Pengalaman Kuliner Autentik dan Berkelas

0

Sampai saat ini, mungkin tak banyak orang Indonesia yang menjadikan Myanmar sebagai salah satu destinasinya. Tapi kunjungan kami ke negara berjulukan ”The Golden Country” ini terbukti menjadi kunjungan yang luar biasa. Agenda yang padat untuk Leopalace21 Myanmar Open pada Januari 2017 memang membuat pilihan kami menjadi sulit. Namun, keputusan untuk mengunjungi Belmond Governor’s Residence di Yangon, Myanmar terbukti sebagai pilihan sempurna yang memberi pengalaman kuliner autentik dan berkelas.

Properti yang didominasi oleh kayu jati pada bangunan utamanya ini memiliki sentuhan kolonial Inggris. Dibangun pada era 1920-an oleh Samuel dan Carapiet Balthazar, mansion ini kemudian dijual kepada pihak pemerintah pada 1952 untuk menjadi kediaman resmi gubernur. Dan sejak 1990-an, properti ini diubah menjadi sebuah hotel mewah dan menjadi bagian dari Belmond sejak 2006.

Kesan klasiknya sangat kami rasakan saat memasuki lobi. Sebuah gong akan dibunyikan untuk menandakan kedatangan tamu, menjadikan siapa pun yang datang merasa sangat dihormati. Kami diantar melewati koridor panjang yang menghubungkan area lobi ke bangunan utama.

Sebagian besar ulasan akan menyebut pelayanan prima sebagai salah satu ciri khas di sini, dan kami penasaran akan kebenaran itu. Anda mungkin mengira kami mendapat perlakuan istimewa karena berniat menulis tentang tempat ini—kami pun mengira demikian! Tapi malam itu kami beruntung danmenyaksikan asumsi tersebut keliru.

Karena ini kunjungan pertama kami ke Myanmar, cita rasa lokal menjadi sasaran kami. Dan kami bisa bilang, Belmond Governor’s Residence merupakan tempat yang tepat untuk memulai petualangan kuliner otentik Myanmar yang berkelas.

GRS-REST-02-small

Burmese Curry Table, yang terletak di lantai dua, sangatlah ramai malam itu. Dan kami melihat betapa luwesnya para staf yang bertugas di restoran bergaya buffet ini. Tak hanya luwes, mereka dengan sabar memberi penjelasan dan melayani para tamu internasional yang bersantap malam di sana.

Anda bisa menikmati beragam salad Myanmar di sini. Saat kami berkunjung, beberapa opsinya di antaranya Seaweed Salad, Tomato Salad, Egg Plant Salad, atau Ginger Salad.

Selain itu, beragam opsi kari bisa Anda nikmati di sini. Beberapa yang kami jumpai di antaranya Chicken Curry, Mutton Curry, Pork Curry, dan Beef Curry.

Nasi—selain mie tepung dan mie beras, bihun—merupakan makanan utama di Myanmar, seperti halnya masyarakat Asia Tenggara pada umumnya. Tak heran jika selain nasi putih, ada pula nasi uduk alias steamed rice coconut milk.

Sejumlah Live Station di sini siap melayani Anda. Shan Noodle Live Station akan menyiapkan ragam mie, sedangkan Grill Live Station akan memanggangkan ikan—Myanmar juga dikenal dengan sea food-nya—dan daging.

GRS-REST-INT-01-small

Burmese Curry Table hanyalah salah satu spot untuk bersantap di Belmond Governor’s Residence. Selain itu, ada Mandalay Restaurant, yang juga menawarkan beragam santapan khas Myanmar, plus sejumlah menu khas Eropa. Kipling’s Bar menyuguhkan atmosfer bersantai dengan beragam wine, koktil, serta teh dan kopi berkualitas.

Selain itu, ada pula Cigar Corner. Parapenikmat cerutu akan dimanjakan dengan beragam opsi cerutu premium, seperti Davidoff, Patoro, Cohiba, dan Partagas.

Kami merasa puas dengan ragam sajian, nuansa klasik, keramahtamahan, dan tentunya sosok Ricardo Lujan, Food & Beverage Director di Belmond Governor’s Residence, yang menemani kami menikmati suguhan autentik ini.

Share.

Leave A Reply