Saxon Menyalip Zhang dan Menjuarai Guilin Championship

0

Pegolf Amerika Serikat Charlie Saxon menyalip Zhang Jin dan menjuarai Guilin Championship setelah mencatatkan keunggulan satu stroke dari pegolf tuan rumah tersebut. Kemenangan luar biasa ini sekaligus menyamai rekor Dou Zecheng, yang kini menjadi pegolf PGA TOUR, yang berhasil mencatatkan empat kemenangan dan menjadi pegolf dengan gelar PGA TOUR Series-China terbanyak sejak tur ini dimulai pada 2014.

Memulai putaran final dengan tertinggal satu stroke dari Zhang, Saxon membuka jalan bagi kemenangannya kali ini dengan meraih birdie di hole 2 dan hole 3 dan berbalik unggul dua stroke dari Zhang. Zhang sendiri harus merelakan dirinya disalip lantaran mendapat bogey di hole ketiga.

Meski keduanya sama-sama mendapat bogey di hole 6, Saxon berhasil mempertahankan keunggulan dengan birdie di hole 10 dan 14. Namun, pertandingan semakin menarik setelah Zhang berhasil menorehkan birdie di hole 13, 16, dan 17, yang sekaligus meningkatkan tensi pertandingan hingga hole terakhir.

Zhang membutuhkan birdie untuk memastikan kemenangannya, tapi ia justru gagal mendapatkan birdie setelah Saxon mencatatkan par di hole pamungkas tersebut. Kemenangan pun akhirnya diraih oleh Saxon.

Pukulan kedua Saxon di hole 18 sebenarnya sempat meleset dari green sehingga ia terpaksa melakukan up-and-down yang sulit. Tapi di sini ia menunjukkan kualitasnya sebagai juara. Chipping-nya mengantarkan bola tujuh kaki mendekati lubang, yang membantunya untuk memaasukkan putt bernilai par.

”Para penonton sungguh fantastis dan sangat menyenangkan bermain di depan begitu banyak orang. Jelas ini merupakan salah satu penonton terbaik yang pernah saya alami selama bermain di China,” tutur Saxon.

”Saya merasa sangat prima dengan permainan saya saat ini dan merasa penuh percaya diri,” tutur Saxon lagi, sembari berniat untuk memperkukuh posisinya di puncak Order of Merit. Jelas ia berpeluang melakukan hal tersebut, mengingat turnamen yang akan dilangsungkan pekan berikutnya, Kunming Championship, akan digelar di lapangan favoritnya, Yulongwan Golf Club.

Kisah kegagalan Zhang merupakan kisah kegugupan lainnya dari sebuah turnamen golf. Tidak mengherankan memang, mengingat inilah pertama kalinya bagi Zhang untuk bermain di grup terakhir.

”ini merupakan pertama kalinya saya bermain di grup terakhir pada Tour ini. Kalau bisa memainkan tujuh hole pertama dengan lebih baik, saya pikir saya berluang untuk menang,” tutur Zhang yang beralih pro pada Oktober 2014.

Ia pun memuji penampilan Saxon yang berhasil tampil luar biasa dalam dua putaran terakhir. Melihat contoh sempurna ini, plus dengan fakta bahwa ia kini telah merasakan bagaimana rasanya berada di grup pamungkas, Zhang pun mengaku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga.

”Semoga saja saya bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk bermain di grup pamungkas dan semoga saya bisa melakukannya dengan lebih baik,” tutur Charlie.

Share.

Leave A Reply