Indra Hermawan Meraih Gelar IGT Perdana

0

Bermain tidak dalam kondisi terbaiknya, Indra Hermawan justru berhasil meraih gelar Indonesian Golf Tour (IGT) perdana setelah mengalahkan pegolf nomor satu Indonesia saat ini, George Gandranata. Prestasi yang telah lama ia impikan ini berhasil ia menangkan setelah mencatatkan total skor 9-under 207.

Kemenangan Indra ini memang bisa dibilang di luar dugaan, mengingat George bermain sangat baik. Permainan iron pegolf berusia 30 tahun tersebut terbilang sangat presisi sepanjang perhelatan Permata Indonesian Golf Tour—seri kedua IGT musim 2017—yang dilangsungkan di Modern Golf & Country Club, Tangerang ini. Catatan tersebut membuatnya menjadi unggulan dan berpeluang merebut gelar IGT pertama sejak 2014.

Sayangnya, permainan putter-nya tidak setajam dua putaran awal. Meskipun masih mempertahankan keunggulan hingga sembilan hole pertama, George mulai mendapat bogey di hole 11 dan 13.

Adapun Indra yang sempat mengawali putaran final dengan double bogey, berhasil mencatat dua birdie secara berturut-turut di hole 3 dan 4 sehingga masih memiliki 6-under. Meski dalam sembilan hole pertama ia masih tertinggal 4 pukulan dari George, kesabaran Indra berbuah ketika ia perlahan-lahan menambah birdie di hole 11 dan akhirnya menyamakan skor menjadi 8-under di hole 14.

Persaingan ketat di antara keduanya puna berlanjut ketika baik Indra, maupun George sama-sama mencatatkan birdie di hole 16. Dan memasuki hole terakhir, keduanya masih mengoleksi 9-under.

George yang berhasil mencapai green dalam tiga pukulan di hole 18 par 5, tampaknya bakal memenangkan pertandingan ketika pukulan ketiga Indra justru mencapai rough di sisi kiri green. Sayangnya, performa putter yang buruk kembali menghantui George ketika ia justru harus melakukan tiga putt dan mendapat bogey.

Indra, yang mengakui tidak terlalu percaya diri dengan permainan wedge-nya, justru berhasil menghantarkan bola mendekati pin, yang kemudian memudahkannya meraih par sekaligus memenangkan turnamen ini.

”Saya cukup surprise bisa menang hari ini,” ujar Indra yang berhasil membawa pulang uang sebesar Rp34 juta. ”Saya harus berterima kasih kepada Pak Ari (Sutedi) yang banyak membantu saya. Saya kira tanpa beliau, saya tidak akan bisa memenangkan turnamen ini.”

Sementara itu, dari kategori amatir, Naraajie Emerald Ramadhan akhirnya berhasil memenangkan persaingan dengan Almay Rayhan Yaqutah untuk menyandang status Lowest Amateur pada Permata Indonesian Golf Tour ini.

Meski sama-sama mengawali putaran final dengan catatan 5-over, Naraajie berhasil mencatatkan 5-under 67 dan menutup persaingan dengan total skor 216. Sementara Almay hanya mencatatkan skor 3-over 219.

Permata Indonesian Golf Tour sendiri menjadi partisipasi perdana dari PT Permata Karya Perdana (Pekape) pada golf profesional di Indonesia. Meskipun demikian, CEO Pekape Gilang Pramono Seto menyatakan pihaknya senang bisa berkontribusi pada ajang yang berlangsung dengan sukses ini.

“Kami tidak menutup kemungkinan untuk mendukung salah satu pemain profesional atau amatir ke depannya nanti,” ujar Gilang.

Share.

Leave A Reply