Legiun Asia Siap Bersaing

0

Jelang The Open Championship yang berlangsung mulai hari ini hingga 23 Juli mendatang, legiun Asia siap bersaing dengan para pemain terbaik dunia pada ajang Major ketiga yang berlangsung di Royal Birkdale, Southport, Inggris.

Salah satu legenda Thailand sekaligus peraih tiga gelar Order of Merit Asian Tour, Thongchai Jaidee memantapkan permainannya setelah berlatih intensif dengan pelatih barunya, Pompetch Saraphuthi. Mantan pelatih Kiradech Aphibarnrat itu membantu Thongchai mengatasi permainan putting-nya yang menurun.

”Saya sudah mengalami kesulitan dengan putting sejak tahun lalu. Jadi, prioritas utama saya ialah meningkatkan short game. Kalau bisa putting dengan baik, Anda tak perlu takut main buruk,” ujar Thongchai.

”Pompetch adalah pelatih terbaik untuk membantu putting saya. Semoga saja putting saya akan menjadi lebih baik. Saya sendiri mulai berlatih dengannya dua bulan yang lalu. Sebelumnya sudah pernah, tapi tak pernah sepenuh waktu seperti sekarang. Saya punya hubungan yang bagus dengannya, jadi saya sudah melihat ada peningkatan dalam permainan saya,” imbuhnya.

Sementara pemain veteran Thailand lainnya, Prayad Marksaeng, berharap bisa mendapat hasil terbaik saat kembali bermain pada The Open. Pegolf berusia 51 tahun ini berniat untuk bisa lolos cut untuk pertama kalinya dalam enam kali penampilannya pada ajang Major ini.

”Mungkin ini menjadi The Open terakhir saya. Jadi, saya harap kesempatan ini menjadi kenangan terbaik,” ujar Prayad yang telah mengantongi sepuluh gelar Asian Tour. ”Saya sudah makin tua, jadi saya pun tak berpikir punya peluang bisa lolos kualifikasi untuk ajang ini.”

Prayad menyebut cuacanya sempurna saat ia memainkan putaran latihannya. Dan jika kondisi cuaca bisa bertahan, ia pun merasa yakin bisa memaksimalkan kondisi tersebut, terlebih mengingat cuaca saat The Open cenderung buruk.

Meski pernah bermain di Royal Birkdale tahun 2008, dan mengakui layout-nya belum berubah, ia sangat ingat betapa sulitnya memainkan lapangan ini dalam kondisi angin kencang.

”Thongchai menyarankan supaya saya lebih sering main dengan driver karena pukulan driver saya lurus. Jelas ada hole-hole tertentu yang menuntut saya untuk memainkan long iron, jadi saya mesti merencanakan permainan saya,” tutupnya.

Prayad Marksaeng and Phachara Khongwatmai. Photo: Paul Lakatos/Asian Tour

Pegolf muda Phachara Khongwatmai, yang 33 tahun lebih muda daripada Prayad, yakin debutnya pada The Open tahun lalu akan membantu persiapannya tahun ini.

”Sekarang saya sudah lebih mengenal cuacanya. Saya sudah mengalami cuaca buruk tahun lalu, jadi saya tahu apa yang mesti dipersiapkan. Thongchai dan Prayad sangat membantu saya dengan memberi saran-saran untuk memainkan hole-hole tertentu, jadi saya merasa tenang,” ujar pegolf yang berjulukan ”Diamond” ini.

Sementara itu, juara Indonesian Masters 2014 Anirban Lahiri mengaku persiapannya secara mental sudah matang untuk mulai bermain hari ini. Ia sendiri berhasil lolos kualifikasi pecan lalu dan berharap bisa memaksimalkan kesempatannya bermain di Royal Birkdale.

”Saya merasa percaya diri, jadi secara mental saya sudah siap untuk bermain pekan ini sejak sebulan yang lalu. Itu sebabnya, saya bermain di Skotlandia (Aberdeen Asset Management Scotland Open) pekan lalu,” tutur Lahiri.

Lahiri menyebut Royal Birkdale sebagai lapangan terbaik dari lima kesempatan bermain pada The Open yang pernah ia dapatkan. Mengingat kondisi lapangan bisa berubah pada putaran-putaran akhir, Lahiri pun bersyukur bisa main di Skotlandia sehingga ia benar-benar bisa beradaptasi untuk lapangan links.

”Saya mulai terbiasa memainkan lapangan jenis ini. Anda mesti mengalami lebih banyak ke gundukan dan mendapat guliran ekstra dan fakta itu akan semakin sulit ketika angina ikut bermain dan terutama jika sudah mulai hujan,” ujar Lahiri yang menyebut pengalaman di Skotlandia itu membuatnya merasa lebih nyaman untuk bermain pekan ini.

Shiv Kapur. Photo: Paul Lakatos/Asian Tour

Bagi Shiv Kapur, rekan senegara Lahiri, The Open kali ini menjadi The Open ketiga dalam kariernya. Kali ini ia lolos kualifikasi setelah menjuarai seri kualifikasi di Woburn. Belajar dari pengalaman sebelumnya, ia berharap kali ini bisa main maksimal.

”Saya sudah pernah main di lapangan ini dalam dua kondisi angina yang benar-benar berbeda. Jadi, Anda mesti memiliki dua strategi, bukan hanya satu. Anda belajar melawan cuaca saat main di lapangan-lapangan links dan sering kali buku yardage tidak berguna. Jadi, lebih banyak feel, flight bola, dan kreativitas. Anda mesti lebih banyak menggunakan imajinasi,” tutur Kapur.

Kapur menyebut lapangan Royal Birkdale ini memberikan ujian yang berat, tapi juga adil. Rintangan langsung menyapa semua pemain dan tidak ada blind spot sama sekali. Menurutnya, jika bisa memukul ke fairway, semua pemain bisa menghindari banyak kesalahan.

”Di sekitar green lebih mudah ketimbang lapangan-lapangan Open lainnya, tapi pukulan tee-nya sulit,” imbuhnya lagi.

Kapur juga menggarisbawahi cuaca. Saat main pada The Open 2013, ia ada di posisi T4 seusai putaran awal, tapi mesti finis di posisi T73.

”Anda berpeluang mendapatkan skor yang bagus jika cuacanya bagus dan kalau kondisinya berangin atau hujan, lapangan akan sepenuhnya berubah,” tuturnya lagi.

Share.

Leave A Reply