Sharma di Ambang Sejarah Baru

0

Pegolf muda Shubhankar Sharma di ambang mencetak sejarah baru dalam kariernya setelah berhasil mempertahankan keunggulannya pada ajang besar World Golf Championships-Mexico Championship. Skor 2-under 69 yang ia mainkan kemarin masih cukup baginya untuk mempertahankan posisi teratas, sekaligus berpeluang melampaui pencapaian Jeev Milkha Singh.

Permainan Sharma kemarin memberinya keunggulan 2 stroke dari pegolf top sekelas Phil Mickelson, Sergio Garcia, Tyrell Hatton, dan Raf Cabrera Bello dengan total skornya, 13-under 200.  Adapun pegolf nomor satu dunia, yang juga merupakan juara bertahan, Dustin Johnson berada tiga stroke di belakang Sharma.

Jelas turnamen ini memberikan taruhan yang besar, mengingat selain meraih hadiah uang sebesar US$1,7 juta, juara pada ajang ini juga akan mendapat exemption pada PGA TOUR hingga musim 2020-2021, poin FedExCup sebanyak 550, dan ikut berpartisipasi dalam semua ajang Major, termasuk THE PLAYERS Championship musim ini. Dan hadiah tersebut jelas sangat menggiurkan bagi pegolf muda seperti Sharma.

”Jelas ini menjadi mimpi yang menjadi kenyataan bisa bermain pada turnamen seperti ini dan apalagi memimpin, sungguh fantastis. Sangat senang dengan permainan saya hari ini (kemarin) dan bisa bertahan di atas. Ada sejumlah kesalahan yang saya lakukan di green, tapi green-nya memang sulit pekan ini, jadi saya pikir tiap orang pasti melakukan beberapa kesalahan,” papar Sharma yang menjadi pegolf termuda pada pekan ini.

Ia masih berniat untuk terus melaju dan menjadi pegolf India pertama yang memenangkan ajang World Golf Championships. Ia memang gagal lolos cut dalam dua turnamen sebelum pekan di Meksiko ini, dan mungkin karena itu pulalah ia berhasrat untuk bisa menebus dua turnamen tersebut di Meksiko.

Sharma melambungkan namanya berkat gelar pertama pada bulan Desember lalu dengan kemenangan pada ajang Joburg Open. Ia kembali melanjutkan permainan istimewanya dengan memenangkan Maybank Championship Malaysia.

Sharma yang saat ini memimpin Race to Dubai dan Habitat for Humanity Asian Tour akan bermain bersama peraih lima gelar Major Mickelson dan pegolf Inggris Tyrell Hatton pada putaran final yang akan berlangsung beberapa jam menjelang. Jika menang, Sharma akan menjadi juara termuda World Golf Championships, dan menjadi pegolf Asia kedua yang melakukannya setelah Hideki Matsuyama.

Jelang bermain dengan Phil, Sharma membagikan pengalaman lucunya ketika ia bertemu Phil pada putaran ketiga kemarin. Berniat hendaka menyapa Phil di putting green sebelum putaran ketiga dimulai, pegolf Amerika tersebut memintanya menyingkir lantaran mengira Sharma seorang jurnalis.

”Jujur sja, saya dan kedi saya Baaz (Gurbaaz Mann), kami berdua menghampiri dia (Phil). Dia kira kami media dan berkata, ’Jangan sekarang, setelah putaran ini saja.’ Baru kemudian ia menyadari dan balas berkata, ’Maaf, saya kira kalian media,’ dan ia kemudian menyapa, dan saya pun menyapa kembali,” ujar Sharma.

Sharma mengaku dirinya merasa gugup kala memasuki putaran ketiga. Tapi mungkin perasaan seperti berguna buat saya dan saya kira sedikit merasa tak tenang dan sedikit gugup di tee pertama kadang tak jelek juga. Hal itu membuat Anda tetap fokus pada apa yang mesti Anda kerjakan dan berkonsentrasi semaksimal mungkin. Itu yang saya coba lakukan,” ujar pegolf yang beralih profesional saat berusia 16 tahun ini.

Sharma tumbuh dengan mengagumi banyak pemain dan menyaksikan banyak ajang Major. Ia menyebut Rory McIlroy memberinya inspirasi luar biasa ketika menjuarai US Open. ”Saya ingat saya merasa sangat terinspirasi sampai tak bisa tidur. Saya langsung pergi latihan dan memukul bola selama dua jam. Itu pengalaman sangat bagus bagi anak-anak seperti saya

Share.

Leave A Reply