Kiradech dan Sharma Capai Peringkat Terbaik

0

Penampilan yang sangat baik pada pekan lalu ketika mengikuti World Golf Championships-Mexico Championship membawa Kiradech Aphibarnrat dan Shubhankar Sharma ke posisi yang lebih baik lagi pada peringkat dunia mereka.

Kiradech Aphibarnrat mencapai prestasi terbaiknya pada ajang World Golf Championships-Mexico Championship dengan menempati peringkat T5 pada hari Minggu (4/3) yang lalu. Ia menuntaskan putaran finalnya itu dengan total skor 13-under 271 di Club de Golf Chapultepec.

Prestasi ini ia capai setelah pada putaran final tersebut membukukan skor 6-under 65. Ia hanya berselisih tiga stroke dari duo Amerika Phil Mickelson dan Justin Thomas. Mickelson akhirnya melaju menjadi juara setelah mengalahkan Thomas melalui babak play-off. Pencapaian ini sekaligus membuat Kiradech menyamai raihan Thongchai Jaidee pada ajang World Golf Championships. Thongchai juga finis T5 pada ajang WGC-Dell Technologies Match Play pada tahun 2010.

”Saya merasa sangat bangga dengan cara bermain saya dan bisa finis di lima besaw pada World Golf Championships selalu merupakan hal terbaik. Hari Sabtunya, saya gagal memasukkan sejumlah putt sehingga membuat saya tersingkir dari persaingan. Hari ini (4/3) saya memainkan golf yang luar biasa, tapi masih sedikit tertinggal, sedikit terlalu jauh,” tutur Kiradech, yang meraih hasil terbaik sebelumnya di posisi T18 pada WGC-Dell Technologies Match Play 2016.

Kiradech memang berusaha mengejar pimpinan klasemen pada hari ketiga dan berusaha untuk bermain lebih agresif. Sayangnya, hal itu tidak berjalan dengan lancar. Namun, pada putaran final, ia justru berhasil memasukkan sejumlah putt yang membantunya meraih skor 6-under 65.

”Saya sangat bangga dengan hasilnya. Lima besar, itu sudah jadi target. Tapi kalau melihat ke belakang, saya masih belum memainkan permainan terbaik saya, permainan kelas A saya, yang pada hari Sabtu seharusnya memperbaiki posisi, tapi malah membuat saya tertinggal. Tapi jelas saya sangat gembira dengan hasil ini,” tukasnya lagi.

Shubhankar Sharma juga merasakan hal yang serupa. Bermain dalam grup terakhir bersama Tyrrell Hatton dan Mickelson, Sharma akhirnya finis di peringkat T9 dalam debutnya pada ajang ini. Ia benar-benar memberi kejutan setelah memiliki keunggulan dua stroke setelah hari kedua dan hari ketiga.

Sebagai pegolf termuda dalam ajang ini, 21 tahun, ia akhirnya menuntaskan debutnya ini dengan berada di peringkat T9 lantaran bermain 3—over 74 pada putaran final itu. Ia finis enam stroke di belakang Mickelson. Memang bukan finis yang ia impikan, tapi posisi itu jelas mengesankan bagi pegolf asal India tersebut.

Ia memang tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya, terutama mengingat ia sendiri berpeluang mencatatkan sejarah setelah menjadi pegolf India dan Asian Tour pertama yang menjuarai Joburg Open, yang ia susul dengan memenangkan Maybank Championship. Tapi Sharma mengaku melihat aspek positif dari debutnya ini, terutama keberhasilannya dalam membuktikan bahwa ia pantas bersaing di antara para pemain terbaik dunia.

”Sedikit kecewa memang, apalagi karena saya memimpin dan saya pikir saya tak bisa menuntaskannya (dengan baik) kali ini. Tapi seperti itulah golf ini. Dan yang saya pelajari, terutama bermain dengan Phil, akan saya kenang selamanya,” ujarnya.

Pujian pun dilayangkan oleh Mickelson, sang juara, ”Saya melihata betapa bagus pukulannya. Ia melakukan pukulan tee di hole 1 dengan sangat indah, melihat itu Anda tahu kalau dia benar-benar bisa bermain dengan baik. Saya juga melihat beberapa permainan putter-nya dan saya tahu dia pemain yang sangat berbakat dan saya yakin dia memimpin Order of Merit European Tour, jadi saya tahu betapa Tn. Sharma ini pemain hebat.”

Prestasinya kali ini membawa Sharma ke peringkat 66 pada Official World Golf Ranking, setelah sebelumnya berperingkat 75, dan pada akhir November berperingkat 521. Ia pun berpeluang untuk mengikuti ajang World Golf Championships berikutnya, WGC-Dell Technologies Match Play di Austin, yang eksklusif hanya bagi para pegolf berperingkat 64 dunia.

Jika Sharma berperingkat 66 dunia, Kiradech juga mengalami lonjakan peringkat dunia. Setelah sebelumnya berperingkat 40, seusai ajang di Meksiko ini Kiradech resmi berperingkat 36 dunia, yang sekaligus menjadi ranking terbaiknya sejauh ini.

Share.

Leave A Reply