Grillo Masih Memimpin di India

0

Emilliano Grillo masih memimpin di India berkat permainan 4-under 68 yang ia torehkan pada akhir putaran kedua. Catatan tersebut sekaligus membantunya mempertahankan posisi teratas dengan total 11-under 133.

Memulai dari hole 10, pegolf berusia 25 tahun ini membukukan birdie di hole 11 dan 12, dan menambah tiga birdie lagi dengan satu bogey untuk mencatatkan keunggulan empat stroke dari bintang India yang tengah bersinar, Shubhankar Sharma.

”Hampir seperti kemarin (putaran pertama), meskipun saya memasukkan lebih banyak birdie pada putaran pertama. Hari ini (9/3) saya juga lebih banyak memukul ke fairway dan green. Saya pikir saya memainkan putaran kali ini dengan sangat baik,” papar Grillo.

Berada dalam posisi memimpin benar-benar berada di luar perkiraannya. Ketika memainkan putaran latihan dan pro-am, ia hanya berniat untuk berada di posisi yang bagusdengan bermain under setiap hari.

Grillo dikuntit oleh Sharma. Pegolf berusia 21 tahun ini baru saja menorehkan debut yang membanggakan pada ajang World Golf Championships-Mexico Championship pekan lalu. Sharma yang sebelumnya bermain dengan skor 73 berhasil memulihkan performanya untuk menaklukkan lapangan DLF Golf and Country Club. Ia berhasil membukukan sembilan birdie dengan sebuah bogey untuk mencatatkan rekor lapangan, 8-under 64.

”Putaran kali ini jelas akan menjadi salah satu pencapaian terbaik saya, terutama ketika memainkannya di lapangan ini. Ini lapangan yang sulit dan tak mudah main dengan skor yang rendah di sini,” kata Sharma.

Performa Sharma sebenarnya telah terlihat sejak putaran awal ketika ia berhasil memperbaiki 5-over pada sembilan hole pertamanya dan menutup untuk hanya mencatatkan skor 73.

”Saya sudah tahu kalau rekor lapangan ini 7-under. Bisa memegang rekor di lapangan sendiri tentu sangat berarti. Itu juga sebabnya saya memutuskan menyerang ke green (untuk meraih rekor ini),” tutur Sharma lagi.

Pablo Larrazabal dan salah satu pemain favorit Andrew ”Beef” Johnston berada satu stroke di belakang Sharma. Adapun pegolf Afrika Selatan Keith Horne berjarak satu stroke dari kedua pemain Eropa tersebut.

”Semua hole di sini sungguh mengerikan. Putt yang saya lakukan di hole ketujuh cukup menenangkan saya dan membantu saya kembali ke jalur permainan saya. Rasa takut itu malah memotivasi saya. Tiap pukulan Anda mesti berkonsentrasi di sini karena pukulan yang buruk bakal menimbulkan bencana. Anda harus terus fokus. Tapi tantangannya justru menemukan keseimbangan ketika tengah bermain,” papar Horne mengenai DLF Golf and Country Club.

Putaran kedua kembali tidak dapat dituntaskan lantaran hari telah gelap. Ada delapan pegolf yang mesti kembali untuk menuntaskan putaran kedua mereka.

Share.

Leave A Reply