Kejutan pada Edisi Keempat

0

Edisi keempat Olympic Jabar Amateur Open (OJAO) yang berakhir kemarin (9/5) menghadirkan kejutan ketika dua nama keluar sebagai juara. Pegolf asal Karawang, Dana, dan pegolf asal Banten, Ika Woro Palupi, memberi kejutan dengan memenangkan gelar juara di kategori pria dan wanita.

Tidak hadirnya para pegolf terbaik Indonesia pada ajang OJAO tahun ini memang benar-benar memberi kesempatan bagi para pegolf lain untuk tampil semaksimal mungkin. Dan hal ini terbukti tidak mengurangi kualitas penyelenggaraan dan kompetisi yang berlangsung di Old Course Jagorawi Golf and Country Club sejak tanggal 7-9 Mei 2018 tersebut.

Dalam dua putaran awal, pegolf Banten lainnya, M. Seandy Alfarabi tampaknya mendapat angin untuk bisa tampil menjadi juara. Namun, pada putaran final yang berlangsung kemarin (9/5), pegolf yang akrab disapa Abi tersebut justru harus tergelincir dari puncak klasemen setelah membukukan empat bogey berturut-turut dari hole 10 hingga hole 13.

Tanpa disangka, Dana yang turun mewakili Kabupaten Karawang tampil luar biasa. Hingga sembilan hole pertama, pegolf berusia 30 tahun ini telah bermain 1-under setelah membukukan 3 birdie dengan satu double bogey di hole pertamanya.

”Setelah mendapat birdie di hole 9 dan 10, saya menjadi semakin bersemangat,” papar Dana.

Sempat mendapat bogey di hole 12, ia menambah perbendahraan birdie-nya di hole 15 dan 16.

”Sampai di hole 16 itu saya sudah main 3-under. Saya tahu saya sudah melewati pemain lainnya sehingga saya makin bersemangat lagi (untuk bisa menang),” sambung Dana.

”Saya memang sudah menargetkan untuk bisa menjadi juara di sini,” ujar Dana yang sempat meraih Lowest Amateur pada ajang Indonesian Golf Tour tahun lalu.

Dana menutup turnamen dengan total skor 5-over 221 untuk keluar sebagai juara.

”Saya pikir kemenangan ini saya dapatkan di antaranya karena faktor keberuntungan juga. Di hole 15, misalnya, saya pikir bolanya melayang masuk ke hutan, tapi ternyata malah berada di fairway,” tuturnya. ”Tapi saya memang berniat untuk bisa main bagus sekalian. Kemenangan ini membuat saya makin yakin untuk main di porda nanti.”

Pegolf lain yang mewakili Kabupaten Karawang, Akmin, juga mendadak menyalip Abi dan berada di peringkat kedua sehingga peringkat satu dan dua seakan menjadi milik Karawang.


Sementara itu, persaingan seru terjadi di sektor wanita. Tiga pegolf yang mewakili tiga daerah berbeda bersaing ketat untuk menjuarai ajang ini. Pegolf asal DKI Jakarta Michela Tjan sempat mengambil alih pimpinan klasemen dari Nadia Rosiana asal Jawa Barat ketika berhasil membukukan 3-under hingga hole 10. Namun, empat bogey di lima hole terakhirnya memupus harapannya untuk bisa menang.

Sebaliknya, pegolf asal Banten, Ika Woro Palupi justru main cukup solid di sembilan hole terakhirnya. Setelah membukukan 38 di sembilan hole pertama, Ika mencatatkan dua birdie di hole 10 dan 11 sebelum akhirnya mendapat double bogey di hole berikutnya. Ia kembali mencatatkan birdie ketiganya hari itu di hole 17, namun mendapat bogey di hole terakhir, yang ternyata membawanya ke babak play-off dengan Nadia setelah keduanya mencatatkan skor yang sama, 224.

Pada babak play-off yang dimainkan di hole 9 par 5, baik Ika maupun Nadia sama-sama mendapat par di hole pertama. Namun, di hole play-off kedua, Ika berhasil mencatatkan par sementara Nadia justru mendapat bogey, yang praktis memberi gelar penuh kejutan bagi Ika.

”Sebenarnya, latihan saya untuk menghadapi ajang ini bisa dibilang kurang. Saya sama sekali tidak berharap bakal main bagus, tapi setidaknya saya menanamkan pikiran agar jangan sampai main dengan skor 80-an sehingga saya bermain luar biasa hati-hati,” ujar Ika.

Sempat beberapa bulan jauh dari kompetisi, Ika mengaku staminanya untuk bermain dalam kompetisi ketat ini terjaga lantaran masih menjaga kondisi fisiknya. Dan hal ini terbukti sangat berperan dalam membantunya kembali ke lingkaran para juara.

Sejak awal jelang turnamen ini berlangsung, pihak penyelenggara memang mematok target untuk menjadikan ajang ini sebagai wadah bagi para pegolf nasional lainnya untuk memaksimalkan kompetisi ini dan menjadi yang terbaik. Keberhasilan Dana dan Ika dalam menjuarai turnamen ini membuktikan bahwa para pegolf lapis dua juga memiliki kapasitas juara.

 

 

Share.

Leave A Reply