Kado Istimewa bagi Shubhankar Sharma

0

Melakoni debut pada sebuah ajang Major saja sudah menjadi catatan prestasi tersendiri. Tapi berhasil lolos cut dan mencapai dua putaran final jelas merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Dan hasil demikian menjadi kado istimewa bagi Shubhankar Sharma, yang genap berusia 22 tahun hari ini (21/7).

Bagi Sharma, The Open merupakan Major ketiga dalam kariernya. Tapi inilah pertama kalinya ia bermain pada ajang Major tertua di dunia ini. Sebelumnya, ia sempat mengikuti The Masters dan US Open berkat performa mengagumkannya menjuarai dua ajang European TourJoburg Open dan Maybank Championship—plus mencapai sepuluh besar pada ajang World Golf Championship.

Carnoustie Golf Links di Skotlandia menghadirkan kondisi yang berat, yang diiringi hujan pada putaran kedua kemarin (20/7). Namun, Sharma berhasil mencatatkan skor even par 71. Skor totalnya, 2-over 144 membuatnya melangkah lantaran ia persis berada di batas cut off.

Meskipun demikian, Sharma harus berjuang keras untuk memastikan lolos tidaknya ia. Dan ia berhasil melanjutkan upayanya untuk mencatatkan sejarah pribadinya di hole terakhirnya kemarin.

”Saya tak berpikir banyak ketika berdiri menghadapi putt terakhir. Green-nya sangat bergelombang. Jadi, Anda hanya berharap bola bisa tetap pada jalurnya. Itu benar-benar momen yang sangat menegangkan buat saya dan pada akhirnya saya senang bisa mencatatkan birdie di hole terakhir itu, dan berhasil melangkah ke akhir pekan,” tutur Sharma.

Bagi Sharma, bisa bermain pada ajang The Open saja merupakan impian yang terwujud. Dan kini impiannya itu berlanjut hingga ke putaran akhir pekan.

”Ini kejuaraan Major favorit saya. Sejak kecil saya sudah membayangkan bermain pada The Open. Saya gembira bisa lolos cut pada upaya pertama ini. Dan ini juga pertama kalinya saya bisa lolos cut pada sebuah ajang Major. Dan besok (hari ini) saya berusia 22 tahun, jadi prestasi ini menjadi hadiah ulang tahun yang istimewa buat saya,” imbuh Sharma lagi.

Dengan skor total 2-over 144, untuk sementara Sharma berada di peringkat T52 bersama sejumlah pegolf Asia lainnya, seperti pegolf Korea An Byeonghun dan pegolf Jepang Masahiro Kawamura.

Sayangnya, keberhasilan Sharma ini tidak diikuti oleh seniornya, Anirban Lahiri. Kemarin Lahiri mencatatkan skor 74 dan harus kehilangan kesempatan pada akhir pekan ini.

Pegolf Korea lainnya, Kang Sung memimpin legion Asia di Skotlandia pekan ini. Setelah pada putaran pertama bermain 2-under 69, Kang yang aktif berkompetisi pada kancah PGA TOUR kemarin bermain 1-over 72. Skor total 1-under 141 ini pun menempatkannya di peringkat T18.

Pimpinan klasemen pada akhir putaran kedua kemarin ditempati oleh dua pegolf Amerika. Juara The Open 2015 Zach Johnson kemarin bermain 4-under 67, sementara pimpinan klasemen hari pertama Kevin Kisner bermain 1-under 70.

Share.

Leave A Reply