Pannakorn Raih Gelar ADT Perdana, George Finis T21

0

Gelaran Taifong Open 2017 kali ini memberikan sejumlah cerita menarik. Dari keberhasilan pegolf Thailand Pannakorn Uthaipas meraih gelar Asian Development Tour (ADT) perdana, sampai berlanjutnya kerja sama Taifong Golf Club dengan Asian Development Tour untuk melanjutkan penyelenggaraan turnamen ini hingga 2020.

Hadir sebagai salah satu agenda lokal, Taifong Open mulai menjadi bagian dari ADT pada 2014 dan menjadi turnamen dengan hadiah uang terbesar untuk level ADT, yaitu memperebutkan total hadiah US$160.000—bandingkan dengan Ciputra Golfpreneur Tournament yang ”hanya” menyediakan total hadiah US$100.000, atau Charming Yeangder ADT dengan total hadiah US$150.000.

Kepastian ini didapatkan persis pada putaran final berlangsung. Dengan sang juara berhak membawa pulang hadiah sebesar US$28.000, plus poin pada Official World Golf Ranking, turnamen ini jelas menjadi turnamen yang sangat penting untuk wilayah Asia.

Putaran final yang berlangsung Minggu kemarin (25/6) juga turut menghadirkan cerita tersendiri. Pannakorn memainkan putaran final dengan keunggulan dua stroke dari empat pegolf lainnya—termasuk rekan senegaranya, Phanuvich Onchu—benar-benar bisa memaksimalkan keunggulannya tersebut untuk meraih kemenangan perdana pada sirkuit ADT.

Meski demikian, ia memulai dengan hasil beragam dalam lima hole pertamanya. Membuka dengan birdie, ia malah mendapat bogey di hole kedua. Birdie di hole 4 dibalas dengan bogey di hole berikutnya.

Namun, ia lekas memperbaiki permainannya dengan memainkan golf yang lebih konsisten. Meski harus menunggu hingga hole 13 untuk mendapatkan birdie, hole tersebut menjadi titik balik permainannya. Ia kembali mendapat birdie di hole 14 dan hole 17, sebelum akhirnya menutup turnamen dan memastikan kemenangan dengan par dan total skor 13-under 275.

”Entah bagaimana harus menggambarkan perasaan ini. Saya sangat gembira. Soalnya saya sudah menunggu lama untuk akhirnya bisa menang. Akhirnya, saya menunjukkan kalau saya pun bisa melakukannya! Ini kemenangan terbesar saya sejauh ini,” ujar Pannakorn.

Kemenangan ini juga menjadi istimewa bagi Pannakorn. Tidak hanya karena ini merupakan kemenangan pertamanya pada ajang ADT, tapi juga seakan menjadi hadiah ulang tahun lebih awal baginya, yang segera berusia 27 tahun pada Rabu mendatang (28/6). Selain itu, kemenangan ini juga menempatkannya di puncak Order of Merit ADT dengan mengumpulkan total US$31.534.

Kemenangan Pannakorn ini di antaranya ditandai pula oleh kegagalan jagoan tuan rumah, Lin Wen-tang untuk memanfaatkan keunggulannya. Sempat memimpin satu stroke setelah memainkan Sembilan hole, pukulannya di hole 14 malah meleset ke pepohonan, yang sekaligus menjadi kesalahan yang sangat fatal lantaran mendapat double bogey di hole tersebut. Meski kemudian berhasil bangkit, toh ia hanya sanggup finis di tempat kedua bersama pegolf Australia Marcus Both dan pegolf Thailand Gunn Charoenkul.

”Saya kira saya berhasil memberikan tekanan kepada Pannakorn di sembilan hole pertama. Tapi saya tahu, sembilan terakhir sangatlah krusial. Secara umum saya main bagus. Saya hanya melakukan satu kesalahan hari ini (25/6) dan kesalahan itu sangat krusial karena Pannakorn justru mendapat birdie di hole itu dan saya mesti tertinggal tiga stroke,” tutur Lin.

IMG_3360-RES
Sementara itu, pegolf Indonesia yang berlaga di Taifong Golf Club, George Gandranata akhirnya harus puas finis di peringkat T21. Memiliki cadangan 3-under setelah dalam tiga putaran bermain 72-69-72, pada putaran final George bermain 1-over 73.

Bermain dari hole pertama, birdie yang diincar tak kunjung datang. Ia terus bermain par hingga hole 15 sampai akhirnya mendapat bogey di hole 16. Ia berhasil kembali mendapat birdie di hole 17, tapi harus menutup putaran finalnya dengan bogey lainnya.

Dengan total skor 2-under 286, George pun finis di peringkat ke-21 bersama pegolf Tahiland, Suradit Yongcharoenchai, dan harus puas membawa pulang hadiah sebesar US$1.704.

Share.

Leave A Reply