Penantian Panjang Itu Berakhir

0

Rahil Gangjee meraih gelar Asian Tour pertamanya pada 2004. Kala itu ia menunjukkan kualitas permainan luar biasa dengan mengalahkan jagoan Eropa yang juga merupakan bintang Ryder Cup: Phillip Price, Ian Woosnam, dan Nick Faldo. Setelah itu, ia tak kunjung mengangkat trofi. Kini penantian panjang itu berakhir.

Gangjee bersaing ketat dengan pegolf Korea Kim Hyungsung yang juga tengah absen juara sejak terakhir memenangkan gelar Japan Golf Tour pada 2015. Memulai putaran final dengan tertinggal dua stroke, pegolf senior berusia 39 tahun ini tampaknya bakal memperpanjang penantiannya ketika di sembilan hole pertama justru bermain 1-over lantaran mendapat dua bogey dan hanya satu birdie. Namun, empat birdie di tujuh hole terakhir terbukti luar biasa.

Performa Gangjee ketika turnamen berlangsung hingga menuntaskan dengan kemenangan memang istimewa. Ia sempat mengungkapkan betapa frustrasinya ia dalam putaran latihan. Birdie itu menjadi sesuatu yang luar biasa sulit. Tapi empat putaran yang ia mainkan dan kini ia kembali menjadi juara dan berhak mendapat exemption dua tahun di dua Tour: Asian Tour dan Japan Golf Tour.

”Sudah 14 tahun berlalu. Saya sudah berada di situasi (nyaris juara) ini beberapa kali, tapi jelas saya belum sanggup memaksimalkan kesempatan itu sampai hari ini (4/22),” ujar Gangjee.

Skor 3-under 68 yang ia bukukan sudah cukup untuk menobatkannya sebagai juara, mengingat mantan bintang EurAsia Cup Kim Hyungsung hanya bisa bermain 1-under 70. Ia malah dikejar oleh rekan senegaranya Hwang Junggon yang membukukan skor 5-under 66 dan akhirnya finis di tempat kedua bersama Kim.

Keberhasilan ini bagi Gangjee adalah bagian yang luar biasa, sekaligus mengejutkan dirinya sendiri. Selain fakta bahwa ia kesulitan ketika melakukan putaran latihan, penantian selama 14 tahun itu adalah sesuatu yang sangat menyiksa.

”Penantian 14 tahun itu adalah sesuatu yang sangat berat dan hal yang bahkan membuat saya terkejut ialah bahwa saya masih terus bermain,” ujarnya. ”Semua orang memainkan peranannya dalam menolong saya: kedi saya, ibu saya, ayah saya, istri saya, sahabat-sahabat saya. Tapi yag lebih penting lagi ialah bahwa Anda menginginkan (kemenangan) itu.”

Gangjee tak hanya membawa pulang hadiah uang sebagai juara Panasonic Open Golf Championship. Ia juga membawa pulang hadiah US$50.000 tambahan lantaran kemenangan itu melambungkan posisinya ke peringkat kedua pada Panasonic Swing Series. Rangkaian turnamen yang terdiri atas lima turnamen ini—Thailand Open, Panasonic Open India, Indonesian Masters, Maybank Championship, dan berakhir pada ajang yang dilangsungkan di Ibaraki Country Club ini—memang menyediakan hadiah uang bagi tiga pegolf berperingkat teratas.

Shiv Kapur berhasil memenangkan Panasonic Swing Series ini setelah mengumpulkan poin terbanyak, yaitu 2.922,90. Dengan demikian, Kapur membawa pulang hadiah sebesar US$70.000 plus exemption mengikuti ajang European Tour musim ini. Tempat ketiga akhirnya diambil oleh Rattanon Wannasrichan setelah finis T4 di Jepang.

Bintang asal Indonesia Danny Masrin juga berhasil menuntaskan petualangannya di Jepang dengan finis sendirian di peringkat 60. Bukan posisi yang patut dibanggakan memang, namun ini menjadi catatan terbaiknya di Ibaraki Country Club setelah tahun lalu ia tidak berhasil melaju hingga putaran final. Danny menuntaskan turnamen tersebut dengan total 4-over 288 lantaran bermain 78 pada hari terakhir.

Share.

Leave A Reply