Pat Perez Menjuarai CIMB Classic

0

Pegolf Amerika Pat Perez mencuri perhatian publik golf dunia ketika menjuarai CIMB Classic. Ia memastikan kemenangan tersebut setelah membukukan 3-under 69 pada putaran final hari Minggu (15/10).

Ia membukukan tiga birdie berturut-turut dari hole kedua sebelum kemudian mendapat bogey di hole 6. Namun, ia kembali mencatatkan birdie di hole 8. Ia kemudian mencatatkan par di sepuluh hole berikutnya untuk mencatatkan kemenangan pertamanya di Asia dan gelar PGA Tour ketiga dengan catatan 24-under 264.

”Ini merupakan tempat di mana mereka memberi jatah bermain buat saya dan saya sangat bersemangat bisa kembali ke sini, terutama setelah absen cukup lama,” ujar Perez.

Ia menyebut semua pihak yang ada di sekitarnya—sponsornya PXG, istrinya, kedinya—sangat membantunya, terutama setelah mengalami operasi yang menyebabkan dirinya absen selama 11 bulan.

Memimpin hingga putaran ketiga, Perez sadar bahwa ia harus bermain serius untuk memastikan kemenangan.

”Saya tahu kalau saya mesti tancap gas karena pemain lainnya sangat bagus. Saya berharap ada yang bakal main 63 atau sekitar angka itu,” ujar Perez lagi sembari menambahkan bahwa dirinya saat ini jauh berbeda dengan dirinya 17 tahun, bahkan 5 tahun lalu.

”Saya belajar bermain golf dan belajar memainkan permainan saya sendiri dan tahu diri. Bisa dibilang saya terlambat melambung,” imbuhnya.

Total skornya 24-under hanya selisih dua stroke dari rekor lapangan yang dicatatkan oleh Justin Thomas tahun lalu. Meskipun tampil dominan, Perez mengakui salah satu kunci keberhasilannya ialah green yang sesuai dengan permainannya. Green di TPC Kuala Lumpur dianggapnya mirip dengan green di Mayakoba, di mana ia menjuarai gelar PGA Tour keduanya.

”Saya bahkan tidak melakukan banyak pukulan bagus. Saya melakukan putting yang benar-benar luar biasa. Saya tak memukul dengan hebat, tapi memasukkan banyak putt dan itulah yang menolong saya. Kalau tidak, saya mungkin finis di peringkat 40,” katanya lagi.

Kemenangan ini memberinya cek kemenangan sebesar US$1,26 juta, sekaligus memosisikan dirinya sebagai pegolf tertua yang pernah menjuarai CIMB Classic. Sebelumnya, rekor pemain tertua dipegang oleh Bo Van Pelt ketika memenangkan ajang ini tahun 2011 dalam usia 36 tahun. Perez sendiri berusia 41 tahun ketika mengangkat trofi juaranya pada Minggu (15/10) lalu.

Adapun Justin Thomas, sang juara bertahan, harus puas finis di peringkat T17, 13 stroke di belakang Perez. Sementara itu, Anirban Lahiri finis di peringkat T10 setelah membukukan skor 13-under 275.

Pegolf Korea Selatan Kang Sunghoon menjadi pegolf Asia dengan posisi terbaik setelah meraih peringkat ketiga, berbagi tempat dengan pegolf Amerika Xander Schauffele setelah sama-sama mencatatkan total skor 271.

Share.

Leave A Reply