Hasegawa Menjuarai OB Golf Invitational

0

Pimpinan klasemen pada akhir putaran ketiga kemarin (23/3) Shohei Hasegawa asal Jepang dinyatakan sebagai pemenang pada ajang OB Golf Invitational. Kepastian ini dinyatakan oleh komite setelah putaran final hari ini tidak dapat dilanjutkan lantaran curah hujan yang tinggi di Gunung Geulis Country Club. Turnamen pun harus disudahi hanya dengan 54 hole.

Pegolf berusia 24 tahun ini tentu saja gembira bisa meraih gelar pertamanya pada ajang Asian Development Tour. Apalagi ini merupakan kemenangan pertama dalam karier profesionalnya sejak beralih profesional pada tahun 2015.

Keputusan komite tersebut membuat Hasegawa menjadi pemenang dengan keunggulan satu stroke, dengan total skor 10-under 203, pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$70.000 ini.

”Cuaca memang tidak terlihat membaik pagi ini dan saya pikir saya masih harus memainkan 18 hole lagi. Tapi mereka memutuskan turnamen ini dipersingkat. Saya cukup kesal juga karena tidak berkesempatan bermain dalam grup terakhir, padahal saya sangat menantikannya,” tutur Hasegawa.

”Sebenarnya, saya berniat mengukur bagaimana performa saya menghadapi tekanan karena ada banyak pemain yang berusaha mengejar saya. Dan pengalaman ini bukan sesuatu yang bisa Anda alami tiap hari; ini latihan yang bagus pada level kompetisi seperti ini,” imbuhnya lagi.

Putaran final sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada pukul 07:30 WIB, tapi harus diundur menjadi 08:30 sebelum akhirnya dihentikan lagi pada 08:57 lantaran petir masih mengancam. Hal ini menuntut komite kembali menunda putaran final hingga pukul 11:00.

Direktur Pertandingan Asian Tour Fritz Katzengruber menjelaskan, komite memutuskan membatalkan putaran final lantaran hujan yang diperkirakan akan berlangsung sepanjang hari. Curah hujan yang tinggi juga membuat kondisi lapangan menjadi tidak memungkinkan untuk dimainkan.

”Dengan pertimbangan bahwa kita kehilangan total hampir sembilan jam akibat gangguan cuaca sepanjang pekan ini, kami harus meringankan perjalanan bagi para pemain kami dan memperpendek turnamen ini,” ujar Fritz.

Meskipun kecewa lantaran gagal melatih dirinya menghadapi tekanan, Hasegawa mengaku sangat terkesan pada level kompetisi yang ada di kancah ADT ini. Jebolan Q-School Asian Tour ini memiliki telah menunjukkan performa yang bagus ketika finis T6 di Brunei.

”Saya sudah pernah berada dalam grup terakhir pada turnamen lokal di Jepang, tapi ini merupakan turnamen terbesar di mana saya bisa berada dalam posisi tersebut. Saya amat terkesan pada level kompetisi ADT dan setelah bermain dalam dua turnamen terakhir sejak mendapatkan kartu Asian Tour, saya telah bertemu banyak teman dan melihat bagaimana para pemain yang berbeda bersaing. Saya ingin menjuarai turnamen lagi dengan memainkan seluruh empat putaran dan itu akan menjadi target saya selanjutnya,” ujar Hasegawa.

Keputusan pembatalan putaran final jelas menutup peluang pemain George Gandranata untuk bisa menorehkan hasil maksimal. Meskipun demikian, ia tidak mengungkapkan kekecewaannya.

”Tidak apa-apa, kita harus selau bersyukur kepada Tuhan,” ujar George yang harus puas finis di peringkat keempat dengan total skor 7-under 206.

Sementara itu, gelar Lowest Amateur pun praktis dimenangkan oleh Naraajie Emerald Ramadhan Putra. Ia menorehkan total skor 1-under 212 dan berada  di peringkat T13 bersama seniornya Indra Hermawan dan Rinaldi Adiyandono, pegolf senior Singapura Mardan Mamat, dan pegolf Amerika Tarik Can. Ini merupakan kedua kalinya secara berturut-turut Naraajie menorehkan prestasi tersebut. Pekan lalu pada Indonesian Golf Tour Seri 2, ia juga meraih prestasi serupa.

Share.

Leave A Reply