Naraajie Menuntaskan Dominasi dengan Menjuarai IGT Seri 3

0

Pegolf amatir terbaik Indonesia saat ini, Naraajie Emerald Ramadhan Putra menuntaskan dominasinya selama tiga putaran untuk menjuarai Indonesian Golf Tour Seri 3 di Palm Hill Golf Club kemarin (27/4). Ia berhasil mencatatkan prestasi membanggakan ini setelah pada putaran final bermain 2-under 70 dan membukukan total skor 10-under 206.

Selama tiga putaran tersebut, praktis Naraajie tidak mendapatkan persaingan yang berarti dari para pegolf lainnya. Elki Kow yang dalam dua putaran awal menempel pegolf yang akan turun pada ajang Asian Games tersebut, justru terlempar dari persaingan, salah satunya dengan triple bogey di hole 5.

Justru dua pegolf amatir top Indonesia lainnya, Jonathan Wijono dan Kevin C. Akbarlah yang melambung ke jajaran atas dan menciptakan kesan seolah IGT Seri 3 ini menjadi ajangnya para pegolf amatir. Meskipun menunjukkan permainan yang mengagumkan, baik Kevin maupun Jonathan pada akhirnya memang hanya bisa berharap Naraajie melakukan kesalahan, sesuatu yang tidak cukup terwujud hingga hole terakhir.

Kevin mencatatkan skor terbaik sepanjang pekan ini dengan menampilkan permainan nyaris sempurna. Membukukan tiga birdie di tiga hole pertama, laju Kevin sempat terhambat di hole 5 lantaran mendapat bogey. Namun, itulah satu-satunya bogey baginya karena setelah itu ia berhasil mencatatkan lima birdie lagi untuk bermain 7-under 65.

Sementara Jonathan sendiri mencatatkan performa yang cukup stabil. Setelah memainkan putaran awal dengan 69 dan 71 pada hari kedua, ia mencatatkan 5 birdie dan 2 bogey untuk kembali bermain 3-under 69. Total 7-under 209 miliknya membuatnya berada di peringkat kedua bersama Kevin.

Bagi Naraajie, prestasinya kali ini menuntaskan hasratnya untuk bisa menjuarai IGT setelah beberapa kali finis di peringkat kedua dan ketiga. Sepanjang pekan tampil dengan penuh inspirasi, pada putaran final kemarin ia mengenakan seragam Tim Nasional dan topi The Masters 2017, performanya tetap mengesankan untuk menuntaskan misinya.

“Setelah beberapa kali gagal meraih juara, saya senang sekali akhirnya bisa menang,” ujar Naraajie sembari tersenyum. ”Hari ini strategi permainan saya berjalan cukup baik, meski kondisi cuaca lebih berat.”

Naraajie mengakui perjuangannya untuk menyesuaikan jarak pukulan akibat permukaan permainan yang lebih empuk lantaran hujan pada putaran kedua membantunya untuk bermain pada putaran final, sekaligus memenangkan gelar IGT pertamanya.

”Skor yang saya raih hari ini memang tidak sebagus dua hari pertama karena putt saya kurang bagus. Tapi secara keseluruhan pukulan saya tidak ada masalah,” sambung Naraajie.

”Target saya selanjutnya adalah Asian Games. Itu akan menjadi turnamen terbesar buay saya tahun ini. Dan kemenangan saya ini akan meningkatkan percaya diri saya untuk menuju turnamen tersebut.”

Bagi Naraajie, kemenangan ini tak hanya menuntaskan misi untuk menjuarai IGT, namun juga menjadi kado ulang tahun baginya. Naraajie genap berusia 18 tahun pada putaran final kemarin. Ia juga menjadi pegolf amatir pertama yang menjuarai ajang IGT sejak sirkuit profesional ini diluncurkan pada 2014.

Dengan tiga pegolf amatir merajai dua peringkat teratas, hadiah uang juara akhirnya dimenangkan oleh Fajar Win Nuryanto. Fajar justru mencatatkan permainan terbaiknya pada pekan ini setelah bermain 4-under 68 tanpa bogey.

”Setelah mengevaluasi hasil pada dua hari pertama, saya mencoba bermain tanpa memikirkan beban apa pun. Saya mulai memikirkan golf ketika hendak melakukan pukulan. Ternyata ini memberikan hasil positif,” tutur Fajar yang berniat untuk tak hanya meraih hadiah uang juara, tapi juga trofi juara pada IGT berikutnya.

Dari kategori wanita, pegolf asal Jawa Barat lainnya Ribka Vania berhasil menjadi yang terbaik setelah membukukan total skor 2-under 214.

Share.

Leave A Reply