Pegolf Korea Jeong Yunji Samai Perolehan Atthaya

0

Pegolf Korea Jeong Yunji menyamai perolehan skor Atthaya Thitikul dan untuk sementara keduanya sama-sama menempati posisi teratas pada akhir putaran kedua Women’s Amateur Asia Pacific yang berlangsung pada hari ini (22/2).

Remaja berusia 17 tahun tersebut tadi membukukan skor 4-under 67 berkat empat birdie dan tanpa bogey pada putaran keduanya.

”Saya senang bisa main tanpa bogey, tapi saya juga tidak cukup puas soalnya saya kesulitan dengan putting saya,” tutur Jeong dengan nada yang halus. ”Kalau saja putting saya bagus, saya bisa saja main dengan 7-under atau 8-under. Ada banyak kesempatan untuk melakukannya.”

Sementara itu, meskipun kartu skornya kali ini lebih ramai ketimbang ketika membukukan skor 65 pada putaran pertama, Atthaya Thittiku masih menunjukkan permainan yang tanpa rasa gugup sekalipun. Pembawaannya sepanjang putaran kedua tadi menunjukkan bahwa ia, seperti yang ia ungkapkan usai putaran pertama kemarin, memang tidak memikirkan gelar juara dan hanya ingin bersenang-senang dan menikmati permainannya.

Hari ini Atthaya membukukan skor even par 71. Ia sebenarnya hanya meleset dari satu green in regulation di sembilan hole pertamanya dan memasukkan birdie dari jarak 10 kaki untuk mencatatkan par di hole 5. Tapi ia juga mendapat bogey di hole ketiga dan ketujuhnya. Bogey di hole 12 membuat catatan skornya turun menjadi 4-under. Beruntung ia membukukan birdie di hole 16 dan 17.

”Saya merasa dalam kondisi bagus, hanya saja lokasi pin hari ini sangat susah. Tapi saya berhasil bangkit. Saya mengamankan par di hole 15 dan itulah yang memberi saya percaya diri sehingga berhasil membuat birdie di hole 16 dan 17. Semuanya kembali berjalan dengan baik, hanya putter saja yang kurang bagus di Sembilan hole pertama,” ujar Thitikul yang telah meraih medali emas SEA Games untuk beregu dan individu di Malaysia bulan Agustus lalu.

Sebulan sebelumnya, ia jug menorehkan prestasi fenomenal dengan menjadi pegolf termuda yang menjuarai ajang Ladies European Tour. Catatannya itu sekaligus mengalahkan rekor Lydia Ko dalam selisih 17 bulan sebagai pegolf termuda yang menjuarai turnamen profesional dalam Tour utama.

Pekan ini ia juga ditemani oleh kedi berpengalaman Roonroj Boonsri. Boonsri sendiri telah menjadi kedi bagi sejumlah bintang asal Thailand, seperti Boonchu Ruangkit dan Prom Meesawat, serta bintang LPGA Tour Ariya dan Moriya Jutanugarn.

”Imajinasinya sama dengan saya. Dia lucu dan relaks, dan selain ketika hendak melakukan pukulan, kami tidak mengobrol apa pun soal golf,” puji Thitikul tentang kedinya tersebut.

Jeong dan Thitikul hanya berjarak satu stroke dari Lois Kaye Go dari Filipina dan pegolf Korea Selatan lainnya Cho A-yean yang masing-masing bermain dengan skor 67 dan 68 dan total skor 5-under 137.

Sementara itu, pegolf tuan rumah Callista Chen yang berusia 19 tahun melanjutkan upayanya untuk memenuhi targetnya finis di 20 besar. Hari ini ia kembali membukukan skor 72 dan menempati posisi T17.

”Dua hari ini saya bermain cukup solid. Saya memang menyia-nyiakan beberapa peluang, tapi juga berhasil mendapatkan skor yang bagus, jadi saya tidak bisa mengeluh,” ujarnya.

”Kalau panitia memajukan tee di satu atau dua hole par 5, saya berencana untuk bermain sedikit lebih agresif di hole-hole yang lebih panjang dan memainkan wedge untuk memukul ke green. Semoga saja saya bisa mencatatkan sejumlah birdie dan menuntaskan turnamen ini dengan main under.”

Putaran kedua hari ini (22/2) sekaligus menjadi putaran cut-off bagi 50 pemain teratas dan ties setelah cut-off ditentukan bagi pemain yang mengumpulkan 8-over atau yang lebih baik. Sebanyak 53 pemain berhasil lolos cut dan akan berusaha untuk memperbaiki peringkat masing-masing.

Dua pegolf andalan Indonesia, Rivani Adelia Sihotang dan Pattricia Sinolungan berhasil melaju ke dua putaran final.

Pagi tadi Rivani memulai putaran keduanya dari hole 10 dan sempat bermain 2-over lantaran mendapat bogey di hole 11 dan 13. Namun, ia kembali berhasil membukukan birdie di hole 16, yang sekaligus menjadi birdie keduanya pada pekan ini setelah kemarin (21/2) juga membukukan birdie di hole yang sama.

Bermain 1-over pada sembilan hole pertamanya, Rivani justru kembali mendapat bogey di empat hole pertama pada sembilan hole terakhirnya. Beruntung ia berhasil menampilkan performa yang lebih baik di lima hole terakhirnya dan membukukan par di sisa lima hole tersebut. Untuk sementara Rivani berada di peringkat T36 dengan total skor 148.

Adapun Patricia yang juga bermain dari hole 10, justru mengawali putaran keduanya dengan tiga bogey di empat hole pertamanya. Ia berhasil membukukan birdie pertamanya hari ini di hole 14, sebelum kembali mendapat bogey di hole 16.

Harapan untuk terus melaju ke putaran final terbuka ketika pegolf yang akrab disapa Patty ini membukukan birdie di hole 2. Bogey di hole 4 ia balas dengan birdie di hole 5. Sayangnya, ia kembali mendapatkan dua bogey di hole 7 dan 8, namun eagle di hole terakhirnya di hole 9 menjadi penutup yang manis yang bisa membangkitkan semangat untuk memperbaiki performa pada putaran final.

Sayangnya, keberhasilan Rivani dan Patty belum bisa diikuti oleh empat pegolf lainnya. Ribka Vania, Nathania Damarisa Rim, Michela Tjan, dan Kristina Natalia Yoko harus menyudahi petualangan mereka pada ajang yang masuk hitungan major bagi pemain amatir ini.

Memasuki putaran akhir, ajang ini dipastikan memberikan tontonan seru. Terutama lantaran juara dari turnamen ini akan mendapat tempat untuk bermain dalam tiga turnamen besar. Dua di antaranya merupakan turnamen Major, yaitu ANA Inspiration dan Ricoh Women’s British Open. Sementara satu turnamen lagi ialah turnamen HSBC Women’s World Championship yang akan digelar di lapangan yang sama pekan depan.

Sebagai ajang yang diprakarsai oleh R&A dan Asia Pacific Golf Confederation, turnamen ini sendiri diikuti oleh total 83 pemain yang mewakili 18 negara. Sebanya 48 di antaranya merupakan pegolf muda berusia 18 tahun atau lebih muda.

Share.

Leave A Reply