Koepka Mencatat Sejarah Baru US Open

0

Bukan Rickie Fowler, bukan pula Justin Thomas, ataupun Brian Harman. Brooks Koepkalah yang akhirnya mencatat sejarah baru US Open ketika ia memenangkan Major pertamanya itu dengan catatan 16-under 272.

Koepka  menunjukkan kemampuan yang benar-benar dibutuhkan untuk menaklukkan Erin Hills, lapangan terpanjang dalam sejarah Major yang baru berusia 11 tahun ini. Sebagai salah satu pemukul jauh di Tour, Koepka tak hanya memukul jauh, tapi juga akurat, terutama ketika hal itu menjadi satu hal yang sangat ia butuhkan dalam putaran akhir (19/6). Pukulannya mencapai 17 dari 18 green. Ketajamannya juga terlihat di hole 14-16 ketika ia berhasil membukukan tiga birdie berturut-turut.

Memang 18 hole terakhir dalam sebuah ajang Major bisa terasa panjang dengan memberi berbagai kemungkinan. Salah satunya ialah ketika Hideki Matsuyama berhasil mengakhiri putaran finalnya dengan catatan 12-under 276, yang akhirnya menjadikannya pegolf Asia dengan posisi finis terbaik. Sayangnya, itu belum cukup menjadikannya sebagai juara Major pertama dari Jepang—jelas ia masih punya kesempatan itu.

Namun, memang, dalam sembilan hole terakhir, asumsi bahwa US Open ke-117 ini menjadi ajang perebutan gelar antara Brian Harman dan Brooks Koepka sudah terlihat. Koepka yang bermain di depan Harman mendapat satu-satunya bogey pada hari itu lantaran terpaksa melakukan tiga putt.

Harman menutup peluangnya untuk mengungguli Koepka setelah ia justru mendapat bogey di hole 12 dan 13. Sementara Koepka mendapatkan tiga birdie berturut-turut di hole 14-16 dan menutup putaran finalnya dengan par, 16-under 272 miliknya sudah jauh dari cukup untuk menjadikannya sebagai pegolf Amerika ketiga berturut-turut yang menjuara US Open—setelah Jordan Spieth (2015) dan Dustin Johnson (2016).

Pekan itu jelas menjadi pekan yang istimewa bagi Koepka yang menikmati Major pertamanya. Catatan skornya sepanjang pekan itu menyamai rekor Rory McIlroy dalam kaitannya dengan par. Selain itu, ia juga menjadi pegolf ketujuh yang pertama kali menjuarai sebuah Major.

Kembali ke statistiknya, catatan GIR yang ia hasilkan pada putaran final membuatnya menorehkan total 62 dari 72 GIR, yang terbaik pada ajang ini. Ia juga berada di peringkat keempat dalam memukul ke fairway, 49 dari 56 fairway. Artinya, selain membukukan rata-rata 307 yard, pukulannya juga terbukti akurat!

”Anda bisa memukul jauh dan fairway-nya juga sangat luas. Itu menjadi nilai plus buat saya. Saya pemukul jauh. Dan pada beberapa par 5 di sini saya bahkan tak perlu menggunakan driver,” ujar Koepka yang sebelumnya telah empat kali finis di posisi 10 besar dalam ajang Major—T4 US Open 2014, T4 US PGA Championship 2014, T5 US PGA Championship 2015, T10 The Open 2015.

Pencapaian Koepka ini memang terbilang istimewa untuk pemain yang baru tiga tahun ini mendapatkan status penuh sebagai pemain pada PGA Tour. Tapi, jelas, percakapannya dengan pelatih swing-nya Claude Harmon dan Pete Cowen, membantunya untuk bermain sabar.

Bagaimana pandangan Justin Thomas, yang mencatatkan rekor fenomenal pada putaran ketiga?

”Saya belum bisa melakukannya hari ini (19/6). Kapanpun Anda gagal menang, rasanya menyakitkan. Tapi saya merasa lega melihat Brooks bermain 5-under. Saya mesti memainkan golf yang spektakuler untuk bisa mengejar pencapaiannya,” ujar Thomas.

Share.

Leave A Reply