Posisi George Turun Tiga Peringkat

0

George Gandranata kembali bermain even par ketika mengakhiri putaran ketiga Taifong Open, ajang Asian Development Tour yang pekan ini dimainkan di Taifong Golf and Country Club, Taiwan. Dengan total skor 3-under 213, posisi George turun tiga peringkat dari putaran kedua.

Meskipun kembali mencatatkan skor 72 permainannya pada hole-hole terakhir menunjukkan performa menjanjikan menuju putaran final yang akan dimainkan besok (25/6).

Selama 13 hole pada putaran ketiga hari ini (24/6), George hanya mencatatkan 3 bogey di hole 6, 11, dan 12. Namun, memasuki hole 14, ia menambah koleksi birdie-nya dan perlahan-lahan memperbaiki permainannya.

”Saya tidak berhenti percaya kalau saya bisa melakukannya (mendapat birdie),” ujar George.

George melanjutkan, bogey yang ia dapatkan di hole 11 dan 12 di antaranya ia dapatkan lantaran melakukan half shot sehingga. ”In between club dan kontaknya jelek sehingga bola malah masuk bunker,” ujarnya.

Keputusannya untuk melakukan full swing pada sisa hole yang ia mainkan ternyata membuahkan hasil. Bermain lebih agresif, ia meraih birdie pertamanya hari ini di hole 14.

Dua hole terakhir di Taifong Golf and Country Club adalah dua hole par 5. Dan George melihatnya sebagai kesempatan untuk setidaknya mendapatkan satu birdie lagi. Alih-alih satu, ia menutup putaran ketiga dengan tambahan dua birdie lagi.

Meski untuk sementara George berada di peringkat ke-15, bersama pegolf tuan rumah Yeh Yu-chen, ia masih berpeluang untuk finis di posisi yang lebih baik lagi.

Sementara itu, putaran ketiga hari ini praktis menjadi milik pemain Thailand lainnya, yaitu Pannakorn Uthaipas. Pegolf yang akrab disapa Hai ini kembali mencatatkan 5-under 67, seperti pada putaran kedua dan untuk sementara memiliki keunggulan dua stoke dari empat pegolf lainnya.

Permainannya hari ini, di antaranya, ditandai dengan lima birdie dan dua bogey, plus sebuah eagle yang ia lakukan di hole 18. Pannakorn mengaku pukulan approach-nya hari ini jauh dari ideal. Namun, permainan short game yang prima membantunya untuk berada di posisi puncak.

”Putting saya sangat bagus hari ini. Saya juga merasa nyaman dengan short game saya. Sejumlah pukulan kedua saya memang meleset, tapi saya masih bisa memperbiakinya dengan chipping dan putting,” ujarnya.

Pannakorn sendiri memang memiliki kenangan yang cukup bagus bermain pada turnamen ini. Pada tahun 2014, ia sempat menjadi salah satu runner-up. Ia menyebut pukulan tee menjadi sangat penting untuk bermain di lapangan ini.

”Saya sangat menyukai apangan ini. Entah kenapa. Saya tahu lapangan ini sangat menantang, tapi saya menyukainya tiap kali kembali main di sini,” ujar Pannakorn lagi, yang sudah beberapa kali nyaris menjadi juara.

”Semoga saja pengalaman itu bisa membantu saya meraih gelar ADT pertama,” tutup Pannakorn.

Share.

Leave A Reply