Iwata Berhasrat Menang

0

Sebuah kemenangan selalu menjadi target bagi atlet profesional mana pun juga. Terutama mengingat kemenangan akan membukakan lebih banyak pintu untuk kompetisi yang lebih luas lagi. Seperti itulah yang dirasakan oleh Hiroshi Iwata pekan ini. Iwata pun mengungkapkan hasratnya untuk bisa menang pada ajang Asia-Pacific Diamond Cup yang tengah berlangsung.

Peluang tersebut mulai terbuka tatkala ia tampil sebagai pimpinan klasemen pada akhir putaran kedua kemarin (21/9). Setelah bermain 65 pada putaran pertama, Iwata memastikan berada di puncak klasemen setelah menorehkan 2-under 69. Skor 134 miliknya membuatnya unggul satu stroke dari rekan senegaranya, Yuta Ikeda.

Sepanjang 14 tahun karier profesionalnya, ia baru meraih dua gelar pada ajang Japan Golf Tour. Kemenangan terakhir ia bukukan ketika menjuarai Shigeo Nagashima Invitational Sega Sammy Cup 2015. Kali ini bermain dengan motivasi yang berbeda, Iwata bermaksud ingin menjuarai turnamen kali ini.

”Saya memiliki motivasi ekstra bermain di sini.,” ujarnya, ”sebab jika bisa menang, saya bisa memainkan lebih banyak turnamen di luar Jepang.”

Kolaborasi Japan Golf Tour Organization dan Asian Tour pada turnamen yang dimainkan di Musashi Country Club, Saitama ini memang memberi privilese untuk menjadi anggota Asian Tour tanpa perlu mengikuti Q-School lagi jika bisa menang.

Putaran kedua kemarin sempat diwarnai oleh curah hujan yang cukup untuk memberi kesulitan bagi para peserta. Tapi dalam kondisi demikian, Iwata masih bisa mencuri puncak klasemen pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar ¥150 juta (sekitar US$1,35 juta) ini.

Iwata yang sempat bermain pada PGA TOUR sempat mencatatkan satu-satunya bogey pada putaran kedua kemarin, di hole 14. Bogey ini merupakan bogey pertamanya dalam 36 hole yang ia mainkan. Namun, setelah itu, ia bangkit dan mencatatkan tiga birdie berturut-turut, yang membantunya mengungguli Ikeda.

”Bogey saya di hole 14 memang sangat mengecewakan karena sebelumnya bola saya berada di fairway. Untungnya saya bisa memperbaiki permainan dan bisa mendapat tiga bogey berturut-turut,” ujar Iwata yang mengaku puas dengan performanya itu.

”Saya memiliki motivasi ekstra bermain di sini sebab jika bisa menang, saya bisa memainkan lebih banyak turnamen di luar Jepang.” — Hiroshi Iwata

Meski memberi peluang bagi dirinya sendiri untuk memenuhi impian, Iwata merendah dengan mengatakan, ”Ini baru putaran kedua. Saya juga tak ingin terlalu jauh memikirkan (soal kemenangan). Saya hanya perlu mempersiapkan diri dan terus berkembang.”

Segalanya masih mungkin terjadi dalam 36 hole berikutnya. Terutama mengingat Iwata sendiri hanya unggul satu stroke dari Ikeda, dan hanya dua stroke dari trio Yuki Inamori, Kenichi Kuboya, dan pegolf Amerika Kurt Kitayama.

Ikeda, yang merupakan bintang EurAsia Cup, mengungkapkan, skor 66 miliknya merupakan hasil yang sangat positif ”karena saya berhasil memukul ke fairway,” ujarnya.

”Jelas saya berpikir untuk bisa menang karena saya selalu berharap bisa menang dalam tiap turnamen yang saya ikuti,” sambungnya lagi.

Adapun Kitayama, yang melakoni musim pertamanya pada Asian Tour, mengaku kondisi cuaca yang hujan membuat lapangan menjadi lebih sulit. Itulah sebabnya kemarin ia hanya berhasil membukukan 1-under 70.

”Scrambling saya benar-benar menolong saya, terutama di beberapa hole terakhir, di mana saya bisa melakukan up-and-down yang sangat penting. Hal itu memberikan sejumlah momentum untuk memainkan putaran ketiga,” papar Kurt.

Putaran kedua kemarin sekaligus menyisakan hanya 66 pemain setelah cut-off ditentukan pada batas 2-over 144. Dan sayangnya, wakil Indonesia, yang juga merupakan pegolf amatir terbaik Indonesia selama ini, Naraajie Emerald Ramadhan Putra, harus mengakhiri petualangannya di Jepang lantaran membukukan skor total 8-under 150.

Kemarin Naraajie bermain dengan skor 77. Ia hanya membukukan dua birdie, lima bogey, dengan satu triple bogey di hole 2.

Share.

Leave A Reply