Panuphol Mencatatkan Kemenangan Istimewa

0

Panuphol Pittayarat mencatatkan kemenangan istimewa pada ajang Thailand Open kemarin (10/6) setelah menuntaskan putaran final dengan catatan even par 70 pada ajang yang menyediakan hadiah total sebesar US$300.000 tersebut.

Kemenangan ini menjadikannya sebagai pegolf Thailand kelima yang menjuarai ajang nasional terbukanya, yang telah digelar sejak 1965 ini. Ia memastikan gelar Asian Tour keduanya ini setelah pesaing terdekatnya Poom Saksansin juga mencatatkan skor even par.

Pertandingan  di Thai Country Club ini berlangsung makin menarik dalam enam hole terakhir. Meskipun telah memiliki pengalaman meraih gelar juara ketika menjuarai Indonesia Open 2017, Panuphol harus mengalami tekanan di enam hole terakhirnya itu. Di hole 13 ia mendapatkan bogey, sementara pukulan ketiganya di hole 17 nyaris masuk ke rintangan air. Ia bahkan harus mengakhiri hole pamungkas dengan bogey.

Poom Saksansin, juara Indonesian Masters 2016, sempat mengambil alih pimpinan dari Panuphol, namun peluang itu pupus lantaran bogey di hole 10 dan 12. Poom terpaksa mengakhiri turnamen ini dengan berada di tempat kedua, satu stroke di belakang Panuphol.

Bagi Panuphol, kemenangan ini menjadi istimewa lantaran ia tak hanya sukses menjuarai turnamen yang sangat diharapkan bisa dimenangkan oleh pegolf Thailand mana pun, tapi juga karena ia pun berhasil menang di lapangan yang merupakan rumah baginya ini.

Kemenangan kali ini juga jelas mengembalikan percaya dirinya, terutama setelah dalam empat turnamen berturut-turut ia gagal lolos cut.

”Kemengan ini sangat berarti buat saya. Ini trofi nasional saya, lapangan kandang saya, dan di sinilah saya biasa berlatih. Saya sangat, sangat gembira. Ini sungguh mimpi yang menjadi kenyataan karena tiap pegolf Thailand pasti memimpikan bisa memenangkan turnamen nasional terbuka ini,” tutur Panuphol.

Keberhasilan ini tak hanya memberi 14 poin pada Official World Golf Ranking, tapi juga menempatkannya di posisi teratas dalam Panasonic Swing. Peringkatnya pada Habitat for Humanity Standings juga melambung ke peringkat 12.

Bagi Poom, meski finis di peringkat kedua menjadi hasil terbaiknya pada Asian Tour musim ini, toh ia mengaku kecewa lantaran performanya kurang memuaskan. Ia menyebut permainan driver-nya menjadi sesuatu yang harus ia perbaiki.

”Saya masih takut memainkan driver dan saya tahu saya mesti memperbaikinya supaya memulihkan percaya diri. Pukulan saya jelek, tapi putting saya bisa membantu. Memang bukan masalah swing, tapi percaya diri saya,” tutur Poom.

”Saya tahu saya sempat memimpin klasemen, tapi saya kehilangan rasa percaya diri dan saya juga tidak main bagus. Tidak mengapa juga sih finis di tempat kedua karena saya bisa mempertahankan kartu Asian Tour saya,” ujarnya lagi.

Sementara itu, satu-satunya wakil Indonesia di Thai Country Club pekan lalu, Rory Hie terpaksa bermain dengan skor 72 lagi sehingga menuntaskan penampilannya dengan finis di peringkat T18, dengan catatan 4-under 276.

Meskipun peringkatnya harus turun, setelah pada putaran ketiga sempat masuk sepuluh besar, penampilan Rory kali ini memberinya posisi yang jauh lebih baik ketimbang keikutsertaannya pada edisi 2017 lalu. Kala itu, meski bermain dengan skor total 8-under 276, ia harus puas finis di peringkat T32.

Share.

Leave A Reply