Jazz Menikmati Kemenangan Kedua

0

Kemenangan pertama selalu menjadi kemenangan paling berkesan dalam sebuah karier profesional. Tapi kemenangan kedua akan menegaskan bahwa kemenangan pertama bukan kebetulan. Dan yang lebih penting lagi, hal itu bisa menciptakan tren positif bagi kariernya ke depan.

Jazz Janewattananond sempat terpuruk ketika finis di luar zona 60 besar Order of Merit Asian Tour pada akhir musim 2016. Bak jatuh tertimpa tangga, ia juga gagal menembus Qualifying School 2017. Sampai akhirnya sukses menjuarai Bangladesh Open 2017, yang sekaligus memberinya kartu Asian Tour.

Kala itu, ia menjuarai turnamen di Bangladesh dengan keunggulan empat stroke. Dan siapa yang mengira ia akan kembali mengulangi hal serupa ketika bermain pada ajang Queen’s Cup presented by Bangchak hari Minggu (1/7) yang lalu di Phoenix Gold Golf and Country Club.

Kemenangan kedua ini juga menjadi menarik lantaran ajang Queen’s Cup merupakan satu dari tiga turnamen yang paling diinginkan oleh para pegolf Thailand untuk mereka menangkan—dua turnamen lainnya ialah King’s Cup dan Thailand Open. Turnamen  yang digelar untuk menghormati Ratu Sirikit ini juga memasuki penyelenggaraan ke-10 sehingga kesannya lebih istimewa lagi.

”Saya berkata pada diri sendiri kalau saa datang hanya untuk bermain golf dan tak berusaha melakukan hal yang lain. Saya sekadar memainkan pukulan demi pukulan dan saya kira itulah yang membantu saya (meraih gelar ini),” tutur Jazz.

Ia mungkin merendah. Tapi permainan yang ia tunjukkan pada hari Minggu tersebut memang luar biasa. Sempat bermain 37 lantaran hanya mendapat satu birdie dengan dua bogey di sembilan hole pertamanya, Jazz mencatatkan lima birdie berturut-turut di sembilan hole keduanya.

Bermula dari sebuah chip-in berbuah birdie dari jarak 11 yard di hole 10, Jazz berhasil mengantarkan pukulan keduanya, yang sempat melenceng, hingga berjarak satu kaki di hole 11. Di hole 12, putting-nya dari jarak tujuh kaki juga menambah koleksi birdie-nya. Ia juga mencatatkan birdie dari jarak 24 kaki yang menanjak di hole 13. Adapun di hole 14, ia melakukan putt birdie dari jarak 8 kaki.

Hujan birdie tersebut membantunya untuk memenangkan turnamen ini dengan keunggulan empat stroke dari Gaganjeet Bhullar. Prestasi ini sekaligus memperbaiki prestasinya tahun lalu ketika harus puas menjadi runner-up dengan selisih hanya satu stroke dari Nicholas Fung.

”Saya menyukai Queen’s Cup. Ini turnamen favorit saya di Asian Tour. Ketika digelar di Samui (tahun lalu), saya bermain bagus. Saya finis di tempat kedua lantaran gagal pada playoff. Rasanya saya melakukan pembalasan yang memuaskan kali ini,” tuturnya lagi.

Gelar kali ini memberi sejumlah efek bagi pemuda berusia 20 tahun ini. Selain membawa pulang hadiah sebesar US$54.000 dan 14 poin pada Official World Golf Ranking, peringkatnya pada Habitat for Humanity Standings pun melambung dari 16, kini ke peringkat 9. Dan jelas ia menciptakan atmosfer yang sangat positif jelang bermain pada ajang The Open bulan ini.

”Saya bermain ke sini dengan maksud menyiapkan permainan saya agar maksimal ketika bermain pada The Open bulan ini. Tapi ternyata saya melakukan lebih daripada sekadar mempersiapkan diri. Bisa menang jelas menjadi bonus. Kemenangan tentunya meningkatkan percaya diri saya sendiri,” ujar Jazz yang pekan ini akan bermain pada ajang Sarawak Championship di Damai Golf and Country Club, Malaysia.

Share.

Leave A Reply