Kanaya Mewujudkan Impiannya Menuju Ajang Major

0

Takumi Kanaya akhirnya berhasil mengikuti jejak pegolf seniornya, Hideki Matsuyama, dengan menjuarai ajang Asia-Pacific Amateur Championship hari Minggu (7/10) ini. Pegolf berusia 20 tahun ini membukukan skor total 13-under 267 untuk mendapatkan tempat bermain pada The Masters dan The Open Championship tahun 2019.

Kanaya mencatatkan 5-under 65 pada putaran final. Skor ini memberinya keunggulan dua stroke dari pegolf India Rayhan Thomas dan rekannya di Tim Nasional Jepang pada Asian Games XVII lalu, Keita Nakajima.

Bermain pada putaran final yang dihiasi dengan penundaan lantaran cuaca buruk, Kanaya sama sekali tak terpengaruh dan malah memimpin klasemen semetara. Setelah turnamen ditunda selama sejam, ia menambah tiga birdie lagi dari hole 14, sampai mendapat bogey di hole 17 dan menutup dengan par untuk keunggulan dua stroke dari para pesaing terdekatnya.

”Rasanya seperti bermimpi. Saya sudah bermimpi untuk bermain ke The Masters sejak saya masih kecil,” ujar Kanaya, yang mendapat telepon dari Matsuyama, yang memberi selamat kepadanya tak lama seusai memastikan memenangkan kejuaraan ini.

”Anda tak bisa menjuarai sebuah kejuaraan di level seperti ini dengan memulai putaran pertama dengan skor 4-over.” — Rayhan Thomas

”Saya tak mengira bisa bermain pada The Masters dan The Open sedini ini dalam karier saya. Jadi, (pencapaian ini) sangat besar,” ujarnya lagi. ”Sepanjang hari ini saya memang main bagus, tapi saya pikir kuncinya ialah bermain dengan tetap tenang.”

Kemenangan ini tak hanya memberi tempat berlaga pada The Masters dan The Open Championship, tapi Kanaya juga berhak untuk mengikuti ajang 124th R&A Amateur Championship.

Sementara itu, Rayhan Thomas mengaku kecewa karena bermain dengan skor 74 pada hari pertama. Ia menyebut skor tersebut benar-benar memberi perbedaan. Namun, finis sebagai salah satu runner-up merupakan pencapaian terbaik dari seorang atlet India sepanjang satu dekade sejarah turnamen ini.

”Satu hal yang jelas saya pelajari dari pekan ini ialah bahwa Anda tak bisa menjuarai sebuah kejuaraan di level seperti ini dengan memulai putaran pertama dengan skor 4-over,” ujarnya.

”Terlepas dari skor tersebut, saya sangat menikmati setiap momen dari kejuaraan ini dan saya senang bisa kembali lagi tahun depan karena saya tahu, saya punya kemampuan untuk memenangkannya.”

Jika Rayhan menyayangkan skor hari pertama, Nakajima menyayangkan tiga putt yang ia lakukan di hole 17. Meskipun demikian, ia memuji Kanaya karena bermain dengan sangat solid pada putaran final.

Share.

Leave A Reply