Kian Seru Menjelang Putaran Final

0

Papan klasemen di Macau pekan ini terlihat sangat dinamis. Setelah kemarin (28/9) Yuan ”Carl” Yechun berbagi posisi teratas bersama Ryan Rhee, peringkat teratas itu kini kembali berubah dengan Joseph Winslow dan Todd Baek berada di puncak dengan torehan 13-under 210.

Hari ini (29/9), Winslow bermain dengan Todd Baek dan Yuwa Kosaihira. Uniknya, ketiganya kini berada di jajaran enam besar Order of Merit PGA TOUR Series-China, dengan masing-masing ada di peringkat 4, 3, dan 6 . Dan uniknya lagi,ketiganya berada di jajaran atas, dengan Kosaihira hanya berjarak satu stroke dari Winslow dan Baek.

Pada putaran ketiga tadi, Winslow mencatatkan birdie di hole 2, 7, 9, dan 16. Permainannya hari ini terbilang istimewa dan membuatnya pantas menjadi salah satu pimpinan klasemen, mengingat kondisi di lapangan yang berat, dengan angin yang kerap berubah arah embusan.

Winslow mengaku bermain bersama Baek dan Kosaihira membantunya untuk bermain bagus.

”Selalu asyik untuk bisa bermain dengan pemain-pemain bagus. Kami benar-benar saling bertukar birdie dan berusaha mengatasi angin. Selama tiga hari berturut-turut saya sudah bermain dengan para pemain di jajaran atas Order of Merit. Ini sangat bagus karena Anda bisa memainkan permainan yang normal sambil mendorong yang lain,” papar Winslow.

Menurut Winslow, tiap birdie yang diraih oleh para pesaingnya itu menjadi semacam motivasi baginya. Apalagi ia memang bermaksud untuk bisa berada di posisi atas karena ”itulah yang Anda butuhkan untuk bisa bertahan dan melaju,” ujarnya.

Tapi ia jelas tidak bisa mengabaikan peran sang ayah. Setelah menjuarai International Qualifying Tournamen bula Februari silm, Winslow menyebut peran sang ayah sebagai salah satu faktor penting.

”Ayah saya sangat baik dan level energinya juga solid. Kami banyak tidur (untuk menyimpan tenaga). Dia sendiri sangat menikmati bisa berada di luar. Menurutnya, inilah pekan terbaik baginya karena ia bisa berjalan di lapangan setiap hari,” ujar Winslow mengenai sang ayah yang sebelumnya merupakan mantan pelatih pro.

”Skor-skor yang ada sungguh mengejutkan, sayangnya tidak di grup kami!” — Yuan ”Carl” Yechun

Adapun Baek yang sempat bermain penuh pada panggung Web.com Tour berniat untuk menambah koleksi gelar juaranya tahun ini. Sama seperti Winsow, Baek juga bermain tanpa bogey.

”Hari ini (lapangannya) sangat berat dengan angin yang sekali lagi berembus dari arah yang berlawanan, tapi saya berhasil memukul bola dengan sangat bagus hari ini dan tidak meleset di satu green pun,” tutur Baek.

Tidur yang cukup sehari sebelumnya ternyata juga membantu Baek untuk bisa finis dengan meyakinkan pada akhir putaran ketiga tadi, sekaligus membuka peluang untk meraih gelar kedua pada tahun ini.

Harapan tuan rumah kini ada pada Yuan Yechun. Pegolf berusia 21 tahun yang beralih pro seusai mempersembahkan medali perak bagi China pada Asian Games XVII bulan lalu ini berusah untuk memenangkan turnamen pertamanya sebagai pemain profesional.

Bermain di hadapan para pendukungnya, Yuan hanya bisa bermain even par 71. Ia bahkan mengaku kaget melihat ada banyak pemain yang bisa bermain under dalam kondisi yang berat.

”Saya pikir angin membuat putaran kali ini lebih berat daripada dua putaran sebeumnya. Skor-skor yang ada sungguh mengejutkan, sayangnya tidak di grup kami!” ujar Yuan, yang tadi bermain dengan Ryan Rhee yang juga bersamanya di puncak klasemen kemarin.

Tapi, seperti kata kebanyak pakar, ”never say never” mengingat golf memang salah satu olahraga yang sulit ditebak. Secara matematis, Nick Voke dan Joseph Gunerman yang mengumpulkan skor total 10-under 203 juga masih memiliki peluang dalam 18 hole terakhir besok. Artinya, partai final besok (30/9) bakal mendatangkan drama dan kejutan.

Share.

Leave A Reply