Park Mengukuhkan Dominasi Penuh dengan Kemenangan

0

Park Sanghyun mengukuhkan dominasi penuhnya pada ajang 34th Shinhan Dongahe Open dengan tidak sekalipun melepaskan posisi teratas. Dan pada hari Minggu (16/9) kemarin, ia memastikan merengkuh gelar Asian Tour kedua baginya setelah mencatatkan skor 8-under 63 pada putaran final ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar KRW1,2 milyar (sekitar US$1 juta).

Park, yang mengawali putaran final dengan keunggulan hanya satu stroke, melanjutkan permainannya yang solid sepanjang pekan tersebut. Ia berhasil menjauh dari kejaran para pesaingnya setelah mencatatkan enam birdie di sembilan hole pertama.

Meskipun bahu dan lehernya sempat kaku pada awal putaran final, pegolf berusia 35 tahun ini tak mengurangi kualitas permainannya, meskipun telah memiliki keunggulan lima stroke dalam sembilan hole pertamanya. Ia bahkan menambah dua birdie lagi sampai akhirnya berhasil membukukan skor total 22-under 262.

Catatan skornya itu merupakan rekor baru pada turnamen ini. Skor terendah sebelumnya adalah 269, yang dibukukan oleh Kang Jiman pada edisi 2006 dan Gaganjeet Bhullar pada 2016. Bahkan 22-under milik Park juga mencatatkan rekor kemenangan terendah, dalam kaitan dengan jumlah par yang dimainkan, yang dibukukan oleh Kang, ketika menjuarai ajang ini pada 2006 dengan 19-under 269.

”Awalnya saya pikir lapangan ini sulit dimainkan sehingga tak mengira bisa mencatatkan skor yang sangat rendah. Jadi, saya pikir permainan saya sedang gila-gilaan. Saya senang dan puas (dengan kemenangan ini),” ujar Park.

Satu-satunya pegolf yang paling berpeluang mengejar Park ialah pegolf asal Zimbabwe Scott Vincent. Ia berhasil mendekati Park, terutama setelah mencatatkan tiga birdie berturut-turut dari hole 13. Namun, ia harus memupus harapan setelah mendapat double bogey di hole 16 lantaran approach-nya masuk air.

Semula Park sama sekali tidak mengira bakal memenangkan turnamen. Namun, insiden Vincent di hole 16 mulai membuatnya yakin kalau ia bakal tampil sebagai juara. Saat itu ia kembali unggul lima stroke.

”Setelah memasuki sembilan hole terakhir, saya harus melakukan sesuatu, sekarang atau tidak sama sekali. Lalu saya mendapat tiga birdie dan tampaknya mulai ada peluang. Celakanya, petaka di hole 16 menutup peluang itu,” papar Vincent. ”Saat itu saya bermaksud memainkan bola ke tengah green dan memberi peluang birdie lagi. Saat backswing, saya merasa bisa memukul bola lebih dekat lagi ke pin dan mengubah swing yang mestinya saya lakukan. Akhirnya bola masuk ke air.”

”Saya berusaha memberi tekanan kepadanya (Park Sanghyun), tapi dia bermain terlalu bagus. Salut untuk dia, tak banyak yang bisa saya lakukan,” puji Vincent.

”Saya berusaha memberi tekanan kepadanya (Park Sanghyun), tapi dia bermain terlalu bagus. Salut untuk dia, tak banyak yang bisa saya lakukan.” — Scott Vincent

Bagi Vincent, finis di tempat kedua membuatnya mempertahankan tradisi tiga besar sejak 2016. Kala itu ia finis T2, sementara tahun lalu ia berada di posisi T3.

Kemenangan tahun ini menempatkan Park sebagai pegolf ketiga, setelah John Catlin dan Justin Harding, yang mencatatkan dua kemenangan pada Asian Tour musim 2018 ini. Sebelumnya, ia telah menjuarai GS Caltex Maekyung Open. Shinhan Donghae Open ini sekaligus menjadi gelar ketiga Park di Korea, dengan satu gelar lainnya ialah KEB Invitation.

Kemenangan ini sekaligus membuatnya ingin mencapai target yang lebih besar lagi, terutama mengingat dominasinya ini memberinya percaya diri untuk melangkah lebih jauh lagi.

”Saya ingin mengikuti WGC-HSBC Champions dan CIMB Classic untuk meningkatkan ranking saya. Bahkan CJ Cup juga. Tiga turnamen itu menjadi target saya. Setelah kemenangan hari ini, ketiga turnamen itu ada dalam jangkauan saya. Saya juga berharap bisa memenangkan Asian Tour Habitat for Humanity Standings,” tuturnya.

Peluang menjuarai Habitat for Humanity Standings memang terbuka baginya. Sebab kemenangan ini praktis menempatkan Park di peringkat kedua, di belakang pegolf India Shubhankar Sharma. Park telah mengumpulkan total US$486.752, selisih US$116.404 dari Sharma.

Musim lalu, Park mencatatkan empat kali finis di sepuluh besar. Dan ia menutup musim 2017 itu dengan finis di peringkat 17 pada Order of Merit.

Share.

Leave A Reply