Jelajah Kuliner Belgia

0

Belgia, sebuah negara di bagian barat benua Eropa memiliki keanekaragaman hasil olahan makanan maupun perkebunan ternama. Gastronomi yang dimiliki mulai dari hasil ternak susu, perkebunan buah dan sayur segar, hingga hidangan manis berupa cokelat dan kue. Dalam misi Ekonomi Belgia di Indonesia 14 Maret lalu di Hotel Pullman Thamrin, negara beribu kota Brussels ini pun memperkenalkan ragam jenis hasil pertanian yang banyak diekspor ke berbagai negara termasuk Indonesia.

Kentang
Kentang jadi salah satu komoditas terbesar di Belgia khususnya kentang beku. Selain itu, wilayah Belgia yang terletak di tengah European Potato Belt memiliki kondisi iklim dan tanah yang tepat untuk kentang tumbuh. Hal ini pula yang menjadikan karakter untuk kentang Belgia, berbeda dengan Indonesia yang menghasilkan kentang dengan rasa lebih manis dan berair. Belgia memang unggul menghasilkan kentang goreng yang dikenal dengan Belgian Fries. Mereka pun memiliki budaya fritkot, yang membuat kentang ternama sebagai makanan ringan dan hadir di restoran maupun kios, dan secara tak langsung telah diakui menjadi warisan budayanya.

Produk Susu
Hasil ternak yang jadi unggulan Belgia adalah produk susu. Kian tahun produk susu yang dihasilkan meningkat karena Belgia beriklim baik untuk memproduksi susu dalam jumlah besar. Bahkan, Indonesia jadi negara kedua yang mengimpor produk susu dari Belgia. Kandungan tinggi nutrisi dan relatif rendah kalori membuat susu maupun produk susu dari negara ini jadi bagian dari kesehatan dan diet berkelanjutan. Hasilnya, tak hanya susu sebagai minuman namun juga olahan lain yang juga populer, seperti aneka keju, olahan fermentasi, yogurt, krim, mentega, dan hidangan pembuka.

CokeCokelat Belgialat
Belgia juga dikenal akan kelezatan produk cokelatnya. Namun, siapa sangka ternyata Indonesia jadi salah satu produsen biji kakao terbaik bagi cokelat Belgia, selain dari Ghana dan Kamerun. Olahan cokelat Belgia ini pun memang beraneka ragam, salah satunya cokelat praline. Walau negara ini mengaku tak unggul dalam menghasilkan biji kakao yang baik, namun Belgia mampu menjadi produsen cokelat terbaik di dunia. Kuncinya terletak pada teknik mengolah cokelat itu sendiri. Mulai dari cara tradisional maupun teknologi yang digunakan. Seperti praline markisa yang dicontohkan Stephen Vandeparre, ahli chocolatier, menghasilkan cita rasa asam manis yang menyegarkan.

Bir
Minuman beralkohol ini memang jadi andalan Belgia. Negara ini punya lebih dari 600 variasi berbeda yang memang disukai warganya. Tak salah memang Belgia disebut sebagai surganya penggemar bir. Tak hanya punya rasa unik, bir Belgia diciptakan untuk bukan sekadar merasakan tapi pengalaman meminumnya, salah satu yang unik adalah bir Lambic. Selain itu, penyajiannya pun sering kali punya cara unik baik dengan botol maupun gelas berbagai bentuk. Setiap rupa dari masing-masing gelas pun sengaja dibuat untuk meningkatkan cita rasa bir. Belgia memang sangat serius memperlakukan bir mereka karena tradisi yang dipegang dan perhatian penuh akan hal tersebut.

Indonesian Food VS Belgian Food
Jika Indonesia dikenal memiliki rendang daging yang telah diakui jadi salah satu makanan terlezat di dunia, Belgia punya olahan yang mirip, yaitu Stoofvlees Belgian Beef Stew adalah olahan daging sapi yang diambil bagian pipi dan direndam bir, mustard, mayonnaise, mentega, garam, dan lada. Tampilannya sangat mirip dengan rendang, bewarna kecokelatan yang diresapi bumbu-bumbu. Jika diurai berdasarkan rempah, memang jauh berbeda dengan rendang asal Sumatera Barat tersebut. Karena rendang mengandung banyak rempah dan rasa sedikit pedas, sementara Stoofvlees milik Belgia ini terasa lebih ringan. Terlebih jika rendang memerlukan waktu lama hingga berjam-jam agar menghasilkan resapan rempah pada daging dan empuk, Stoofvlees tak selama itu. Masakan khas Belgia ini hanya membutuhkan waktu 1-2 jam saja.

Share.

Leave A Reply