Kemenangan Emosional bagi Gavin Green

0

Mercuries Taiwan Masters menjadi panggung yang memberikan kemenangan emosional bagi Gavin Green. Bintang muda asal Malaysia ini akhirnya berhasil meraih kemenangan pertama pada kancah Asian Tour setelah tiga kali nyaris menjadi juara.

Green berhasil memastikan kemenangan perdananya itu di Taiwan Golf and Country Club hari Minggu (1/10) setelah membukukan skor 1-under 71. Skor tersebut sudah cukup baginya untuk meraih gelar pertama yang sangat ia dambakan setelah mencatatkan total 9-under 279.

Green sempat memimpin bersama pegolf Zimbabwe Scott Vincent dan pegolf Afrika Selatan Keith Horne. Peluang play-off memang sempat terlihat, namun Vincent dan Horne justru terjungkal di hole terakhir dan memberi jalan bagi Green untuk mengangkat trofi Asian Tour pertamanya.

Adapun Juvic Pagunsan justru bermain 2-over 74 dan tak sekalipun berhasil mencatatkan birdie di sembilan hole terakhirnya—ia malah mendapat bogey di hole 14.

Kemenangan ini menjadi kemenangan yang emosional bagi Green. Tidak hanya karena ia akhirnya berhasil meraih kemenangan, tapi lantaran ia bermain dalam kondisi yang masih berduka setelah kakeknya meninggal.

”Ini kemenangan yang luar biasa, jujur saja. Sebagian lantaran kakek saya memainkan peran yang sangat besar dalam hidup saya dan saya ingin ia melihat saya menang,” ujar Green. ”Beliau sangat ingin saya bisa menang dan saya berusaha keras untuk dia di Korea. Saya gagal dan ia meninggal. Sangat berat rasanya lantaran ia di Malaysia. Saya kira kepulangan beliau mendorong saya untuk berusaha lebih keras dan menang. Jelas ia bersama saya hari ini.”

Pada sisi lain, kemenangan ini memberi kelegaan bagi Green. Pada musim ini, ia sudah tiga kali hampir menjadi juara. Sebelumnya, ia juga bersaing ketat pada Hero Indian Open sebelum akhirnya finis di peringkat kedua. Pada Yeangder Heritage ia kembali finis, kali ini di ties. Terakhir ketika ia berlaga pada Shinhan Donghae Open.

Kemenangan Green ini juga menempatkannya sebagai pegolf Malaysia kelima yang berhasil menjuarai ajang Asian Tour—empat pemain lainnya ialah Danny Chia, Airil Rizman, Ben Leong, dan Nicholas Fung. Ia juga menjadi pegolf Malaysia kedua yang menjuarai Mercuries Taiwan Masters setelah Chia melakukannya pada 2015.

Satu hal penting lainnya ialah bahwa dengan memenangkan hadiah uang sebesar US$160.000, ia kini mengumpulkan total US$527.346. Ini menempatkannya di posisi teratas Order of Merit Asian Tour musim ini dan berpeluang menjadi pegolf Malaysia pertama yang memenangkan gelar prestise tersebut.

Sementara itu, bagi Pagunsan, ia harus menunggu lebih lama lagi untuk meraih kemenangan keduanya. Pada putaran final kemarin ini, ia melakukan 35 putt, sesuatu yang mengecewakan baginya.

”Putting saya mengecewakan dan ini sesuatu yang tak boleh dilakukan pada putaran final. Pukulan saya solid dan mungkin itulah satu-satunya hal positif yang bisa saya dapatkan pekan ini. Saya main dengan Gavin Green dan tenaganya dari tee sungguh luar biasa. Saya kira dia berpotensi untuk main di PGA Tour,” tutur Pagunsan.

Green jelas berpeluang menembus Tour terbesar itu ketika ia turun untuk bermain pada CIMB Classic di TPC Kuala Lumpur.

Share.

Leave A Reply