Kampanye Awal Green dengan Skor 72

0

Begini ceritanya. Tiket untuk bermain pada ajang Major tertua di dunia, sekaligus yang terbesar menurut Gary Player, ia raih setelah menjuarai Order of Merit Asian Tour musim 2017. Lalu pada hari pertama, ia berhasil mencatatkan rata-rata 345 yard dari tee. Dan ia memulainya dengan skor 1-over 72.

Seperti itulah perjalanan Gavin Green seusai memainkan putaran pertama di Carnoustie Golf Links kemarin (19/7). Bintang muda asal Malaysia ini meraih lima birdie dan enam bogey untuk menandai debutnya pada ajang Major ketiga tahun ini.

”Pukulan saya bagus. Bogey yang saya dapatkan itu lantaran break-nya parah saja. Saya juga gagal menghindari bunker-bunker pot itu, tapi saya sudah belajar,” ujar Green.

Green memang menunjukkan kualitas permainan yang diharapkan dari seorang bintang muda. Sebagai pegolf Malaysia ketiga, dan yang termuda—setelah Iain Steel (1996) dan Danny Chia (2005, 2008, dan 2010)—yang bisa bermain pada The Open, Green memiliki akurasi pukulan yang bagus.

”Tiga birdie saya semuanya dari jarak dekat. Beberapa kali saya memukul bola ke bunker dan mesti mengeluarkan bola, tapi secara keseluruhan, saya menerima skor 1-over untuk mengawali Major pertama saya ini,” sambungnya.

Meskipun mendapat dua bogey di dua hole terakhirnya, Green masih bersikap optimis bisa mencatatkan skor yang rendah pada putaran kedua nanti.

”Saya menikmati putaran pertama ini. Tapi jelang hole-hole terakhir, saya justru melakukan beberapa pukulan yang buruk pada saat yang tidak tepat. Bukan karena merasa gugup, malahan saya merasa sangat tenang, jadi (dua bogey itu) tidak berarti apa-apa,” ujar Green yang akan memainkan rencana yang sama pada hari ini: berhati-hati dan menghindari bunker.

Sementara itu, setelah masing-masing membukukan skor 73 dan 76, kontingen dari India Shubhankar Sharma dan Anirban Lahiri akan memainkan tema ”berburu birdie” pada putaran kedua yang akan dimulai beberapa jam lagi.

Sharma bahkan berniat untuk bermain agresif setelah hanya mendapatkan satu birdie dengan tiga bogey.

”Saya mesti bermain agresif besok (hari ini). Saya cuma mendapat satu birdie hari ini (kemarin). Jadi, saya mesti mendapat lebih banyak lagi,” ujarnya. ”Saya berada di grup yang hebat (Sharma bermain dengan Sergio Garcia da Bryson DeChambeau) dan Tiger ada di belakang saya. Saya kira belum pernah melihat ada begitu banyak penonton di tee pertama sebelumnya, jadi ini benar-benar pengalaman yang luar biasa.”

Adapun seniornya, Anirban Lahiri, pantas merasa kecewa setelah bermain 76 pada putaran pertama. Meski demikian, ia bersemangat untuk bisa kembali bermain pada putaran kedua.

”Saya tidak mengawali putaran pertama ini dengan bagus. Saya kira hanya dua atau tiga hole yang saya mainkan dengan cukup baik. Ada beberapa pukulan saya yang meleset ke kanan. Bermain tanpa birdie seperti ini memang mengecewakan. Saya benar-benar membuang terlalu banyak pukulan,” papar Lahiri.

Ia juga menyayangkan kegagalannya untuk memaksimalkan semua par 5 di Carnoustie Golf Links ini. Terutama karena bagi banyak pegolf, par 5 merupakan hole yang memberi peluang untuk mencatatkan skor.

”Lima over jelas bukan awal terbaik, tapi saya merasa saya masih bisa mendapatkan banyak birdie besok. Ada banyak hal yang mesti dikerjakan, tapi saya mesti melakukan apa yang mesti saya lakukan untuk besok (hari ini),” ujar Lahiri.

Share.

Leave A Reply