Peradol dan Veerman Pegang Kendali

0

Peradol Panyathanasedh dari Thailand dan Johannes Veerman dari Amerika Serikat berbagi puncak klasemen putaran pertama Yeangder Tournament Players Championship hari ini (5/10). Keduanya berada di posisi teratas pada turnamen yang memperebutkan hadiah sebesar US$500.000 ini setelah sama-sama membukukan 5-under 67.

Nama Peradol memang belum terlalu dikenal. Namun, performanya nyaris sempurna dengan mencatatkan 5 birdie dan tanpa sekalipun mendapat bogey, membawanya ke puncak klasemen. Hasil tersebut di antaranya ia peroleh lantaran kemampuannya memukul lurus dan berhasil memukul bola ke 12 dari 14 fairway.

”Semuanya terasa sempurna buat saya. Saya meleset memukul ke beberapa green, tapi saya berhasil melakukan up-and-down untuk mendapat par dan itulah yang memberi percaya diri buat saya,” tutur Peradol.

Pegolf berusia 28 tahun ini sebelumnya menggunakan nama Varut Chomchalam. Namun, setelah ayahnya didiagnosis terkena kanker, atas saran biksu di kuil yang ia dan keluarganya kunjungi, ia pun mengganti nama untuk memberi keberuntungan.

Bulan lalu ia berhasil menjuarai turnamen di Thailand sebagai kemenangan pertamanya dalam tujuh tahun.

”Saya merasa lebih percaya diri karena ingin lebih banyak lagi bermain golf.” ujarnya. ”Sebelumnya, saya selalu merasa kesal, tapi kini pikiran saya berubah setelah berdiskusi dengan instruktur kebugaran saya. Ia sungguh memotivasi saya untuk melakukan hal yang baik dan main golf lagi.”

RD 1 Johannes Veerman

Tak seperti Peradol, Veerman mencatatkan skor 67 setelah mencatatkan enam birdie dan sebuah bogey. Pegolf berdarah Indonesia ini memiliki kenangan manis di China Taipei ketika meraih gelar Asian Development Tour (ADT) pertamanya tahun lalu, yang membantunya menjuarai Order of Merit ADT.

”Pukulan saya sangat bagus dan saya bisa mempertahankan bola tetap di fairway dan bisa memukul ke green untuk dua putt. Konstensi menjadi kunci di sini,” ujar Veerman menyinggung permainannya hari ini.

”Saya mengawali dengan mendapat birdie dan birdie, jadi hasil itu amat membantu. Kalau mengawali dengan bogey, Anda bakal merasa gugup. Tak mudah main di sini, jadi Anda mesti percaya diri—bahwa Anda bisa melakukan swing dan putting dengan baik,” sambung Veerman yang tengah mengincar gelar Asian Tour pertamanya.

Ia mengaku angin sangat bermain di lapangan Linkou International Golf and Country Club. Menurutnya, angin sedikit berputar lantaran banyak pepohonan. ”Saya yakin bola tidak akan banyak berubah arah jika bisa memukul di atas pohon. Itu sebabnya saya sering memukul tinggi-tinggi,” tuturnya lagi.

Yeangder TPC kali ini turut diikuti oleh dua pegolf terbaik Indonesia, Rory Hie dan Danny Masrin. Rory yang bermain melalui kategori PGA Country Exemption membukukan 1-under 71. Ia mendapatkan birdie di hole pertamanya—Rory memulai dari hole 1—dan hole 8. Sempat mendapat bogey di hole 14, hole 15 ia kembali mencatatkan birdie. Ia kembali mendapat bogey di hole 16, namun bisa mendapat par di dua hole terakhirnya. Dengan skor 71, ia untuk sementara berada di posisi T22.

Adapun Danny harus puas bermain 4-over 76. Bermain dari hole 10, ia sempat mendapat dua birdie di hole 15 dan 18, dengan satu bogey di hole 17. Memainkan sembilan hole terakhir, ia kembali mendapat birdie di hole 1. Sayangnya, ia mendapat dua double bogey di hole 3 dan 5, plus dua bogey di hole 6 dan 8.

Share.

Leave A Reply