Pegolf China Taipei Memimpin Q-School No.2

0

Pegolf China Taipei Chunkang Hung membukukan skor 66 untuk memimpin PGA TOUR Series-China Q-School No. 2 yang berlangsung di Mission Hills Haikou, Hainan, China, kemarin (8/2). Pegolf yang juga akrab disapa Jacob ini unggul satu stroke dari Alex Belt asal Inggris.

Kartu skor Hung pada putaran pertama kemarin dihiasi dengan 7 birdie dan 3 bogey. Namun, ia berhasil membukukan eagle di hole terakhirnya untuk memimpin putaran pertama. Ia mengakui eagle tersebut ia peroleh berkat bantuan kedinya.

”Pukulan kedua tersisa sekitar 240 yard dan saya tak tahu mesti memainkan club yang mana. Jadi, saya minta ia memilih dan dia bilang 5-wood. Saya berhasil memukul bola hingga tersisa jarak sekitar 9 kaki dan memasukkannya untuk mendapatkan eagle,” tutur Hung.

Meskipun berada dalam posisi memimpin, Hung mengaku ia gagal memanfaatkan sejumlah peluang birdie.

”Setelah birdie bogey di hole 10, saya mendapat peluang birdie di hampir tiap hole setelah itu. Tapi saya tak ingin memikirkan skor ini besok. Saya harus mulai dari awal lagi. Saya masih punya tiga hari lagi (untuk dimainkan),” ujarnya.

Belt sendiri sempat mematok skor terendah ketika membukukan skor 5-under 67 di Q-School yang dimainkan di Sandbelt Trails Course ini. Pemegang dua kali gelar European Pro Tour ini lekas menampilkan performa yang bagus pada turnamen pertamanya tahun ini. Bermain dari hole 10, pegolf asal Yorkshireman berusia 32 tahun ini membukukan 6 birdie, sebelum akhirnya mesti mendapat bogey di hole 9.

Pengalaman Belt memang cukup kaya. Ia memainkan sejumlah ajang European Challenge Tour dan Asian Tour selagi bermain di China pada tahun 2017 lalu. Pengalamannya ini jelas akan memberinya posisi yang kuat untuk mengamankan kartu PGA TOUR Series-China. Namun, ia tak mau berpikir terlalu jauh.

”Memang memuaskan bisa memulai dengan baik dan memasukkan beberapa putt. Percaya atau tidak, saya sering meleset di banyak putt pendek, meskipun saya memasukkan beberapa putt yang mungkin tak biasanya bisa saya masukkan,” ujar Belt, yang sempat bermain dua putaran pada BMW PGA Championship 2015 bersama An Byeonghun, yang waktu itu keluar sebagai juara.

”Tentu saja saya ingin berada di jajaran 15 besar, tap saya tak mau berpikir soal itu saat bermain. Dulu saya terlalu sering memikirkan soal hasil sebelum turnamen berakhir dan pikiran-pikiran seperti itu tidak membantu. Jadi, saya akan berusaha mencoba dan memainkan pukulan demi pukulan. Klise sih, tapi itulah yang mesti kami lakukan,” tutupnya.

Pegolf asal Irlandia, Brian O’Donovan berada di peringkat ketiga dengan torehan skor 68. O’Donovan merupakan teaching pro di Mission Hills Shenzen dan berhasil memaksimalkan pengalamannya bermain di lapangan yang menjadu tuan rumah untuk Q-School No. 2 ini.

”Saya salah satu teaching pro di resor Mission Hills Shenzhen, jadi saya cukup sering bermain di lapangan di Haikou ini. Saya tahu mesti memukul ke mana, jadi saya punya sedikit keuntungan,” ujarnya.

PGA TOUR Series-China Q-School No.2 ini akan kembali menyaring 15 pemain terbaik untuk mendapatkan hak bermain penuh pada PGA TOUR Series-China musim 2018 ini. Sementara 25 pegolf peringkat terbiaik berikutnya akan mendapat exemption secara kondisional.

Share.

Leave A Reply