Pagunsan Berpeluang Mengakhiri Penantian Panjang

0

Pegolf asal Filipina Juvic Pagunsan berpeluang mengakhiri penantian panjangnya meraih gelar Asian Tour kedua sejak 2007. Pada putaran ketiga Mercuries Taiwan Masters kemarin (30/9), Pagunsan berhasil mencatatkan 2-under 70 dan mengumpulkan total skor 208 dan unggul satu stroke dari pegolf Malaysia yang tengah mengincar kemenangan pertamanya, Gavin Green.

Pagunsan, yang merupakan pegolf Filipina pertama yang menjuarai Order of Merit Asian Tour pada musim 2011, mengawali putaran ketiga kemarin dengan meraih birdie, dan menambah dua birdie lagi. Meski akhirnya mendapat satu bogey, ia berhasil menempatkan dirinya di posisi teratas.

”Saya sangat senang karena bisa memukul bola dengan baik. Saya amat fokus dengan permainan sehingga tak terpengaruh dengan kondisi yang berangin,” ujar Pagunsan yang meraih runner-up pada SMBC Singapore Open awal musim 2017 ini.

”Rasanya saya sangat percaya diri dan tak sabar untuk terus main bagus. Ini golf dan semuanya bisa terjadi besok (1/10),” ujar Pagunsan lagi.

Pegolf berusia 39 tahun ini mengaku lapangan Taiwan Golf and Country Club bukanlah lapangan yang mudah. Menurutnya, pemain yang bahkan berhasil main 5-under sekalipun belum tentu aman.

”Anda benar-benar tak bisa anggap remeh,” ujar Pagunsan.

Kemenangan atau hasil yang bagus pada ajang ini akan membuka peluang baginya untuk berlaga pada ajang CIMB Classic. Saat ini Pagunsan berada di peringkat 17 Order of Merit, sementara pemain yang berhak main pada ajang besar tersebut hanyalah pemain yang ada di sepuluh peringkat teratas.

Adapun Green yang mengawali putaran ketiga sebagai salah satu pimpinan klasemen bersama Pagunsan, masih dalam jalur perburuan gelar juara setelah kemarin bermain 1-under 71. Green berhasil mencatatkan birdie di tiga hole par 5, namun ia justru kena double bogey di hole 14 setelah tee off-nya meleset.

”Ini putaran yang solid, dari tee ke green. Pukulan saya bagus dan punya banyak peluang, sayangnya beberapa putting saya meleset,” tukas Green. ”Anginnya berembus dan berputar. Saya tahu hari ini bakal jadi hari yang berat dan semua orang kesulitan. Tapi kalau bisa menghindari masalah, peluang birdie akan muncul.”

Meskipun demikian, Green tak hanya harus mengejar dan menyalip Pagunsan, tapi juga harus mewaspadai pegolf asal Afrika Selatan, Keith Horne yang berada dua stroke di belakangnya, dan tiga stroke di belakang Pagunsan.

Sementara itu, pegolf Zimbabwe Scott Vincent berhasil mematok skor terendah dengan membukukan 6-uder 66 dalam kondisi yang berangin. Dengan total skor 211, Vincent untuk sementara berada di posisi keempat bersama pegolf Thailand Danthai Boonma dan pegolf Malaysia lainnya, Ben Leong.

Putaran final yang berlangsung hari ini akan menentukan siapa yang berhak menjadi jawara. Perkembangan dari ajang ini bisa Anda ikuti melalui live scoring di situs resmi Asian Tour di www.asiantour.com.

Share.

Leave A Reply