Naraajie dan Indonesia Kembali Menjadi Sorotan

0

Permainan gemilang pada putaran ketiga Asia-Pacific Amateur Championship hari ini (6/10) membuat nama Naraajie Emerald Ramadhan Putra dan Indonsia kembali menjadi sorotan. Skor total yang ia bukukan pada hari ini, 7-under 203 membuatnya hanya berjarak 3 stroke dari pimpinan sementara yang juga merupakan juara bertahan, Lin Yuxin.

Naraajie memulai hari ketiga dengan mentalitas yang berbeda dengan menerapkan permainan yang lebih agresif. ”Saya sudah berpikir, kalau bisa main 10-under ya 10-under sekalian,” ujarnya menyinggung perubahan mentalitas tersebut.

Hasilnya langsung terlihat ketika ia berhasil membukukan tiga birdie di lima hole pertamanya. Bahkan jelang peralihan ke sembilan hole terakhir, ia kembali mencatatkan dua birdie yang membuatnya bermain 5-under.

Pegolf berusia 18 tahun ini bahkan terlihat bakal mencatatkan skor 8-under ketika menambah tiga birdie lagi di hole 13, 14, dan 16. Sayangnya, di hole 17 ia mendapat bogey setelah harus melakukan dua putt.

Permainananya hari ini memang jauh berbeda ketika melihatnya bermain dengan skor 74 pada putaran kedua kemarin (5/10). Dan yang paling penting ialah bagaimana 7-under 63 hari ini membawanya kembali ke zona persaingan. Kini Naraajie berada di posisi ke-8 bersama sejumlah pemain top amatir lainnya, seperti pemain amatir No.1 China Andy Zhang, pegolf No. 24 dunia asal India Rayhan Thomas, dan pegolf Korea Lee Wonjun.

”Tadi pagi saya berkata pada diri sendiri untuk bermain saja, seperti ketika bermain di (Damai Indah Golf) BSD (Course). Kalau di BSD, saya sudah hapal lapangannya, jadi di sini bersikap seolah saya sudah mengenal lapangannya saja. Alhamdulilah hasilnya juga bagus. Jadi, ya semoga besok juga bisa sama seperti hari ini lagi,” tuturnya.

”Pilihannya adalah mengakhiri putaran hari ini dengan 1-over atau even par.” — Almay Rayhan Yagutah

Sementara itu, hasil yang penuh warna terlihat dari kartu skor Almay Rayhan Yagutah. Bermain dari hole 10, ia sempat mendapatkan birdie di hole 11, namun mencatatkan bogey di hole 15 dan 18. Ia kembali mendapat bogey di hole 5, sebelum kemudian mendapatkan asa di hole 7.

”Memasuki hole 8, saya dihadapkan pada dua pilihan. Posisi saya di sana sudah 1-over, jadi pilihannya adalah apakah mengakhiri putaran hari ini dengan 1-over atau even par. Saya memilih yang kedua dan membutuhkan birdie. Tapi ternyata malah mendapat triple bogey di sana,” tutur Almay yang akhirnya harus puas dengan skor 4-over 74.

Meskipun performanya menurun berkat triple bogey di hole 8 itu, Almay mengaku bisa bermain lebih sabar ketimbang putaran-putaran sebelumnya.

”Biasanya, kalau sudah bermain 2-over saya pasti emosional. Tapi tadi saya lebih bisa menerima, sampai akhirnya mendapat satu birdie lagi. Tentu ada rasa kecewa, tapi setidaknya saya masih bisa menjaga kondisi secara emosional,” papar Almay.

”Saya mesti mengingat dan mempertahankan tempo kecepatan putting.”
M. Rifqi Alam Ramadhan

Sama seperti Almay, M. Rifqi Alam Ramadhan juga bermain dari hole 10. Secara mengejutkan pula ia membuka hole pertamanya itu dengan sebuah eagle. Menyisakan jarak sekitar 90 meter, ia memainkan wedge 58°.

”Saya melakukan pukulan full swing dengan santai, lalu bola jatuh sekitar satu meter di depan apron lalu bergulir masuk,” tutur pegolf yang akrab disapa Alam ini.

Sayangnya, ia seperti kehilangan momentum. Ia harus berjuang keras dengan permainan putter-nya sehingga membuahkan bogey di hole 17 dan 18.

Birdie di hole 2 sempat memberinya kesempatan untuk terus memperbaiki kartu skornya, namun sayangnya ia juga harus kembali  mendapat boge di hole 5 dan 9, sebelum akhirnya permainan sempat tertunda lantaran ancaman petir. Dan ketika permainan dilanjutkan kembali setelah tertunda hampir satu setengah jam, Rifqi harus kembali mendapat bogey lantaran melakukan dua putt.

”Saya mesti mengingat tempo kecepatan putting. Di hole 17 dan 18 tadi, feeling power-nya sempat hilang,” ujarnya.

Pada akhir putaran ketiga, juara bertahan Lin Yuxin asal China membuka peluang untuk mempertahankan gelar dan kembali ke Augusta. Hari ini ia membukukan skor terendah 8-under 62, yang langsung membawanya ke puncak klasemen dengan raihan 10-under 200. Pegolf Filipina Lloyd Jefferson Go membuntuti di belakang Lin dengan skor 201.

Hanya dalam jarak dua stroke dari Lin, lima pemain lainnya juga masih berpeluang memberi kejutan. Dua rekan senegara Lin, Andy Zhang dan Bai Zheng Kai, duo Jepang peraih medali emas beregu Asian Games XVII Takumi Kanaya dan Keita Nakajima yang juga meraih medali emas, dan satu pegolf Thailand Khemkhom Lhimbasut sama-sama membukukan skor total 8-under 202.

Share.

Leave A Reply