Phachara Memimpin Maybank Championship Bersama Bertasio

0

Pegolf muda sensasional asal Thailand Phachara Khongwatmai menuntaskan putaran kedua Maybank Championship dengan memimpin bersama pegolf Italia Nino Bertasio pada ajang co-sanction Asian Tour dan European Tour tersebut.

Pada putaran kedua kemarin (2/2), pegolf berusia 18 tahun ini membukukan 7-under 65 dan bermain tanpa bogey. Ia mencatatkan tujuh birdie untuk menembus jajaran atas pada turnamen yang kali ini dimainkan di Saujana Golf and Country Club, di mana lima di antaranya ia bukukan secara berturut-turut mulai hole 11-15.

”Saya sangat gembira dengan skor saya. Rencana saya ialah bermain under setiap hari dan bermain menghadapi lapangan,” ujar Phachara.

Bintang EurAsia Cup ini mengaku belajar banyak dari Hideto Tanihara, rekan mainnya pada ajang dua tahunan tersebut.

”Rekan saya Hideto Tanihara mengajari saya banyak hal dan menenangkan saya karena saya sangat gugup,” tuturnya.

Phachara, yang berarti ”berlian” dalam bahasa Thai, masih mencari kemenangan pertamanya baik pada kancah Asian Tour maupun European Tour. Ia telah menikmati sejumlah prestasi, termasuk menjadi pegolf termuda yang menjuarai turnamen profesional ketika berusia 14 tahun. Ketika berusia 15 tahun, ia juga menjadi pegolf termuda yang menjuarai ajang Asian Development Tour.

Tahun lalu ia juga membukukan skor 65 pada putaran pertama, namun akhirnya harus finis di peringkat T20. Tak heran jika kemudian Phachara bersikap untuk tidak melebih-lebihkan skornya dalam dua hari ini.

”Saya tak mau berpikir jauh atau membandingkan skor saya dengan pemain lain, apalagi ini baru putaran kedua. Turnamen ini masih belum selesai,” ujarnya.

Ini merupakan kali pertama baginya untuk menjadi pemimpin klasemen pertama dalam sebuah turnamen. Jika ia bisa mempertahankan putting, yang menjadi kunci permainannya pada hari kedua, hasil akhir pada putaran final bisa jadi berbeda.

Torehan istimewa tersebut memang tidak hanya menjadi milik Phachara. Pegolf asal Italia Nino Bertasio juga membukukan skor 7-under 65 pada hari kedua kemarin. Catatan skor 11-under 133 itu membuatnya berbagi peringkat teratas dengan Phachara.

Sama seperti Phachara, Bertasio juga sedang mencari gelar perdananya. Kemarin ia membukukan delapan birdie dan satu bogey untuk berbagi posisi teratas.

”Sebenarnya cukup mudah mendapat bogey di sini. Green-nya cukup sulit dan saya pikir saya hanya meleset memukul ke tiga green, jadi saya pikir saya membuat (skor) menjadi cukup mudah,” ujar Bertasio yang memaksimalkan hole-hole par 5.

Sebelumnya, pegolf asal Inggris Lee Westwood mencatatkan skor fenomenal pada putaran kedua kemarin. Ia membukukan sebelas birdie dan satu bogey untuk melambungkan posisinya ke jajaran atas, setelah pada putaran pertama hanya membukukan even par.

Westwood memang tidak asing dengan Malaysia. Tahun 1997, ia pernah memenangkan Malaysian Open yang kala itu juga digelar di Saujana Golf and Country Club. Di Asia sendiri ia telah memenangkan sembilan gelar, termasuk tiga gelar Indonesian Masters. Dan kali ini ia berpeluang untuk kembali menang di lapangan di mana sebelumnya ia merupakan touring pro dari 1996-1999.

Statusnya sebagai pro di lapangan ini selama rentang waktu tersebut ia akui sebagai salah satu keunggulannya.

”Senang bisa kembali masuk dalam perburuan juara, apalagi di lapangan yang sudah sangat saya kenal ini. Saya memenangkan Malaysian Open di sini 21 tahun lalu, dan telah memenangkan turnamen ini. Dulu saya juga touring pro di lapangan ini, jadi mungkin saya sudah memainkan lapangan ini lebih banyak ketimbang yang lainnya, jadi saya tahu mesti memukul ke mana,” ujar Westwood.

Sayangnya, satu-satunya wakil Indonesia, Rory Hie, gagal melangkah ke putaran akhir pekan. Rory sebenarnya membukukan hasil yang lebih baik pada putaran kedua kemarin. Rory bermain 3-under 69 dan performa putting-nya juga lebih baik daripada putaran pertama.

Bermain dari hole 10, ia sempat membukukan 1-under pada sembilan hole pertamanya. Peluang untuk melaju ke putaran ketiga dan keempat sepertinya mulai terlihat ketika ia mendapat birdie di hole kesepuluh. Ia menambah dua birdie lagi di hole 6 dan 7 untuk 4-under. Namun, ketika Rory membutuhkan tiga birdie lagi di sisa tiga holenya, mengingat batas cut-off pada 4-under, ia justru mendapat bogey di hole 8.

Share.

Leave A Reply