Rencana yang Sama dan Thitikul Terus Melaju

0

Terkadang memang membosankan mendengarkan para pegolf, profesional maupun elit amatir, menuturkan rencana permainan mereka. Umumnya mereka akan menjawab, ”Rencana saya buat besok tetap sama, memukul ke fairway, memukul ke green, berusaha mendapatkan peluang birdie.”  Tapi memang begitulah adanya, dan memang begitulah yang harus mereka lakukan sepanjang pekan.

Banyak alasan mengapa mereka selalu mengungkapkan hal yang sama. Mungkin ingin segera relaks sebelum kembali latihan sejenak, mungkin juga mereka belum memikirkan strategi spesifik untuk permaian besok, mengingat posisi pin akan berubah lagi. Tapi ketika bertemu dengan pemain remaja berusi 15 tahun seperti Atthaya Thitikul, kita bisa memahami jawaban tersebut.

”Pemain yang masih muda usia umumnya belum memiliki manajemen lapangan yang matang,” tutur Roongroj Boonsri, kedi yang menemani Thitikul berlaga pada ajang HSBC Women’s World Championship pekan ini.

Boonsri memainkan peranan yang sangat penting dalam karier golf Thitikul, yang baru genap berusia 15 tahun pada pekan ia menjuarai Women’s Amateur Asia-Pacific, persis seminggu sebelum ajang LPGA Tour dimainkan di lapangan yang sama, Sentosa Golf Club, New Tanjong Course. Boonsri juga yang menemani Thitikul mencatatkan rekor menjadi pegolf termuda yang menjuarai ajang profesional di Tour utama mana pun, melampaui rekor Lydia Ko, ketika memenangkan Ladies European Thailand Championship di Pattaya, Thailand bulan Juli 2017 lalu.

Meskipun turnamen profesional bukanlah hal yang baru bagi Thitikul, hasil terbaiknya itulah yang berhasil melambungkan namanya. Tahun lalu ia pun berhasil main dalam dua ajang Major: RICOH Women’s British Open dan The Evian Championship. Ia memang gagal lolos cut pada ajang Major pertamanya, tapi pada Evian Championship, ia finis di peringkat T64 setelah bermain 218 dalam tiga hari.

Thitikul, yang juga sempat menjuarai Pondok Indah International Junior Golf pada bulan Desember 2017 lalu, kembali mencatat sejarah dengan menjadi juara perdana Women’s Amateur Asia-Pacific lewat kemenangan dramatis. Kemenangan ini pulalah yang membuatnya berhak mendapat tempat bermain bersama para pegolf LPGA Tour.

Putaran pertamanya ia awali dengan skor 2-under 70 berkat 6 birdie, 2 bogey, dan satu double bogey. ”Mungkin turnamen yang berbeda, dan pemain yang juga berbeda membuatnya lebih sulit. Jadi, memang lebih berbeda,” ujarnya sehabis putaran pertama itu.

Sementara pada hari kedua ia hanya bermain 1-under 71, pada putaran ketiga tadi ia mencatatkan skor 4-under 68 berkat birdie di hole 3, 8, serta 16 dan 17. Istimewanya lagi, ia juga tidak membukukan bogey atau double bogey, seperti pada dua putaran sebelumnya.

Tapi menjawab rencana permainannya besok (4/3), Thitikul tidak menyebut rencana yang spesifik. ”Hanya rencana yang sama dan terus main dan tetap tersenyum di lapangan dan akan tetap senang (skor) apa pun yang akan terjadi,” tuturnya.

Dari perspektif Boonsri, ia tidak memiliki rencana apa-apa untuk putaran final besok. Memang, pada akhirnya bosnyalah yang bermain dan memutuskan hendak memainkan pukulan seperti apa dan club yang mana.

Boonsri mengungkapkan, dirinya memberi Thitikul banyak kebebasan dan membiarkan semuanya mengalir. ”Terkadang dia gampang melalaikan sesuatu, tapi tidak apa-apa karena dia mendapatkan semangat karena bermain dengan para pemain kelas dunia,” ujar Boonsri lagi.

Jelas pengalaman seperti pekan ini akan sangat bermanfaat bagi Thitikul. Melihat para pegolf papan atas bermain bersamanya menegaskan langkahnya untuk golf.

”Saya pikir dia masih bisa terus berkembang. Tapi saat ini dia memang masih terlalu muda. Dia belum bisa dibandingkan dengan para pemain lain yang sudah bermain secara profesional selama 5-6 tahun. Dia belum tahu banya soal rencana permainan. Dan begitu dia bisa lebih memahami hal itu, dia akan terus maju,” tutur Boonsri.

Dan ini menjadikan kombinasi Thitikul dan Boonsri menjadi sangat ideal. Thitikul dengan semangatnya dan kepolosan khas gadis remaja 15 tahun, dipadukan dengan Boonsri yang kaya pengalaman—menjadi kedi bagi Boonchu Ruangkit, Prom Meesawat, bahkan pemain European Tour seperti Nicholas Colsaerts. Hasilnya pun terlihat pada akhir putaran ketiga. Total skor 7-under 209 dan untuk sementara berada di peringkat T12.

Memang posisinya masih jauh dari pimpinan klasemen sementara, Nelly Korda, yang mencatatkan total skor15-under 201. Namun, peluang Thitikul untuk masuk sepuluh besar akan sangat terbuka. Tapi tentu saja kita mesti melihat hasilnya besok.

Share.

Leave A Reply