George Mengawali Musim 2018 dengan Gelar Juara

0

George Gandranata mengawali Indonesian Golf Tour (IGT) musim 2018 dengan meyakinkan. Pada Seri I yang berlangsung di Jababeka Golf and Country Club, Cikarang, Jawa Barat kemarin (8/2) George berhasil meraih kemenangan pertamanya pada tahun ini setelah membukukan total skor 4-under 212.

Mengawali putaran final dengan tertinggal satu stroke dari Benita Yuniarto Kasiadi, George sempat mendapat bogey di hole 5 sehingga bermain 1-over pada sembilan hole pertamanya dan membuat total skornya menjadi 2-under.

Adapun Benita juga harus turun dari puncak klasemen setelah di sembilan hole pertamanya justru mendapat empat bogey berturut-turut dari hole 3. Hal ini membuat skornya menjadi even par.

Danny Masrin yang tengah berada dalam performa yang bagus, menyusul hasil memuaskan di Singapura pada SMBC Singapore Open, sempat mengambil alih pimpinan klasemen berkat dua birdie di hole 1 dan 3, meskipun mendapat bogey di hole 9.

Danny, yang bermain satu grup di depan George, sepertinya akan kembali meraih kemenangan setelah di hole 14 berhasil mendapatkan birdie. Posisinya saat itu membuatnya berhasil unggul satu stroke dari George yang di hole 11 kembali mendapat birdie.

Namun, arah turnamen ini akhirnya ditentukan di hole 16. George yang semula tertinggal satu stroke dari Danny justru berbalik mengungguli pesaing terkuatnya itu di hole tersebut. Ia mendapatkan birdie ke-8 baginya di sana, sementara sebelumnya Danny justru mendapat bogey di hole 16 itu.

”Saya melihat Danny melakukan kesalahan di hole 16. Waktu itu saya ada di hole sebelahnya. Mungkin itu memberi saya semangat untuk mencari birdie lagi karenawaktu itu saya tidak tahu tertinggal sejauh apa. Jadi, saya harus mencari birdie lagi dan mendapatkannya di hole 16,” tutur George.

Setelah birdie di hole 16 itu, George mendapat par di dua hole terakhirnya, yang sekaligus memberi kemenangan baginya. Ini sekaligus menjadi gelar IGT kelima dalam karier profesionalnya.

George menyoroti short game sebagai kunci keberhasilannya kali ini. ”Terutama chipping,” ujar pemenang Order of Merit PGA Tour of Indonesia 2017 ini. ”Di Singapura (pada SMBC Singapore Open) saya main jelek sekali karena chipping-nya jelek. Driver saya pada dua hari pertama cukup bagus, tapi hari ini kurang bagus, tapi untung ada short game yang bisa menyelamatkan saya.”

Meski demikian, George mengaku faktor keberuntungan juga berperan dalam keberhasilannya kali ini. Baginya, permainan Danny sangat tajam. Artinya, jika tidak karena kesalahan di hole 16, setidaknya keduanya harus menjalani babak play-off.

”Saya sangat respek dengan Danny karena dia benar-benar rajin dan melakukan latihannya dengan tekun. Saya pikir kalau dia bisa main bagus seperti ini dan seperti di Singapura, dia bisa meraih kartu Asian Tour,” sambung George.

Danny sendiri mengakui kalau permainannya pada Seri I kemarin kurang memuaskan. Ia membukukan 13 birdie sepanjang tiga putaran tersebut, namun hanya mengakhiri turnamen dengan 2-under. Pukulan kedua yang kurang solid menjadi salah satu faktornya.

”Di hole 16 bola saya jatuh di fairway yang sedikit becek. Saya memaksa untuk menyerang pin, tapi ternyata bolanya masuk ke air,” tuturnya.

Meski kecewa, Danny masih menilai hasil ini merupakan hasil yang baik baginya untuk menjalani musim 2018 ini. Terutama karena ia sendiri sudah berkomitmen untuk mengikuti seluruh jadwal IGT tahun ini. Tahun lalu, meskipun menjuarai dua seri, Danny hanya mengikuti tiga seri.

Peringkat ketiga ditempati oleh Elki Kow, Rory Hie, dan Benita Yuniarto Kasiadi. Ketiganya sama-sama membukukan 1-under 215.

IGT kali ini merupakan IGT dengan partisipasi amatir terbanyak. Tercatat 17 pemain amatir berpartisipasi di sini. Bahkan 7 di antaranya berhasil melaju ke putaran final. Namun, Naraajie Emerald Ramadhan Putra kembali mengukuhkan statusnya sebagai pegolf putra amatir terbaik di Indonesia setelah finis di peringkat 10, membukukan skor even par 216, dan meraih gelar Lowest Amateur.

Pada seremoni penyerahan hadiah, seluruh hadirin sama-sama mengenang dua figur yang sangat erat dengan dunia golf Indonesia, yaitu almarhum Andik Mauludin, yang merupakan salah satu pegolf terbaik Indonesia, dan almarhum General Manager Jababeka Golf and Country Club Mamin Kasdiamah yang turut mengambil bagian dalam kepastian penyelenggaraan IGT di lapangan ini. Keduanya meninggal beberapa hari yang lalu.

Share.

Leave A Reply