Park Melanjutkan Dominasinya

0

Pegolf tuan rumah Park Sanghyun melanjutkan dominasinya pada putaran ketiga Shinhan Donhae Open kemarin (15/9). Bermain tanpa bogey, ia membukukan skor 5-under 66 dan memegang posisi teratas pada turnamen yang memasuki penyelenggaraan ke-34 ini.

Permainannya pada putaran ketiga itu memang terbilang solid. Statistiknya menunjukkan bahwa ia hanya meleset tiga fairway dan lima green in regulation. Ia hanya membutuhkan 25 putt untuk membukukan skor 66, yang membantunya mencatatkan skor total 14-under 199.

”Strategi saya di Bear’s Best Cheongna ini tak pernah berubah tiap kali bermain di sini, yaitu tidak meleset dari fairway. Saya selalu berusaha untuk bermain sabar dan tidak melakukan pukulan yang berlebihan. Itulah yang saya lakukan hari ini dan itu juga alasan mengapa saya mendapatkan banyak peluang birdie,” ujar Park yang tampak puas dengan permainannya.

Meski berada di posisi yang menguntungkan, faktanya Park hanya unggul satu stroke dari pesaing terdekatnya, yang juga merupakan rekan senegaranya, An Byeonghun.  Pegolf berusia 26 tahun ini menampilkan performa seorang penantang dengan mencatatkan skor 6-under 65 dan skor total 13-under 200.

Ini berarti putaran final hari ini akan menyuguhkan persaingan yang sangat menarik. Tahun ini, Park telah menjuarai tujuh gelar Korean PGA, termasuk ajang GS Caltex Maekyung Open tahun ini. Sementara, An merupakan juara Shinhan Dongahe Open edisi 2015.

Meski diperhadapkan pada An yang malang melintang di kancah European Tour dan PGA TOUR, Park mengaku tidak gentar.

”Saya sudah pernah bermain dengannya (An Byeonghun) sebelumnya. Kalau saya bisa memainkan permainan saya, tak ada alasan mengapa saya tak bisa memenangkan turnamen ini. Saya tidak takut kepadanya, dan saya pikir saya bisa menang besok (hari ini),” tegas Park.

”Bakal menyenangkan kalau bisa memenangkan Shinhan Donghae Open lagi.” — An Byeonghun

Adapun An sendiri bakal menghadapi putaran final dengan bekal pernah menjuarai turanmen ini tiga tahun lalu.

”Bakal menyenangkan kalau bisa memenangkannya lagi,” begitu ia mengaku, sambil lekas menekankan bahwa meski dirinya berpeluang, masih ada banyak pemain bagus lain. Dan salah satunya ialah pemain asal Zimbabwe Scott Vincent, yang total membukukan skor 201. Sejak 2016, Vincent telah empat kali tampil sebagai runner-up, ketika ia mulai bermain di kancah Asian Tour.

Satu pemain lain yang patut menjadi penantang ialah pendatang baru dari Australia, Travis Smyth. Smyth berhasil mendapatkan kartu Asian Tour musim ini setelah menembus Q-School awal tahun ini. Prestasi terbaiknya sejauh ini ialah finis T11 pada ajang New Zealand Open.

Smyth bermain dengan mengenakan pita kuning untuk mengenang pegolf Australia Jarrod Lyle yang belum lama meninggal. Motivasi positif itu tampaknya menular ke permainannya, yang ia akui makin bagus sejak menyatakan dukungannya terhadap almarhum Lyle. Salah satu pukulan terbaik ia bukukan kemarin ketika melakukan chip-in di hole 10.

Sama seperti turnamen-turnamen Asian Tour lainnya pada musim ini, kita dipastikan bakal mendapat suguhan menarik ketika putaran final dimainkan hari ini.

Share.

Leave A Reply