Naraajie Torehkan Finis Terbaik pada Asia-Pacific Amateur Championship

0

Pegolf amatir terbaik Indonesia, Naraajie Emerald Ramadhan Putra berhasil menorehkan prestasi terbaiknya pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship yang baru berakhir hari ini (7/10). Skor total even par 280 miliknya membuat Naraajie berhasil finis di peringkat 24 bersama lima pegolf lainnya.

Hasil yang dicapai ini memang belum melampaui prestasi yang dibukukan oleh George Gandranata ketika finis di posisi T17 pada edisi 2011 silam. Kala itu, George bermain dengan skor total 3-under 285.

Meski demikian, permainan Naraajie sepanjang pekan di New Tanjong Course Sentosa Golf Club tersebut memberi efek luar biasa. Ia bahkan sempat membuka harapan Indonesia untuk memiliki wakilnya pada ajang The Masters, The Open Championship, dan R&A Amateur Championship tahun depan.

Naraajie berhasil menyeruak jajaran elit amatir se-Asia Pasifik ketika pada akhir putaran ketiga kemarin (6/10) ia berhasil membukukan skor 7-under 63. Skor total 7-under 203 miliknya memang membuat Naraajie hanya berjarak tiga stroke dari pimpinan klasemen sementara asal China, yang juga merupakan juara bertahan kejuaraan ini, Lin Yuxin. Dan secara matematis golf, yang masih menyisakan 18 hole, plus dengan performa putaran ketiga, peluang untuk menjuarai turnamen ini menjadi sangat terbuka.

Namun, harapan tinggallah harapan. Bermain bersama dua pegolf top China Andy Zhang dan Jin Cheng, Naraajie justru terus membukukan par di tujuh hole pertamanya. Ia kemudian mendapat bogey dan double bogey di dua hole berikutnya, yang praktis mulai menutup peluangnya tampil sebagai juara.

Memasuki sembilan hole kedua, Naraajie nyaris membukukan birdie di hole 10 dan 11.

”Seandainya saya bisa mendapatkan birdie di situ, mungkin hasil akhirnya akan berbeda. Jadi, sepanjang hari ini saya tidak berhasil mendapatkan momentum,” ujar Naraajie.

Setelah mendapat bogey di hole 12, ia akhirnya mendapatkan birdie pertamanya di hole 14, sebelum akhirnya menutup putaran final dengan dua bogey dan sebuah double bogey di empat hole terakhirnya.

”Kondisi angin hari ini memang berbeda ketimbang kemarin. Selain itu, kemarin semua aspek permainan  saya benar-benar bisa berjalan sesuai yang saya harapkan, sementara hari ini tidak begitu. Tapi (skor hari ini) mungkin karena saya kurang mempercayai keputusan saya saja,” sambung Naraajie lagi.

 

 

”Hal positif yang bisa saya ambil dari pekan ini ialah bahwa saya bisa masuk dalam persaingan.” — Naraajie Emerald Ramadhan Putra

 

 

 

Uniknya, penurunan performa tak hanya menjadi milik Naraajie. Baik Zhang, maupun Jin juga mengalaminya. Jin yang sebenarnya sempat masih berada dalam persaingan malah harus kehilangan momentum setelah turnamen kembali tertunda akibat ancaman petir sekitar satu jam.

Jika Naraajie akhirnya menuntaskan turnamen ini dengan skor 77 dan even par 280 selama empat hari, Andy Zhang bermain 73 dan mengumpulkan total 4-under 276. Adapun Jin masih bisa mengakhiri turnamen dengan finis di posisi yang lebih bagus, yaitu di peirngkat 6 dengan skor total 8-under 272

Dengan hasil ini, Naraajie memang belum berhasil memperbaiki catatan George Gandranata ketika membukukan skor total 3-under 285 dan finis di peringkat T17. Meski kekecewaan tampak terlihat di wajahnya, Naraajie masih layak berbangga, lantaran ia telah menjadi duta besar bagi golf di Indonesia berkat performanya  dalam tiga putaran awal.

”Hal positif yang bisa saya ambil dari pekan ini ialah bahwa saya bisa masuk dalam persaingan.  Apalagi setelah bermain 4-over pada hari kedua, saya bisa main 7-under dan meramaikan persaingan pada hari ketiga,” jelas Naraajie.

”Ini membuktikan bahwa saya sebenarnya bisa bersaing, tapi memang harus bisa finis dengan lebih baik lagi. Semoga tahun depan bisa bermain lebih baik lagi.”

”Hal positif yang bisa saya ambil dari pekan ini ialah bahwa saya bisa masuk dalam persaingan.” — Naraajie Emerald Ramadhan Putra

Naraajie pun harus puas finis di peringkat 24 bersama lima pegolf lainnya. Meskipun cukup mengecewakan, toh hasil akhir ini membuatnya memperbaiki peringkat akhirnya. Dua tahun lalu, ia gagal lolos cut, sedangkan tahun lalu ia hanya finis di posisi T35. Ia pun harus menunda impiannya untuk melakoni debut pada ajang Major.

Sayangnya, pencapaian yang dilakukan Naraajie belum berhasil diikuti oleh Almay Rayhan Yagutah dan M. Rifqi Alam Ramadhan.

Pada putaran final tadi, Almay harus kembali bermain dengan skor 74 lantaran hanya membukukan satu birdie dengan lima bogey. Dengan skor total 10-over 290, Almay harus mengakhiri pekan ini di peringkat 53. Tahun lalu, Almay bermain 69-75-76-73 di Royal Wellington yang dimainkan dengan 71 par. Skor total 9-over 283 miliknya membuatnya finis di posisi T48.

Adapun Rifqi yang baru sekarang turun dalam turnamen ini finis di posisi T49. Skor 71 miliknya pada hari ini membuatnya mengumpulkan skor total 288.

Pegolf Jepang, yang juga menjadi bagian dari Tim Nasional Jepang yang meraih medali emas beregu pada ajang Asian Games XVII di Jakarta, berhasil menjuarai edisi ke-10 ini.  Ia mencatatkan skor total 13-under 267 untuk unggul dua stroke dari rekan senegara dan satu timnya, Keita Nakajima, dan bintang muda baru dari India Rayhan Thomas.

Share.

Leave A Reply