Negara-Negara Unggulan Sukses Meraih Medali

0

Cabang olahraga golf pada Asian Games XVIII tahun ini menjadi panggung yang menegaskan keunggulan negara-negara dengan tradisi golf yang panjang. Selama empat putaran yang berlangsung di Pondok Indah Golf Course mulai 23-26 Agustus kemarin, negara-negara unggulan sukses meraih medali.

Jepang, Korea, China, dan Filipina sukses memboyong medali untuk nomor individu putra dan putri, serta beregu putra dan putri.

Filipina mungkin menjadi paket kejutan kali ini, mengingat tim kuat, seperti Thailand juga menurunkan Atthaya Thitikul, pegolf remaja fenomenal yang telah mencatatkan sejumlah prestasi istimewa—mulai dari menjuarai Ladies European Thailand Championship (ajang Ladies European Tour) hingga memenangan Women’s Amateur Asia Pacific Championship; dari meraih Lowest Amateur ANA Inspiration, sampai Lowest Amateur RICOH Women’s British Open. Sayangnya, Atthaya dan rekan satu timnya, Kan Bunnabodee dan Kultida Pramphun tampil kurang maksimal.

Justru Filipina, yang menurunkan tiga pegolf putri terbaiknya—Yuka Saso, Bianca Pagdanganan, dan Luis Kaye Go—sukses meraih medali emas individu dan beregu. Kemenangan Yuka Saso juga merupakan bukti dari ketangguhan dan kekuatan nyali dari remaja berusia 17 tahun ini.

Memanfaatkan kesalahan yang dilakukan pegolf nomor satu China saat ini, Liu Wenbo di hole 18, Yuka berhasil mencatatkan eagle setelah sebelumnya pukulan keduanya berhasil mencapai apron green 18.

Liu yang awalnya masih unggul tiga stroke harus melupakan medali emas lantaran dua kali mendapatkan penalti. Pertama akibat memutuskan mengedrop bola setelah bolanya meleset ke semak-semak, kedua setelah pukulan keempatnya masuk air. Hal ini praktis menutup peluang emas bagi Liu yang berperingkat amatir 28 dunia sebelum cabang olahraga ini mulai dimainkan.

Seakan melengkapi, rekan senegara Yuka, Bianca Pagdanganan juga berhasil mempersembahkan perunggu setelah berhasil menyingkirkan pegolf Jepang Ayaka Furue. Kedua pegolf ini harus melakoni play-off, yang dimainkan di hole 1. Medali terakhir itu akhirnya jatuh ke tangan Bianca setelah Furue gagal memasukkan putt birdie.

Keita Nakajima sukses mempersembahan medali emas individu putra seusai menaklukkan dua pesaing tangguhnya, Oh Seungtaek dan Jin Cheng.

Jika Filipina merajai nomor individu dan beregu putri, Jepang merajai nomor individu dan beregu putra. Hal ini seakan menghapus kekecewaan dari Tim Putri. Keita Nakajima, Daiki Imano, Takumi Kanaya, dan Ren Yonezawa sukses mempersembahkan medali emas beregu. Sementara Nakajima mempersembahkan emas individu seusai menaklukkan dua pesaing tangguhnya, Oh Seungtaek dari Korea Selatan dan Jin Cheng dari China.

Seperti halnya di kelas putri, nomor individu putra juga menyuguhkan ketegangan tersendiri. Nakajima sendiri sempat mengalami kendala performa. Sejumlah putting-nya gagal membuahkan birdie. Dan memasuki hole 15, ia hanya berjarak dua stroke dari Oh yang justru main lebih bagus di sembilan hole terakhirnya.

Insiden yang nyaris menyerupai Liu terjadi di hole 18 par 5. Bola Nakajima meleset ke kanan sehingga jatuh di bawah pepohonan. Dengan ruang pukul yang sempit, Nakajima bermain cerdas dengan memukul bola ke fairway terdekat, sekaligus membuka ruang tembak.

Oh sempat memberi tekanan ketika ia berhasil membukukan birdie di hole terakhir itu, setelah pukulan bunker-nya—yang juga menjadi pukulan ketiganya—berhasil mengarahkan bola mendekati lubang.

Namun, Nakajima tak menyia-nyiakan peluang dan sukses mencatatkan par di hole terakhir itu. Skor total 11-under 277 miliknya pun akhirnya cukup untuk memastikan medali emas jatuh ke tangan negaranya. Dengan skor total 278, Oh sukses menyumbangkan perak bagi Korea Selatan. Adapun Jin mempersembahkan perak setelah bermain 9-under 279.

Cabang olahraga golf pada Asian Games XVIII kali ini mesti dipandang sebagai sebuah investasi berkelanjutan bagi Indonesia. … Tidak pernah ada hasil instan dalam dunia olahraga.

Sementara itu, Tim Indonesia harus puas berada di peringkat keenam untuk nomor beregu putra dan putri. Meskipun belum berhasil mendapatkan medali, pencapaian Tim Indonesia ini bisa dibilang sangat bagus. Dengan program pembinaan yang baru dimulai sekitar empat tahun silam, raihan ini jelas tidak mengecewakan. Apalagi mengingat negara-negara yang berada di atas Indonesia—Jepang, China, Korea Selatan, Thailand, dan China Taipei—memiliki sejarah golf yang panjang. Jika alasan ini terkesan dibuat-buat, Anda perlu melihat catatan prestasi negara-negara kuat tersebut.

Keberadaan Naraajie Emerald Ramadhan Putra yang berada di peringkat amatir 60 dunia saat ajang ini dimulai, memang memberi harapan. Dengan sederet prestasi mumpuni—di antaranya dua kali menjuarai ajang Indonesian Golf Tour pada musim ini—medali seakan berada dalam jangkauan. Apa boleh dikata, Tim Indonesia belum menunjukkan performa terbaiknya.

Catatan positif lain hadir dari nomor individu putri. Ida Ayu Indira Melati Putri dan Ribka Vania masuk sepuluh besar dan finis di peringkat T9. Mereka membukukan skor 3-under 285. Benar bahwa hal ini tidak berdampak pada perolehan medali. Tapi ketika diperhadapkan pada iklim persaingan yang tinggi seperti kali ini, hasil ini merupakan hasil yang positif bagi perkembangan karier kedua pegolf Indonesia ini.

Pada akhirnya, cabang olahraga golf pada Asian Games XVIII kali ini mesti dipandang sebagai sebuah investasi berkelanjutan bagi Indonesia. Hal ini tidak berlaku hanya pada golf, tapi juga cabang olahraga lainnya. Tidak pernah ada hasil instan dalam dunia olahraga.

Share.

Leave A Reply