Singh Berniat Membangkitkan Kenangan di Shinhan Donghae Open

0

Pegolf asal India Jeev Milkha Singh berniat membangkitkan kenangan di Shinhan Donghae Open ketika ia kembali mengikuti turnamen yang segera digelar pada Kamis besok (14/9). Ia menjuarai turnamen profesional pertamanya pada turnamen tersebut, 23 tahun silam. Sejak itu ia menjadi salah satu pegolf Asia tersukses dengan menjuarai ajang Asian Tour enam kali dan beberapa kali di Jepang dan Eropa.

”Banyak yang telah berubah sejak saya menjuarai turnamen ini tahun 1994. Hadiah uang berubah dan standar golf juga kini menjadi lebih baik. Saat saya main di sini tahun 1994 lalu, turnamen ini merupakan turnamen yang sangat penting buat saya. Dan kemenangan itu juga mengubah karier saya,” ujar Singh.

Sebagai pemain yang baru beralih profesional pada 1993, semua turnamen menjadi sangat penting baginya. Tanpa modal yang cukup besar, minim sponsor, ia berusaha keras untuk memenuhi kebutuhannya sebagai pemain pro.

”Saya menjadi merasa nyaman setelah kemenangan pertama itu dan mulai main bagus di banyak turnamen. Saya makin nyaman untuk mengikuti berbagai turnamen. Kalau tidak, Anda mesti berpikir banyak; apakah bisapergi dan main di suatu negara atau tidak; apa punya biaya untuk perjalanan atau tidak?” sambungnya lagi.

Hadiah uang kemenangan sebesar US$8.000 saat itu memberi modal penting bagi Singh untuk melambungkan kariernya.

”Selamanya saya berutang kepada sponsor, seperti Shinhan Donghae. Kemenangan itu menjadi titik balik karier saya dan saya takkan pernah melupakan hal itu,” tegas Singh.

Singh, yang juga merupakan pegolf Asia nomor satu pada 2006 dan 2008, akan berhadapan dengan sederet pemain kelas dunia, termasuk bintang Korea yang kembari bemain, Bae Sangmoon. Rekan senegaranya, yang juga merupakan juara bertahan, Gaganjeet Bhullar, plus Thaworn Wiratchant dan pegolf Malaysia Gavin Green ikut meramaikan persaingan.

Green sendiri kini memiliki percaya diri yang tinggi dan yakin akan memberi tekanan yang kuat bagi para pesaingnya ketika bermain pada turnamen edisi ke-33 di Bear’s Best Cheongna Golf Club. Keyakinannya ini turut didukung oleh performanya sepanjang musim ini, di antaranya dengan tiga kali finis di sepuluh besar, termasuk meraih runner-up di India dan China Taipei. Pegolf berusia 23 tahun inipun yakin bisa melanjutkan performa bagusnya itu untuk bisa meraih kemenangan pertamanya.

”Target utama saya pada awal musim ialah mempertahankan kartu saya. Jelas saya sudah melakukannya dan target saya kini berubah. Ranking dunia menjadi sangat penting buat saya dan peringkat Order of Merit menjadi target besar saya. Saya sudah meraih pengalaman berharga dalam enam bulan pertama dan semoga pada semester kedua musim ini hasilnya bisa lebih baik,” ujar Green.

Adapun bagi Wiratchant, Shinhan Donghae Open minggu ini menandakan kembalinya ia ke kancah Asian Tour setelah kini banyak bermain pada sirkuit Senior Tour di Eropa. Pegolf berusia 50 tahun ini akan bermain dan berusaha memperbaiki rekor 18 kemenangan yang selama ini menjadikannya sebagai pegolf dengan kemenangan Asian Tour terbanyak.

”Saya mulai bermain pada Senior Tour di Eropa sejak mulai berusia 50 tahun. Ini pengalaman baru buat saya karena kondisi bermainnya amat berbeda. Jarak di lapangan juga lebih pendek bagi orang tua seperti kami dan saya telah belajar beradaptasi dengan pengalaman bermain yang baru ini,” tutur Wiratchant.

”Tapi saya selalu senang bisa kembali main di Asian Tour, di mana saya lebih merasa akrab dengan kondisinya. Semoga saya bisa main lagi.”

Share.

Leave A Reply