Martin Memimpin Satu Stroke di China

0

Anda tidak bisa memenangkan sebuah turnamen hanya dengan memimpin pada akhir hari pertama. Namun, Anda berpeluang memenangkan turnamen dengan mematok skor terendah pada hari pertama. Itulah yang dilakukan oleh pegolf Australia Andrew Martin ketika memulai ajang Asia-Pacific Classic di St Andrews Golf Club, Henan, China kemarin (17/5).

Dalam putaran pertama kemarin, pegolf berusia 33 tahun ini memainkan putaran yang solid. Dalam sembilan hole pertama ia mencatatkan empat birdie dengan sebuah bogey untuk skor 32. Ia menambah dua birdie lagi di sembilan hole berikutnya untuk skor 6-under 66.

Meskipun memimpin, Martin hanya unggul satu stroke. Bersama mereka yang bermain dengan skor rendah, Martin memang memanfaatkan kondis cuaca yang lebih tenang dan green yang lembut sehingga bisa mencatatkan skor rendah.

“Putaran hari ini memang bisa dimanfaatkan. Kondisinya tidak begitu berangin dan green juga cukup lembut,” ujar Martin. ”Saya melakukan beberapa pukulan yang jelek, tapi saya masih berhasil mengatasinya.”

Meskipun kartu skornya terlihat bagus, Martin, yang meraih kartu Asian Tour setelah finis di peringat 35 besar pada Qualifying School pada awal tahun ini, memang mesti berjuang keras untuk mencapai skor tersebut. Terutama di sembilan hole terakhir, di mana pukulannya beberapa kali masuk ke rough.

”Di sembilan hole terakhir, beberapa drive saya berakhir di rough, yang membuatnya sedikit lebih berat,” sambung Martin. ”Tapi secara keseluruhan, saya memainkan putaran yang solid.”

Dan memang Martin menunjukkan kualitas permainan yang pantas untuk membuatnya berada di puncak klasemen sementara pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$300.000 ini.

Satu stroke di belakang Martin ada pegolf asal India Honey Baisoya, pegolf Singapura Koh Deng Shan, pegolf tuan rumah Liu Yanwei dan delapan pegolf lain yang kemarin bermain 5-under 67.

Baisoya sendiri tengah berada dalam performa yang bagus setelah bulan lalu menjuarai dua turnamen pada Professional Golf Tour of India secara berturut-turut. Ketika Asian Tour menuju Bangladesh, ia juga menorehkan hasil yang bagus dengan finis T6.

”Saya merasa bersemangat tentang turnamen ini. Awalnya memang cukup menimbulkan frustrasi karena saya justru sudah main 1-over dalam tiga hole pertama. Saya bahkan gagal memasukkan putt dari jarak dekat di hole kedua,” tutur Baisoya. ”Kemudian pukulan tee saya masuk rintangan di hole ketiga dan membuat bogey di sana. Pada saat itu saya mematok target 5-under, jadi saya gembira bisa mencapainya.”

Meskipun mengalami hari yang menyenangkan untuk membantunya masuk dalam persaingan, Koh menilai kondisi pada putaran kedua bisa berbeda.

”Besok (hari ini) tentu akan berbeda. Tapi saya akan berusaha mempertahankan permainan dan fokus pada tiap pukulan. Saya berniat untuk menjaga agar bola tetap dalam permainan. Fairway di sini sempit, tapi Anda mesti membidik ke sana,” ujar Koh.

Meski bermain satu stroke di belakang Martin, Koh menampilkan performa yang menakjubkan dengan akurasi yang luar biasa. Pukulannya hanya meleset dari dua fairway dan green. Tak heran kalau ia berniat untuk kembali mengulangi permainannya kemarin.

Adapun pegolf tuan rumah Liu memaksimalkan pengetahuannya tentang lapangan golf di St. Andrews Golf Club, yang terbukti membantunya untuk membukukan skor 67. Meskipun menuntaskan putaran pertamanya dengan bogey di hole terakhirnya di hole 9, Liu tetap optimis dengan performanya yang bagus.

”Saya main tiga kali di sini sebelumnya. Ini lapangan yang apa adanya, tapi dengan pengalaman sebelumnya jelas akan memberi perbedaan,” ujarnya.

Asia-Pacific Classic ini merupakan turnamen kedua yang digelar di China daratan pada tahun ini sebagai bagian dari kolaborasi China Golf Association dengan Asian Tour.

Perkembangan putaran kedua yang telah berlangsung bisa disimak melalui www.asiantour.com.

Share.

Leave A Reply