi tambahan 1-under pada hari kedua sudah cukup menobatkannya sebagai pimpinan pada paruh pertama gelaran The Open ke-146 di Royal Birkdale, Southport, Inggris ini.

Dalam putaran kedua kemarin, Spieth sempat mengawali dengan birdie di hole pertama, namun menutup sembilan hole pertamanya dengan 1-over lantaran bogey di hole 3 dan 9.

Ia memantapkan posisinya di puncak klasemen setelah dalam tiga hole pertama sembilan hole keduanya ia berhasil menambah menjadi dua birdie lagi. Eagle yang ia peroleh di hole 15 didahului dan dilanjutkan dengan bogey dan par di dua hole terakhir membuatnya harus puas dengan skor 69.

”Tiap kali saya berbagi posisi teratas dan segera memainkan putaran akhir pekan, saya pasti merasa sedikit gugup, seperti yang akan saya rasakan pada akhir pekan ini. Tapi saya sangat menikmatinya,” ujar Spieth. ”Sejauh saya mendekatinya dengan rasa positif dan tahu bahwa inilah yang ingin kami rasakan saat berada di posisi yang kami inginkan, akan lebih mudah untuk melakukan pukulan yang solid dan menghasilkan putaran yang solid.”

Perasaan yang berbeda dirasakan juga oleh pegolf Thailand Thongchai Jaidee.  Dua birdie yang sangat penting berhasil ia bukukan untuk memastikan lolos ke putaran akhir pekan.

Thongchai masih terus mencari birdie pertamanya pada putaran kedua itu dan terancam akan pulang lebih awal. Hingga hole ke-14, ia sudah mendapat tiga bogey dengan satu double bogey di hole 13. Beruntung di hole 15 dan 17 ia berhasil mendapat birdie. Total skor 3-over sudah cukup buatnya untuk bertahan.

”Ini merupakan The Open ke-11 yang saya ikuti, jadi pengalaman sungguh membantu dan membuat mental saya lebih kuat. Saya sudah belajar cara mengontrol bola melawan angin dan bagaimana mengatasi hujan. Sekarang saya merasa percaya diri untuk bermain pada The Open dan tak lagi takut,” tutur Thongchai yang bermain di bawah curahan hujan dalam beberapa hole.

Scott Hend; foto: Paul Lakatos/Asian Tour

Keberhasilan Thongchai juga diikuti oleh juara Order of Merit Asian Tour 2016 asal Australia Scott Hend. Hend yang kemarin bermain 4-over 74 berhasil memastikan lolos ke putaran akhir pekan lantaran memiliki skor yang satu stroke lebih baik dari batas cut off.

Sayangnya, Thongchai akan menjadi satu-satunya pemain Thailand setelah dua rekan senegaranya, Prayad Marksaeng dan Phachara Khongwatmai harus pulang lebih awal. Kedua pemain terakhir menghadapi kesulitan memainkan Royal Birkdale ketika angin dan hujan mulai turun.

Meski untuk kedua kalinya gagal lolos cut, Phachara mengaku tidak merasa kecewa.

”Saya tak punya ekspektasi tertentu pekan ini. Selama dua hari saya sudah mengalami cuaca yang buruk, tapi hari ini (kemarin) adlah yang terburuk. Angin berembus dan terasa dingin di sembilan hole pertama,” ujar Phachara.

Cerita kegagalan duo Thailand tersebut diikuti oleh duo India, Anirban Lahiri dan Shiv Kapur yang gagal lolos lantaran bermain satu stroke lebih banyak daripada batas yang ditentukan. Seperti halnya Phachara, Lahiri dan Kapur pun menghadapi beratnya lapangan links ketika harus bermain di bawah siraman hujan dan angin.

Lahiri menyayangkan kesalahannya dalam memainkan club di hole terakhir. Ia memilih memainkan driver dan bukan 3-wood. Alhasil bolanya pun berakhir di bunker fairway.

”Saya melihat dua hari yang saya mainkan dan yang saya lihat ialah putting saya buruk. Saya hanya dua kali melakukan satu putt di green hole 14 dan 15 dalam kondisi ini. Sungguh mengecewakan lantaran saya main bagus pekan ini,” ujarnya. ”Bukannya putting saya buruk sekali, tapi saya tak bisa mengatasi permukaan green dengan  baik.”

Bicara soal gagal lolos, sejumlah pemain top juga harus melupakan The Open pekan ini. Salah satunya ialah Phil Mickelson. Setelah tahun lalu ia nyaris mengangkat Claret Jug untuk yang kedua kalinya, tahun ini ia harus pulang duluan lantaran dalam dua putaran bermain 73 dan 77.

”Saya pikir saya sudah punya persiapan bagus untuk hari Kamis. Saya merasa saya siap. Saya kira saya punya rencana permainan yang bagus. Saya kira permainan saya cukup tajam, tapi ternyata tidak,” ujar Mickelson. Ini merupakan kegagalan pertamanya untuk lolos cut musim ini.

Juara The Open 2007 dan 2008 Padraig Harrington  merupakan salah satu pemain yang harus pulang duluan. Selain itu, ada juga juara The Players Championship asal Korea, Kim Siwoo yang sama-sama mencatatkan total 6-over, seperti halnya Harrington. Patrick Reed dari AS juga mesti melupakan Major ketiga ini setelah main 8-over.

The Open Championship bisa dinikmati dari saluran televisi berbayar, dan bisa dinikmati secara gratis melalui aplikasi The Open melalui perangkat genggam atau komputer. Anda bisa menyaksikan aksi para pegolf terbaik dunia di hole 12, 13, dan 14 di Royal Birkdale melalui aplikasi, atau mendengarkan siaran langsung dengan komentator Richard Kauffman melalui radio @TheOpen, yang juga bisa dinikmati melalui aplikasi The Open.

Share.

Leave A Reply