Lee Bangkit dari Cedera dengan Menjuarai Shinhan Donghae Open

0

Pegolf berkebangsaan Kanada Richard T. Lee bangkit dari cedera dan menuntaskan penantiannya selama tiga tahun terakhir dengan memenangkan Shinhan Donghae Open dengan keunggulan satu stroke kemarin (17/9). Pegolf berdarah Korea yang sempat mengalami cedera ini berhasil mengatasi ketertinggalan dua stroke pada putaran ketiga untuk kemudian memenangkan ajang yang memperebutkan total hadiah sekitar US$1,06 juta.

Pada putaran final kemarin, Lee berhasil membukukan 5-under 66. Skor tersebut ternyata cukup baginya untuk bisa kembali mengangkat trofi kemenangan sebagai gelar Asian Tour kedua baginya. Dengan total skor 11-under 273, ia berhasil mengungguli pegolf asal Malaysia Gavin Green dengan satu stroke.

”Saya akan mengingat kemenangan ini untuk jangka waktu yang sangat lama, terutama setelah lepas dari cedera dan melatih permainan saya dari awal lagi. Jadi, kemenangan ini sangat berarti,” tutur Lee.

Lee menyebutkan dirinya mulai merasa nyaman dengan permainannya setelah bertanding pada Fiji International. Setelah itu, ia kembali ke Korea dan beberapa kali bermain di lapangan Bear’s Best Cheongna Golf Club dengan Wang Jeunghun.

”Saya beruntung bisa berlatih bersamanya. Saya berlatih sangat keras dan [akhirnya]memenangkan turnamen ini,” sambung Lee lagi. ”Saat memulai putaran final hari ini (kemarin), saya ingin bermain 6-under, tapi bisa menang dengan 5-under.”

Dengan kemenangan ini, Lee tak hanya berhasil menjuarai gelar Asian Tour keduanya sekaligus memastikan masa depannya pada Tour utama di Asia ini. Hasil ini sekaligus memperbaiki catatan performanya setelah sebelumnya hanya bisa lolos cut empat dari sepuluh turnamen Asian Tour yang ia mainkan musim ini.

Sementara itu, Gavin Green kembali harus puas untuk finis di peringkat kedua. Ini merupakan kali ketiga setelah turnamen di India dan China Taipei. Beberapa kali berpeluang memaksakan play-off, tapi beberapa putt-nya meleset dan harus merelakan kemenangan diraih oleh Lee.

”Richard bermain sangat baik dan Anda tak bisa berbuat banyak. Saya mengaku merasakan sedikit tekanan terutama jelang hole-hole terakhir. Saya punya peluang di hole 16, 17, dan 18, tapi begitulah golf,” ujar Green.

Meskipun kembali meraih posisi runner-up, Green mengaku puas. Baginya peringkat kedua bukanlah peringkat yang buruk.

”Jika Anda memberi tahu kalau saya bakal finis di peringkat kedua pada awal pekan sebelum turnamen ini, dengan senang hati saya berkata ’Ya’ kapan saja,” tutupnya.

Share.

Leave A Reply