Sembilan Pegolf Asia Meramaikan Persaingan di Augusta

0

Ajang The Masters Tournament yang segera dimulai hari ini (5/4) akan menjadi panggung istimewa bagi para pegolf Asia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, partisipasi pegolf Asia pada ajang ini mencapai jumlah terbanyak. Setidaknya sembilan pegolf Asia meramaikan persaingan di Augusta National Golf Club dan berusaha meninggalkan jejak penting pada ajang Major pertama ini.

Tahun ini Jepang mengirimkan kontingen terbesar, yaitu empat pegolf. Hideki Matsuyama kali ini akan ditemani oleh Satoshi Kodaira, Yuta Ikeda, dan Yusaku Miyazato. Sementara China diwakili oleh Li Haotong dan pemain amatir Lin Yuxin. Kiradech Aphibarnrat akan menjadi satu-satunya pegolf Thailand. Pun Kim Siwoo menjadi satu-satunya wakil Korea, sedangkan Shubhankar Sharma membawa bendera India berkat penampilannya yang mengagumkan.

Mari mengenal para pegolf Asia ini menjelang menyaksikan The Masters Tournament malam ini!

Hideki Matsuyama
Pegolf Asia dengan peringkat terbaik saat ini. Memasuki pekan ini ia berada di peringkat 6 dunia. Kapasitasnya sudah terlihat sejak masih amatir. Dua kali menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship memberinya pengalaman bermain di Augusta National Golf Club. Dan dua kali pula ia berhasil lolos cut dengan salah satunya meraih gelar Lowest Amateur (2011). Prestasis terbaiknya pada The Masters ialah finis di peringkat 5 pada edisi 2015. Tahun ini menjadi penampilan ketujuhnya pada ajang  Major ini.

Kiradech Aphibarnrat
Disebut-sebut berada dalam puncak permainan pada masa yang tepat. Kiradech menikmati hasil yang memuaskan dalam triwulan pertama tahun ini. Selain sukses menjuarai gelar European Tour keempatnya pada ajang ISPS HANDA World Super 6 Perth bulan Februari lalu. Ia juga menikmati hasil yang cukup bagus pada World Golf Championships-Mexico Championship dan World Golf Championships-Dell Technologies Match Play. Kini berperingkat 30 dunia, Kiradech kembali ke Augusta National untuk kedua kalinya. Sebelumnya, ia juga bermain di sini dan finis di posisi T15 pada edisi 2016.

Li Haotong
Superstar dari China ini baru saja menandatangani kontrak dengan TaylorMade Golf pada bulan Maret lalu menjadi bagian dari gelombang Asia baru yang menyerbu Tour dunia. Setelah menjuarai gelar European Tour pertamanya pada 2016, Volvo China Open, tahun ini ia meraih gelar Eropa kedua dengan mengalahkan Rory McIlroy pada Omega Dubai Desert Classic bulan Januari lalu. Prestasinya pada ajang Major ia capai setelah finis di peringkat 3 pada The Open Championship 2017. Kini berperingkat 42 dunia, Li menjadi pegolf China dengan ranking tertinggi, dan dalam usianya yang baru 22 tahun. Penampilannya pekan ini menjadi penampilan perdana bagi Li pada ajang Major prestisius ini.

Satoshi Kodaira
Menjadi salah satu pemain Asia yang akan melakoni debutnya pada The Masters Tournament hari ini. Pegolf berusia 28 tahun ini mencatatkan prestasi terbaiknya pada ajang Major ketika mengikuti US Open tahun lalu, di mana ia finis di peringkat T46. Kodaira telah mengantongi enam gelar Japan Golf Tour, yang sekaligus membantunya berada di peringkat 48 dunia.

Kim Siwoo
Menjadi fenomena baru pada PGA TOUR musim 2017 setelah menjuarai THE PLAYERS Championship, mengikuti jejak seniornya, K.J. Choi, yang melakukan hal serupa pada tahun 2011. Kala itu Kim mencatatkan rekor sebagai pegolf termuda yang pernah memenangkan THE PLAYERS Championship, yang sekaligus menjadi gelar PGA TOUR kedua baginya. Tahun 2012, ia juga mencatatkan rekor sebagai pegolf termuda yang meraih kartu PGA TOUR dalam usia 17 tahun. Ia menjadi satu-satunya pegolf Korea yang berlaga pada The Masters pekan ini. Debutnya di Augusta National ia lakukan tahun lalu, sayangnya ia gagal lolos cut. Ia memasuki ajang Major ini dalam posisinya di peringkat 51 dunia.

Yuta Ikeda
Merupakan salah satu pegolf tersukses di Japan Golf Tour dengan mencatatkan 19 gelar dari periode 2009 hingga terakhir menjuarai Japan Open pada Oktober 2017 lalu. Sejak bergabung dengan Japan Golf Tour pada 2008, setidaknya ia memenangkan satu turnamen tiap tahunnya. Pekan ini menjadi penampilan keempatnya pada The Masters Tournament setelah melakukan debut pada 2010 dan finis pada peringkat 29.

Yusaku Miyazato
Kakak dari mantan pegolf LPGA Ai Miyazato ini menikmati musim yang sukses pada Japan Golf Tour tahun lalu. Ia memenangkan empat gelar dalam rentang April hingga Desember. Prestasi ini menempatkan dirinya sebagai pemenang Order of Merit di Tour dalam negerinya tersebut. Ia mencapai peringkat 50 besar dunia setelah finis di peringkat 4 pada Indonesian Masters tahun lalu sehingga memberinya tiket untuk berlaga pada The Masters Tournament untuk pertama kalinya. Saat ini berperingkat 59 dunia, Miyazato mencatatkan posisi terbaiknya dengan finis T23 pada ajang US Open 2016.

Shubhankar Sharma
Mendapat undangan khusus untuk mengikuti The Masters Tournament setelah menikmati serangkaian prestasi membanggakan. Dua kali menjuarai ajang European Tour—Joburg Open dan Maybank Championship—Sharma menunjukkan prestasi luar biasa ketika menjadi pegolf pertama yang memimpin pada ajang World Golf Championships-Mexico Championship dalam dua dan tiga putaran pertama. Baru-baru ini ia mengikat kontrak dengan Nike Golf untuk jangka panjang—sekaligus menjelaskan penampilannya pada jumpa pers hari Selasa lalu. Saat ini Sharma memimpin Race to Dubai European Tour dan Habitat for Humanity Standings Asian Tour. Dalam usia 21 tahun, ia menjadi pegolf India dengan peringkat dunia terbaik, 72.

Lin Yuxin
China telah menorehkan sejumlah prestasi istimewa pada ajang The Masters. Guan Tianlang menciptakan sejarah ketika dalam usianya yang masih 14 tahun sukses menjadi pegolf termuda pertama yang bermain di Augusta National Golf Club, sekaligus pegolf termuda pertama yang lolos cut pada edisi 2013. Lin Yuxin mengikuti jejak Guan dengan menembus The Masters setelah menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship.  Salah satu kekuatan masa depan China ini akan menikmati debutnya bersama  seniornya, Li Haotong.

Share.

Leave A Reply