Persaingan Sengit pada Putaran Final

0

Putaran final Yeangder Tournament Players Championship yang akan berlangsung Minggu (8/10) akan berlangsung seru setelah tiga pegolf berada di puncak klasemen setelah putaran ketiga berakhir. Lu Wei-chih, Ajeetesh Sandhu, dan Johannes Veerman sama-sama mengumpulkan skor 10-under 206.

Pegolf tuan rumah, Lu Wei-chih membukukan birdie di hole terakhir untuk kembali mencatatkan 3-under 69 pada ajang Asian Tour yang memperebutkan total hadiah sebesar US$500.000.

Pegolf berusia 38 tahun ini sempat mengalami operasi otak untuk mengangkat tumor yang belum ganas pada 2012. Namun, tahun lalu ia berhasil menjuarai Mercuries Taiwan Masters, dan kini berpeluang untuk bisa menjuarai ajang Yeangder TPC untuk kedua kalinya.

”Saya berusaha memainkan permainan saya tanpa berharap apa-apa. Saya mempertahankan tempo sepanjang 18 hole,” tutur Lu. ”Kami bermain pagi dan kondisinya ternyata lebih berangin dan lebih sulit diprediksi. Saya mesti berhenti beberapa kali sebelum memukul bola.”

Tahun 2011 lalu, ketika memenangkan turnamen ini, Lu berjuang mengatasi defisit lima stroke. Kemenangannya kala itu merupakan kemenangan terakhirnya setelah ia didiagnosis menderita tumor di otaknya.

Meskipun berpeluang menang, Lu mengaku tak ingin berpikir soal memenangkan turnamen ini. Ia menilai putaran final sebagai hari yang berbeda dan bersiap untuk beradaptasi dengan kondisi yang berbeda juga.

Sementara itu, pegolf India Ajeetesh Sandhu dan pegolf AS Jonathan Veerman tengah mencari gelar Asian Tour pertama mereka. Masing-masing bermain dengan skor 68 dan 70 untuk mencatatkan total skor yang sama dengan Lu.

Bagi Sandhu, ini bukan pertama kalinya ia berada dalam perburuan gelar juara. Pada Tour lokal di India, ia telah beberapa kali berada di posisi yang sama. ”Untuk itulah Anda berlatih, untuk bersaing merebut gelar dan pekan ini tidak berbeda,” ujarnya.

Meski bukan yang pertama kalinya ia bermain di sini, Sandhu mengaku permainannya kali ini jauh lebih baik. Menurutnya, salah satu kuncinya ialah pengalamannya yang sering bermain di Jepang sehingga membantunya memperhitungkan arah angin.

”Tentu akan menyenangkan jika bisa menang besok. Kemenangan akan memberikan banyak kesempatan dan membuka banyak pintu,” tambahnya. ”Tapi saya akan berusaha dan memainkan permainan saya sendiri dan melihat bagaimana hasilnya.”

Peluang menang juga masih terbuka bagi Veerman, pemenang Order of Merit Asian Development Tour musim lalu. Sayang permainannya pada hari ketiga dirusak oleh double bogey yang ia peroleh di hole 17.

”Saya main bagus sebelum dapat double bogey itu. Saya hanya kena satu bogey dan memainkan permainan yang konsisten,” tuturnya. ”Saya berbagi posisi teratas dan merasa nyaman. Bakal terjadi persaingan sengit nanti.”

Satu-satunya bendera Indonesia pekan ini dijunjung oleh Rory Hie. Rory yang berhasil lolos cut setelah mengumpulkan total skor 144 merasakan beratnya bermain di Linkou International Golf and Country Club di Taipei. Setelah bermain 73 pada hari kedua, kali ini ia hanya bisa membukukan satu birdie di hole pertamanya, dan justru mendapat enam bogey. Untuk sementara ia berada di peringkat T67.

Share.

Leave A Reply